Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 57


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Erlangga dan Elfira. Pasalnya pagi ini mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Di dalam kamarnya, Erlangga sedang di bantu salah satu MUA mengenakan beskap berwarna putih. Ia tampak tampan dan gagah mengenakan pakaian pengantin tersebut.


"Wah! Anak mama tampan sekali," puji Wulan saat ia memasuki kamar anaknya. Erlangga baru saja selesai memakai pakaian pengantinnya.


MUA tadi pun pamit keluar kamar karena tugasnya sudah selesai. Kini hanya tinggal Erlangga bersama Wulan. Tampak wajah bahagia terpancar dari keduanya. Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, terutama Wulan. Akhirnya ia bisa tenang karena tugasnya menikahkan Erlangga sebentar lagi akan selesai. Janjinya kepada almarhum suaminya pun akan segera terpenuhi.


"Akhirnya tugas mama sebentar lagi akan selesai."


Erlangga berpaling menatap sang ibu, ia mengerutkan keningnya karena tak mengerti maksud dari perkataan Wulan.


"Tugas apa maksud mama?"


Wulan pun tersenyum, di genggamnya tangan Erlangga lalu menatap lekat pada wajah sang anak yang tampak sedang kebingungan.


"Tugas mama untuk menikahkan kamu Lang. Mama pernah berjanji pada almarhum papa kamu kalau mama akan menikahkan kamu dengan wanita baik-baik. Dan ternyata kamu menikah dengan wanita paling baik di dunia. Mama sangat bahagia Lang, mama bahagia sekali," tutur Wulan sambil terisak. Hatinya benar-benar bahagia, anak satu-satunya akan segera menikah.


Erlangga pun memeluk ibunya, ia juga merasakan bahagia sama seperti Wulan. Akhirnya sebentar lagi Erlangga akan segera mempersunting Elfira. Satu-satunya wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


Tok tok tok


"Maaf mas dan ibu, sepertinya kita harus berangkat sekarang. Karena sebentar lagi acara akadnya akan di mulai."


Salah satu anggota WO datang mengetuk pintu dan mengingatkan Erlangga dan Wulan kalau mereka sudah harus segera berangkat ke rumah Elfira dimana tempat akad nikah mereka di langsungkan.


Erlangga dan Wulan pun saling melepaskan pelukan mereka dan bersiap-siap untuk berangkat. Mobil yang membawa mereka sudah menunggu di depan pintu, ada empat mobil yang akan mengiringi mobil Erlangga. Keluarga besar Wijaya dan beberapa dari pihak Wulan juga turut menemani keberangkatan Erlangga menuju tempat akad nikah yang akan segera di langsungkan.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu di rumah Elfira juga sudah ramai. Para tetangga juga turut hadir untuk membantu persiapan pernikahan Elfira dan Erlangga. Walaupun semuanya sudah di urus oleh pihak WO, tapi mereka tetap bersikeras ingin membantu. Elfira sangat senang mempunyai tetangga yang baik seperti mereka, yang siap membantu meski tanpa harus diminta.


Di dalam kamarnya, Elfira baru saja selesai di hias. Ia tampak cantik mengenakan kebaya berwarna putih. Meskipun ia memakai hijab, tapi tetap tak mengurangi kecantikan dan keanggunannya saat mengenakan pakaian tersebut.


Elfira tidak sendirian, ia di temani Halimah, Anin dan juga Bianca yang ikut hadir untuk menyaksikan pernikahan sahabat nya itu. Bianca ikut senang saat mengetahui jika Elfira akan menikah. Dia yang sedang berada di luar kota pun langsung terbang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan tersebut.


"Kamu cantik sekali sayang," puji Halimah membuat Elfira tersipu.


"Terimakasih Bu, ini semua berkat mbak Susan yang sudah me-make over Fira sampai jadi secantik ini."


"Ah, mbak nya bisa saja. Mbak memang sudah cantik dari sana nya. Sebenarnya tanpa di make up pun mbak sudah cantik, saya hanya menambahkan saja agar wajah mbak jadi terlihat lebih cantik lagi," balas Susan, petugas MUA yang mendandani Elfira.


"Betul itu yang dikatakan mbak Susan," sahut Bianca yang ikut menimpali.


Semua orang setuju dengan ucapan MUA tadi, pada dasarnya Elfira memang memiliki wajah yang cantik natural. Tanpa harus di make up pun wajah Elfira sudah terlihat cantik, apalagi sampai di make up seperti saat ini. Kecantikannya semakin bertambah, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung terpesona.


