Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 37


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Elfira sering melamun. Ia teringat dengan permintaan Wulan yang memintanya untuk menikah dengan Erlangga. Sungguh Elfira sangat terkejut mendengar permintaan aneh Wulan saat itu. Kenapa harus dirinya, apa istimewanya dia dibandingkan dengan wanita lain. Elfira hanyalah seorang janda dengan satu anak, sedangkan Erlangga adalah seorang perjaka, CEO pula. Harusnya melihat sosok Erlangga yang tampan, tak sulit rasanya untuk lelaki itu mendapatkan gadis manapun.


"Kenapa toh neng Fira, dari tadi melamun terus," celetuk Siti, salah satu orang yang bekerja bersama Elfira.


"Eh." Elfira tersadar dari lamunannya ketika mendengar ucapan Siti. "Gak apa-apa mbak," jawab Elfira seraya melanjutkan kembali pekerjaannya.


"Kalo ada masalah, cerita atuh neng. Jangan di pendam sendiri."


"Iya neng, siapa tau kita bisa bantu," celetuk yang lainnya juga.


"Terimakasih mbak-mbak semuanya, tapi Fira beneran gak ada masalah apa-apa kok." Elfira bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 menjelang siang, seluruh masakan sudah selesai di kemas. Tinggal di antar ke pemiliknya masing-masing. Selain dari pesanan untuk perusahaan Erlangga, ada beberapa perusahaan lain yang juga berlangganan dengan katering Elfira. Tentu saja itu atas rekomendasi dari Erlangga. Elfira juga sudah memiliki pegawai khusus untuk mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Dan usaha barunya ini sekarang mulai berkembang. Elfira juga berencana akan membuka cafe, saat ini dia sedang mencari tempat yang sesuai dan strategis agar usaha baru nya nanti mudah untuk di temukan.


...****************...


"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau perempuan yang kamu taksir itu Elfira. Kalau dia sih mama sudah pasti setuju, kalau bisa nih ya kalian menikah minggu depan. Duh, mama jadi gak sabar pengen punya menantu seperti dia," tutur Wulan membuat Erlangga melongo.


"Mama dari tadi bicara gak pake berhenti, paru-paru mama aman?" sindir Erlangga yang langsung di hadiahi cubitan di pinggangnya.


"Aduh ... duh ... , sakit ma," protes Daffa sambil mengelus pinggangnya yang sakit akibat cubitan dari sang mama.


"Makanya jangan suka meledek orang tua."


"Iya maaf. Eh, tapi ngomong-ngomong mama kok bisa kenal sama Elfira dan anaknya?"


"Kan mama sudah cerita kemarin, Elfira bantu mama dan mengantarkan mama pulang beberapa waktu yang lalu," jawab Wulan mengingatkan Erlangga.


"Oh iya, lupa. Hehe," Daffa cengengesan sambil garuk kepala.


"Dasar kamu. Jadi, kapan kamu mau melamar Elfira?"


"Ya sabar dong ma, nyatain perasaan aja belum, masa mau langsung lamar aja. Kalo di tolak gimana?" tanya Erlangga tak percaya diri.


"Jangan lamban jadi laki, nanti keburu di serobot sama laki-laki lain," ucap Wulan seraya bangkit dan pergi menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

__ADS_1


Sesaat Erlangga terpaku dengan ucapan sang ibu, selama ini dia tak berpikiran sampai sana. Erlangga hanya tidak ingin terlalu gegabah mendekati Elfira hingga membuat wanita itu merasa tak nyaman dengannya.


...****************...


"Loh, Er. Sejak kapan kamu datang?" tanya Elfira yang terkejut melihat kedatangan Erlangga yang tiba-tiba. Dia baru saja kembali dari pasar, berbelanja untuk bahan-bahan kateringnya besok.


"Baru saja kok, kamu belanja sendirian?" tanya Erlangga saat melihat Elfira menurunkan begitu banyak barang belanjaannya.


"Iya, sudah biasa kok."


"Ya ampun Fir, belanjaan sebanyak ini gimana cara kamu membawanya coba." Erlangga berjalan mendekati Elfira dan membantunya menurunkan belanjaan dari dalam mobil.


"Ya dibawa pake tangan lah Er," canda Elfira membuat Erlangga mendengus.


"Ya iya lah pake tangan, masa pake jempol."


"Hahaha" tawa Elfira meledak mendengarkan candaan dari Erlangga, ia sampai membayangkan bagaimana caranya membawa belanjaan sebanyak ini dengan memakai jempol.


