Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 9 Terbongkarnya kebusukan Adam (2)


__ADS_3

"Loh, Sandra. kamu kenapa nangis nak" Puspa sangat terkejut saat melihat putrinya menangis.


"Ma, hiks..hiks.."


"Sebentar, mama bawa Axel ke kamar dulu" Puspa pun membawa cucunya ke dalam kamar dan membaringkannya di dalam box bayi miliknya.


"Sekarang cerita sama mama, kenapa kamu nangis kayak tadi"


"Mas Adam, ma. Mas Adam jahat sama aku"


"Memangnya apa yang dilakukan Adam ke kamu"


Sandra pun menceritakan kejadian saat Adam menghina dan merendahkan dirinya dan Adam tidak bersedia menikahi dirinya secara sah. Padahal dulu Adam sudah berjanji, tapi sekarang dia malah mengingkarinya. Puspa sangat marah, dia paling tidak suka jika ada orang yang menyakiti hati putrinya.


"Kurang ajar itu si Adam, sepertinya dia mau main-main dengan kita"


"Aku gak terima dihina seperti itu sama mas Adam, ma"


"Mama juga gak terima anak mama dihina, kamu tenang aja mama punya rencana" Puspa membisikkan sesuatu di telinga Sandra, sesaat kemudian senyum licik pun terbit di bibir keduanya.


***


"Kamu kok duduk di luar sayang" Adam yang baru saja sampai di rumah, merasa heran melihat Elfira duduk di teras malam-malam sendirian.


"Aku sengaja nunggu kamu pulang mas, kenapa malam banget pulangnya" Elfira melirik jam di ponselnya yang menunjukkan angka 11 malam.


Adam sedikit tergagap menjawab pertanyaan Elfira, "Mas ada meeting dengan klien, sekalian main golf tadi. Terus klien tadi juga ngajak makan malam sekalian ngobrol-ngobrol sampe lupa waktu"


Elfira mulai merasa jengah dengan semua kebohongan suaminya itu, bukannya dia tidak mengetahui perbuatan suaminya di belakang dirinya, tapi Elfira sedang menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semuanya.


"Tapi apa harus sampai selarut ini mas, Anindya dari tadi nungguin kamu terus sampai akhirnya dia kecapekan dan tertidur"


"tadi kan sudah mas bilang, mas keasyikan ngobrol sampe lupa waktu"


"Ya paling tidak, luangkan lah waktumu sedikit untuk Anin mas. Belakangan ini kamu terus saja sibuk, dan jarang ada di rumah. Kamu gak tau kan, betapa kangennya anak itu sama ayahnya"


Adam terdiam mendengar perkataan Elfira, memang benar belakangan ini dia jarang ada di rumah. Adam selalu menghabiskan waktunya di rumah Sandra, hingga dia sampai melupakan anak dan istrinya di rumah.


Adam menggenggam tangan Elfira sambil berkata " maafkan mas sayang, mas janji mulai besok mas akan meluangkan waktu mas untuk kalian"


Elfira yang sudah jengah pun langsung menarik tangannya dari genggaman Adam, "kamu tidak perlu berjanji mas, cukup buktikan saja ucapanmu dengan perbuatan" setelah itu Elfira langsung berdiri dan masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Adam yang sedang terpaku melihat perubahan istrinya itu.


Adam meremas rambutnya frustasi, dia bingung harus bagaimana. Di satu sisi dia tak ingin kehilangan Elfira, namun di sisi lain dia juga tak bisa menghilangkan kebiasaan yang dilakukannya bersama Sandra. Karena hanya Sandra satu-satunya orang yang mengetahui tentang kelainannya, dan hanya Sandra juga yang bersedia dijadikan tempat pelampiasan Adam. Lelah dengan pikirannya sendiri, akhirnya Adam pun masuk ke dalam rumah menyusul Elfira yang sudah terbuai ke alam mimpi.


***


Ting tong


Suara bel pintu terdengar dari dalam rumah, Elfira yang sedang sibuk menyuapi Anin pun meminta bik Asih untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Bik, tolong bukain pintunya ya."


"Baik Bu" bik Asih pun buru-buru berjalan ke depan untuk membukakan pintu.


"Maaf, mau cari siapa ya" tanya bik Asih pada seorang wanita yang berdiri membelakanginya. Lalu wanita tersebut membalikkan badan menghadap bik Asih. Wanita itu melepaskan kacamata hitam yang dikenakannya lalu tersenyum ramah pada bi Asih.