"Iya Bi, sebentar lagi Fira akan turun," sahut Bu Halimah.


Bi Asih pun kembali turun untuk melanjutkan pekerjaannya di bawah. Sementara Elfira mulai tampak gugup, tangannya sampai berkeringat dan terasa sangat dingin. Padahal ini bukan pertama kalinya Elfira menikah, tapi entah kenapa dia merasakan gugup seperti saat ini. Bahkan saat ia akan menikah dengan Adam dulu pun rasanya tak seperti saat ia akan menikah dengan Erlangga.


"Tangan bunda kok dingin," celetuk Anin, anak itu merasa heran saat menyentuh tangan bundanya yang sangat dingin seperti es.


Halimah dan Bianca hanya bisa tersenyum mendengar celetukan Anin tadi. Mereka mengerti bagaimana perasaan Elfira saat ini.


"Jangan gugup, santai saja," ucap Halimah yang mencoba untuk membuat Elfira tenang.


Mereka masih tetap berada di dalam kamar, menunggu sampai Erlangga selesai mengucapkan ijab qabul.

__ADS_1


...****************...


Wajah Erlangga tampak begitu gugup, beberapa saat lagi ia akan segera mengucapkan janji suci. Setelah itu ia dan Elfira akan resmi menjadi pasangan suami istri.


Kini Erlangga sudah duduk di depan penghulu dan paman Elfira yang akan menjadi wali nikah. Sementara itu, Wulan duduk tepat di belakang Erlangga.


"Jangan gugup," bisik Wulan dari belakang.


Tak berselang lama, acara pengucapan janji suci pun dilaksanakan. Meski dengan perasaan gugup, Erlangga dapat mengucapkan ijab Qabul dengan lancar. Kini Erlangga dan Elfira sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Ada perasaan lega yang Erlangga rasakan. Akhirnya momen yang di nanti-nantikan sudah selesai terlaksana.


Selesai ijab Qabul, penghulu meminta Elfira untuk keluar agar bisa segera melanjutkan ke acara berikutnya dan juga menandatangani beberapa berkas. Wulan pun meminta Bi Asih untuk memanggilkan Elfira.


Di dalam kamar Elfira mendengar bagaimana Erlangga mengucapkan ijab Qabul nya tanpa ada yang salah. Wanita itu merasa lega dan sekarang statusnya sudah berganti menjadi istri dari Erlangga Putra Wijaya.


Bi Asih datang dan meminta Elfira untuk segera turun. Halimah dan Bianca pun langsung membantu Elfira. Mereka berjalan di sisi kanan dan kiri Elfira, sedangkan Anin yang sejak tadi tak ingin jauh dari ibunya berjalan di depan mereka.


Saat Elfira berjalan menuruni tangga, semua mata tertuju padanya membuat wanita cantik itu malu karena menjadi pusat perhatian. Sepanjang berjalan, Elfira hanya menundukkan kepalanya dan tak berani menatap ke depan. Apalagi saat tadi matanya tak sengaja bertatapan dengan Erlangga. Lelaki itu terlihat sangat tampan di mata Elfira.


Setelah sampai di depan penghulu, Halimah pun membantu Elfira untuk duduk tepat di sebelah Erlangga. Sementara itu, Erlangga masih terus memandangi wajah sang istri. Sejak Elfira turun dari lantai dua hingga kini sudah duduk di sebelahnya, mata Erlangga masih tak lepas dari wajah Elfira. Erlangga di buat jatuh cinta untuk ke sekian kalinya pada Elfira.


"Udah kali bos mandanginya, gak takut lepas itu bola mata dari tadi gak kedip-kedip," ledek Dewo yang sejak tadi memperhatikan Erlangga.


Semua orang yang ada di sana pun jadi tertawa mendengarnya, Erlangga spontan menatap tajam Dewo karena sudah berani membuat dirinya menjadi bahan tertawaan. Sementara Elfira masih setia menunduk sambil tersenyum malu.


Acara masih terus berlanjut, setelah pembacaan doa dan mendengarkan nasihat pernikahan dari penghulu, kini Erlangga dan Elfira di minta untuk menandatangani berkas-berkas pernikahan mereka. Setelah itu mereka di minta untuk berfoto bersama para tamu dan keluarga sebelum nantinya mereka akan berganti pakaian dan berangkat ke gedung tempat resepsi pernikahan mereka berlangsung.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2