Erlangga terpaku melihat tawa Elfira yang begitu renyah, selama mengenal wanita itu, baru pertama kali ini ia melihat Elfira tertawa. Tanpa sadar Erlangga menggumamkan sesuatu yang membuat Elfira langsung terdiam.


"Ekhem," Elfira berdeham untuk menghilangkan kegugupannya karena mendengar pujian dari lelaki disebelahnya itu. "Ngomong-ngomong, kamu ada perlu apa ke rumahku?" tanya Elfira mengalihkan perhatian Erlangga yang sejak tadi tak berhenti menatapnya.


"Aku mau melamar kamu," gumam Erlangga tanpa sadar.


"Haah!"


"Eh, enggak. Itu maksud aku ... " Erlangga gugup setelah menyadari ucapannya tadi. "Ma-maksudnya aku mau ajak kamu makan malam berdua. Itu pun kalo kamu gak keberatan."


"Kenapa gak lewat telepon aja, jadi kan kamu gak perlu repot-repot ke rumah aku."


"Eh, iya ya."


Elfira geleng kepala melihat kelakuan Erlangga yang terlihat salah tingkah seperti itu. Ia sampai menahan senyum, karena menurutnya sikap Erlangga yang seperti ini sangat lucu dan menggemaskan. Eh.


Sekali lagi Elfira menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran aneh yang ada di kepalanya. Siapa dia sampai berani berpikir seperti itu.

__ADS_1


'Fira ... Fira, harusnya kamu sadar diri. Kamu itu hanyalah seorang janda, tidak pantas untuk Erlangga yang tampan dan kaya raya," ucap Elfira dalam hatinya.


"Fir. Fira," panggil Erlangga sambil melambaikan tangannya di depan wajah Elfira. Karena sejak tadi Elfira hanya diam saja, sepertinya wanita itu sedang melamun.


Elfira kembali tersadar dari lamunannya, "Iya Er?" tanya Elfira.


"Kamu lagi melamunkan apa?"


"Enggak. Enggak ngelamunin apa-apa kok," jawab Elfira salah tingkah.


"Jadi gimana, kamu bisa kan malam ini?"


"insyaallah," jawab Elfira.


Erlangga tersenyum mendengar jawaban Elfira lalu ia membantu Elfira mengangkat belanjaan dan membawanya ke dapur. Setelah semua belanjaan di bawa masuk, Erlangga pun berpamitan kepada Elfira dan berjanji akan menjemputnya nanti malam.


...****************...


Pukul 7 malam mobil Erlangga tiba di depan rumah Elfira, ia menunggu wanitanya dengan sabar. Akh, apakah Erlangga boleh mengklaim Elfira sebagai wanitanya? Mungkin untuk sekarang belum saatnya, tapi nanti sebentar lagi Erlangga akan menjadikan Elfira wanitanya. Ya, hanya miliknya.


"Maaf ya lama," ucap Elfira tak enak hati.


Malam ini ia mengenakan gamis berwarna navy yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih, dan juga pashmina dengan warna yang senada. Tak lupa juga clutch warna hitam kesayangannya. Elfira tampak cantik dengan riasan make up flawless yang ia kenakan. Erlangga sampai terperangah melihat kecantikan Elfira.


"Kamu kok ngelihatin aku begitu banget, aku kelihatan aneh ya?" Elfira menelisik penampilannya sendiri. Tak ada yang salah dengan pakaiannya lalu kenapa Erlangga menatapnya sampai tak berkedip seperti itu.


"Gak ada yang salah kok, justru kamu kelihatan cantik banget malam ini," puji Erlangga membuat Fira tersipu. "Kita berangkat sekarang?"


"Ayo."


Erlangga dan Elfira berjalan bersama menuju mobil. Erlangga membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Elfira hingga membuat wanita itu merasa tersanjung. Setelah memastikan Elfira duduk dengan nyaman, Erlangga pun menutup pintunya lalu ia berlari memutari mobil menuju sisi pengemudi.


Malam ini Erlangga terlihat sangat bahagia, senyum manis tak lepas dari wajah tampannya. Dia akan mengajak Elfira makan malam di restoran yang sudah ia boking sebelumnya. Rencananya malam ini Erlangga akan menyatakan perasaannya pada wanita itu dan sekaligus melamarnya. Cincin berlian juga sudah ia persiapkan. Masalah di terima atau tidak itu urusan belakangan, yang penting Erlangga harus menyatakan perasaannya agar ia tak menyesal di kemudian hari karena terlalu lama memendam rasa cintanya pada Elfira.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2