Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 7 Bertemu Erlangga


__ADS_3

POV Elfira


Sesuai janjiku dengan Anin, siang ini aku mengajaknya ke toko roti milik Bu Halimah. Sebelumnya aku sudah memberi kabar pada beliau kalau aku akan datang kesana. Bu Halimah sangat antusias saat mengetahui jika Anin akan datang ke tokonya, bahkan katanya beliau akan menyiapkan banyak roti dan cake untukku dan juga Anin.


"Bunda, Anin udah siap nih. Gimana bunda, Anin sudah cantik kan" seru Anin yang baru saja selesai berganti baju, dia sampai memutar tubuhnya agar dress yang di pakainya terkembang.


Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu anakku itu. Siang ini Anin mengenakan dress model Sabrina dengan panjang selutut.


"Anak bunda cantik banget" pujiku sambil mencolek hidungnya. "Sini, rambutnya bunda kuncir dulu biar rapih" aku meminta Anin untuk mendekat agar aku mudah menguncir rambutnya, namun dia menolak. Katanya dia ingin rambutnya di gerai saja dan dibuat Curly. Aku sampai heran dibuatnya, darimana anak ini tau model rambut Curly.


"Anin tau dari mana model rambut Curly" tanyaku penasaran.


"Anin lihat di y*ut*be bunda, hehe" jawab Anin sambil nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi susunya.


"Kamu ini, ya sudah sini biar bunda Curly rambut kamu" Anin pun mendekat, ku ambil catokan yang ku simpan di dalam laci meja rias ku. Satu persatu rambutnya ku ambil dan ku lilitkan di catokan lalu ku jepit sebentar, setelah dua detik lilitannya ku lepas dan hasilnya sangat cantik. Anin tampak sangat senang begitu rambutnya selesai di Curly.


"Yeay, bagus banget bunda. Anin suka" ucapnya riang.


"Alhamdulillah kalo Anin suka, kalo gitu kita langsung pergi yuk. Kasian nenek Halimah nungguin, nanti dikira kita gak jadi datang"


"Ayuk, Bun"


Akhirnya kami berdua pun berjalan dengan bergandengan tangan menuju pintu rumah, kami berangkat menggunakan taksi online yang sudah ku pesan sebelumnya. Saat kami membuka pintu, ternyata taksi yang ku pesan tadi sudah menunggu di depan rumah. Kami pun mempercepat langkah menuju taksi tersebut, tak lupa mengunci pintu dan gerbang sebelum berangkat. Mengingat tak ada siapa pun di rumah, karena di hari Minggu begini biasanya para pekerja di rumah libur semua.


POV end


***


Pukul 2 siang Elfira dan Anin sampai di toko roti milik Halimah, mereka masuk ke dalam toko dan menanyakan keberadaan Halimah pada salah satu karyawan disana. Setelah mengetahui bahwa Halimah ada di ruangannya, mereka pun langsung bergegas kesana. Namun, Anin langsung berlari begitu saja meninggalkan Elfira yang geleng-geleng melihat kelakuan anaknya itu. Mereka sudah sering datang ke toko milik Halimah, makanya Anin langsung tau dimana letak ruangan Halimah.


"Nenek" teriak Anindya memanggil Halimah ke. Anin langsung berlari ke arah Halimah yang sedang ngobrol dengan seseorang.


"Anin, ya ampun. Nenek pikir gak jadi datang, nenek udah nungguin dari tadi loh" ucap Halimah setelah Anin duduk di pangkuannya.


"Jadi dong nek, Anin kan udah gak sabar pengen makan cake buatan nenek. Hehe"

__ADS_1


"Ini rambut kamu kok cantik banget, siapa yang buat" tanya Halimah karena tak biasanya model rambut Anin di Curly seperti itu.


"Bunda yang buat nek, cantik kan" puji Anin pada diri sendiri sambil memainkan ujung rambutnya yang dibuat keriting itu.


"Cantik banget, tapi ngomong-ngomong kamu kok sendiri, bunda kamu mana" tanya Halimah karena tak melihat Elfira.


"Itu bunda" tunjuk Anin membuat Halimah melihat ke arah pintu, begitu juga seseorang yang sedang bersama dengan Halimah. Elfira yang baru saja masuk ke dalam ruangan jadi bingung sendiri karena semua orang melihat ke arahnya.


"Kok pada ngelihatin Fira kayak gitu" tanyanya bingung.


"Gak apa-apa Fir, sini duduk" jawab Halimah tersenyum. "Oh iya Fir, kenalkan ini keponakan ibu. Namanya Erlangga, dan Erlangga, ini tetangga Tante namanya Elfira"


Erlangga dan Elfira pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing.


