
"Kamu gak apa-apa kan, Fir." tanya Halimah setelah Adam pergi dan mereka masuk ke dalam rumah. Untung saja Anindya masih tertidur lelap di kamar tamu rumah Halimah, jadi anak itu tak perlu mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
"Gak apa-apa Bu, terimakasih sudah membantu Fira tadi."
"Sama-sama sayang," balas Halimah sambil mengulas senyum.
"Kenapa kamu masih bertahan dengan suami seperti itu, apa kamu tidak berniat untuk bercerai darinya" tanya Erlangga membuat Elfira dan Halimah saling pandang.
Erlangga memang tidak mengetahui masalah yang di alami Elfira dan Adam, sehingga dia bertanya seperti itu. Namun, sedikit banyak dia tau kalau rumah tangga mereka sedang tidak baik-baik saja.
"Sebenarnya mereka sedang dalam proses perceraian, hanya saja sepertinya Adam tidak mau berpisah dengan Elfira. Padahal awalnya Adam bersedia untuk bercerai, tapi belakangan dia jadi berubah pikiran." Halimah membantu menjawab pertanyaan Erlangga, karena sejak tadi Elfira hanya diam saja.
"Adam itu bukan suami yang baik, Lang. Dia sudah mengkhianati Elfira, dan dia juga sudah menikah lagi tanpa persetujuan dari Elfira." lanjut Halimah.
"Bahkan Adam pernah melecehkan seorang gadis, yang membuat gadis itu bunuh diri. Untung saja kakak dari gadis itu masih sempat menolongnya, tapi sayangnya, gadis itu sekarang sedang koma dan belum sadarkan diri." jelas Halimah panjang lebar.
Erlangga sampai tercengang mendengarnya, dia tak menyangka kalau Adam bisa sejahat itu pada wanita sebaik Elfira. Dalam sudut hatinya, ada kemarahan yang dia pendam atas perlakuan Adam pada Elfira, wanita yang diam-diam di sukainya. Tangannya sampai terkepal sambil menahan emosi.
Erlangga tau, bahwa ia sudah salah karena memendam rasa pada wanita yang sudah menikah. Tapi, setelah dia tau apa yang sedang terjadi dalam rumah tangga wanita pujaan hatinya, Erlangga bertekad untuk merebut Elfira dari Adam, bagaimanapun caranya.
Erlangga akan membantu Elfira agar proses perceraiannya dengan Adam bisa selesai dengan cepat. Karena dengan begitu, kesempatan Erlangga untuk mendapatkan Elfira terbuka sangat lebar.
__ADS_1
...****************...
"Benar-benar brengsek itu si Erlangga, berani-beraninya dia mendekati Elfira." Gerutu Adam ketika dia sudah sampai di rumahnya. Dia menendang kaki meja yang ada di teras rumahnya.
Sandra yang mendengar suara berisik dari dalam rumahnya, gegas ia keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi.
Saat sudah di luar, Sandra melihat Adam terduduk di lantai teras dengan kaki selonjor dan kepala bersandar pada kursi.
"Kamu kenapa lagi sih mas, setiap pulang pasti selalu marah-marah." gerutu Sandra.
"Lebih baik kamu diam saja, San. Dari pada kamu banyak tanya, yang ada kepalaku jadi tambah pusing." omel Adam.
Sandra sedang tak ingin bertengkar dan cari masalah dengan Adam, dia lebih memilih masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Adam sendirian.
Adam menghubungi seseorang dan membuat janji dengan orang tersebut.
"Halo, Roy. Lo dimana?" tanya Adam pada seseorang yang bernama Roy.
"Gue lagi di klub diamond. Lo kesini dong, udah lama kita gak have fun."
"Waah, tau aja lo. Gue emang lagi butuh senang-senang. Lo tunggu gue ya, gue langsung meluncur." balas Adam dan langsung pergi dari rumah itu tanpa berpamitan lagi pada Sandra.
__ADS_1
...****************...
"Woi, Dam. Sini!" Teriak Roy sambil melambaikan tangannya ketika melihat Adam yang baru saja datang sambil celingukan.
Roy duduk dengan bersama dua orang temannya dan beberapa wanita penghibur yang bekerja di klub tersebut.
Suara musik DJ yang menggema di setiap sudut ruangan membuat Adam tak bisa mendengar suara teriakan dari Roy. Untung saja dia bisa melihat lambaian tangan dari temannya itu. Gegas Adam langsung berjalan menuju meja dimana Roy berada.
"Apa kabar bro." Adam menyalami Roy dan kedua orang temannya, lalu duduk di samping wanita seksi yang sejak kedatangannya tadi selalu memperhatikan Adam dengan tatapan memuja.
Klub malam yang sering di datangi Adam itu di penuhi dengan suara musik dan orang-orang yang berdansa mengikuti irama musik yang dimainkan oleh DJ.
Ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk sambil menikmati musik, tak jarang dari mereka yang membayar para pekerja malam untuk menemani mereka.
Di dalam klub tersebut ada beberapa kamar yang bisa mereka gunakan untuk menghabiskan malam bersama para wanita bayaran yang telah mereka sewa.
Tak terkecuali Adam dan teman-temannya yang kini sudah memasuki kamar yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Malam ini Adam tak melewatkan kesempatan untuk menghabiskan malam bersama para wanita bayaran itu. Dia akan menuntaskan hasratnya yang sudah lama tidak dia keluarkan. Semenjak perpisahannya dengan Elfira dan kehamilan Sandra, dia tidak bisa lagi dengan leluasa menikmati fantasi liarnya bersama dengan kedua wanita itu.
Itulah sebabnya ia mencari Roy untuk diajak bersenang-senang seperti yang pernah mereka lakukan dulu. Suara musik DJ sudah tak dapat lagi mereka dengar, yang ada di telinga mereka kini hanyalah suara *******-******* yang saling bersahutan dan peluh yang membasahi tubuh mereka.
__ADS_1
...****************...
bersambung.........