"Erlangga"


"Elfira"


Setelah menyebutkan namanya, Elfira pun langsung menarik kembali tangannya. Sedangkan Erlangga masih menatap Elfira begitu dalam. Halimah yang sadar dengan tatapan Erlangga pun langsung berdeham untuk menyadarkan Erlangga.


"Ehem. Elfira ini sudah memiliki suami dan juga anak yang sangat cantik" sengaja Halimah mengatakan itu agar Erlangga sadar bahwa dia tidak boleh memiliki perasaan terhadap Elfira.


Elfira masih menatap Erlang bingung, karena dia merasa baru pertama kali melihat Erlang, dan dia juga tidak tau dimana Erlang bekerja.


"Saya adalah atasan tempat suami kamu bekerja" sambung Erlang menjawab kebingungan Elfira.


"Jadi, anda adalah atasannya mas Adam" tanya Elfira untuk memastikan, Erlangga pun mengangguk menjawab pertanyaan Elfira.


'Apa aku tanya sama pak Erlang aja ya soal mas Adam' bisik Elfira didalam hati.


"Jadi om kenal sama ayahnya Anin" tanya Anin dengan suara cemprengnya.


"Iya sayang, om kenal sama ayah kamu" jawab Erlang sambil mencubit pelan pipi Anin karena merasa gemas dengan anak itu.


"Ayah Anin ganteng kan om, Anin sayang banget sama ayah"

__ADS_1


"Iya Ayah kamu ganteng, tapi ayah kamu mana, kok gak ikut kesini" Erlang bertanya pada Anin namun matanya sesekali melirik ke arah Elfira. Dia hanya ingin tau bagaimana reaksi wanita itu.


"Kata ayah lagi ada kerjaan, makanya Anin pergi berdua sama bunda aja"


Erlang menaikkan sebelah alisnya, karena dia merasa tidak pernah memberikan pekerjaan pada semua karyawannya saat hari libur, bahkan asistennya pun tak pernah dia berikan pekerjaan lebih kecuali jika memang terdesak.


"Makanya om jangan kasih ayah banyak kerjaan dong, biar Anin bisa pergi jalan-jalan sama ayah" ucap Anin lagi dengan wajah cemberut, merasa kesal dengan Erlang yang sudah memberikan banyak pekerjaan pada ayahnya sehingga tidak punya waktu untuk dirinya.


"Anin, gak boleh ngomong kayak gitu sama om Erlangga" tegur Elfira pada anaknya.


"Gak apa-apa Fir, namanya juga anak-anak" ucap Erlangga lembut. Elfira hanya menanggapi dengan senyuman, sejujurnya dia merasa sangat tidak enak hati terhadap Erlangga.


"Anin, cepat minta maaf"


Anin membuang mukanya ke arah lain dan tidak mau meminta maaf pada Erlangga.


"Anin" tegur Elfira lagi membuat Anin mau tidak mau menuruti perkataan ibunya.


"Maaf ya om," ucap Anin dengan tertunduk dan merasa bersalah.


"Iya sayang, gak apa-apa." Erlangga mengelus puncak kepala Anin. "Senyum dong, Anin kan anak cantik. Sayangkan, cantiknya bisa hilang loh kalo cemberut gitu" bujuk Erlangga.


Secara perlahan, Anin mengangkat kepalanya lalu tersenyum lebar hingga menampakkan deretan giginya. Begitulah Anin, saat dia marah atau kesal dia akan dengan sangat mudah dibujuk hanya dengan di bilang cantik saja. Erlang pun semakin gemas melihat Anin, dia sampai berdiri dan menggendong Anin. Lalu Erlang memutarkan tubuhnya membuat Anin berteriak kesenangan, seolah-olah dirinya sedang terbang di angkasa.


Elfira dan Halimah tersenyum melihat interaksi keduanya. Erlangga yang memiliki sifat kebapakan dan Anin yang bisa cepat akrab dengan orang yang baru pertama ditemuinya.


"Kayaknya kamu udah cocok deh, Lang jadi bapak" celetuk Halimah.


"Doa kan saja Tante" jawab Erlangga sambil menatap Elfira.


Elfira yang ditatap seperti itu pun jadi merasa sedikit risih, dia pun langsung memalingkan wajahnya saat mata mereka saling bertemu.


Tak terasa waktu cepat berlalu dan hari pun sudah sore, Elfira pamit pada Halimah karena sebentar lagi Adam akan pulang. Tadinya Erlangga menawarkan diri untuk mengantarkan mereka pulang, tapi Elfira langsung menolaknya. Erlangga pun tak memaksa, dia paham kalau Elfira adalah wanita bersuami.


Akhirnya setelah berpamitan, Elfira dan Anin pun pulang menggunakan taksi online. Tak lupa juga dengan roti dan cake yang di bawa pulang untuk Anin. Tentu saja anak itu sangat senang menerimanya.

__ADS_1


***


bersambung.....


__ADS_2