"Apa benar ini rumah bapak Adam Said" tanya wanita itu.


Bik Asih memperhatikan wanita tersebut dari atas hingga ke bawah karena merasa tak pernah melihat wanita yang ada di hadapannya ini. Dengan sedikit ragu akhirnya bik Asih pun mengangguk.


"Benar Bu, tapi bapak gak di rumah"


"Saya tau, tapi kalau istrinya ada kan"


"Ada Bu, mari silahkan masuk. Biar saya panggil Bu Elfira nya dulu." Setelah mempersilahkan wanita itu masuk, bik Asih pun menemui Elfira.


"Maaf Bu, ada tamu yang nyari ibu"


"Siapa bik"


"Hm, saya gak tau Bu, lupa nanya tadi"


"Ya udah gak apa-apa. Tolong buatkan minum ya bik"


"Baik Bu" bik Asih pun pergi ke dapur untuk membuat minum.


"Anin tunggu disini dulu ya, nanti di temani sama bik Asih. Bunda mau temuin tamu nya dulu"


Elfira pergi menemui tamunya yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Maaf, ada perlu apa mencari saya" tanya Elfira saat sudah berada di ruang tamu.


Wanita itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya. "Saya Sandra, istri sirih nya mas Adam" wanita itu, yang ternyata adalah Sandra, sengaja menekan kan kata istri sirih membuat Elfira terkejut sampai membulatkan matanya.


Elfira sama sekali tak membalas uluran tangan Sandra hingga membuat wanita itu harus menarik kembali tangannya yang tak mendapatkan balasan.


"Mbak pasti terkejut kan, dan berpikir kalau saya ini sedang berbohong" ucap Sandra seolah tau apa yang ada dalam pikiran Elfira. Sandra masih tetap tersenyum sambil terus berbicara, dia tak perduli meskipun membuat Elfira sakit hati nantinya. Karena dirinya sendiri juga sudah sangat sakit hati dengan perbuatan Adam padanya.


"Tapi sayangnya saya sedang tidak berbohong. Apa yang saya katakan tadi adalah kebenarannya. Kami sudah menikah sirih selama dua tahun dan kami juga sudah memiliki anak laki-laki berusia satu tahun"


"Gak mungkin, anda pasti bohong kan. Anda hanya ingin memfitnah suami saya kan" tanya Elfira yang masih berusaha mempercayai Adam suaminya.


"Saya gak bohong mbak, bahkan saya punya bukti-bukti pernikahan sirih kami. Dan sekarang, saya sedang mengandung anak kedua kami" ucap Sandra sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata. Sesaat kemudian, Sandra mengeluarkan beberapa lembar foto pernikahan sirih mereka, tidak hanya itu, Sandra juga mengeluarkan foto hasil USG saat hamil anak pertama dan foto hasil USG anak kedua yang saat ini sedang di kandungnya.


Bak disambar petir di siang bolong, Elfira menatap tak percaya pada foto-foto yang terletak di atas meja tersebut. Bagaimana mungkin suaminya mengkhianati dirinya dan bahkan sampai memiliki anak dengan wanita lain. Tadinya Elfira tak ingin mempercayai ucapan Sandra, tapi bukti-bukti itu menjelaskan semua kebenarannya.


Elfira ingin kembali berkata namun kedatangan bik Asih membuatnya harus bungkam untuk sesaat, dia juga menyembunyikan foto-foto itu di bawah bantal kursi.


"Silahkan di minum, Bu" bik Asih membawakan dua gelas air sirup dan stoples cemilan. Setelah meletakkan minuman dan cemilan di atas meja, bik Asih kembali ke dapur untuk menemani Anin.

__ADS_1


"Kalau mbak masih kurang percaya dengan foto-foto itu, mbak silahkan lihat video ini" sambung Sandra setelah bik Asih tak terlihat lagi, dia memberikan ponselnya pada Elfira, dimana terdapat banyak foto dan video kegiatan intim Sandra dan Adam.


Tangan Elfira sampai bergetar saat melihat video suaminya sedang bergumul dengan Sandra. Dalam video itu terlihat jelas wajah mereka berdua, mereka juga terlihat sangat menikmati. Air mata Elfira mengalir begitu saja, dia tak sanggup lagi melihat seluruh video panas yang ada di dalam ponsel milik Sandra.


"Gimana mbak, udah percaya kan dengan perkataan saya. Mas Adam itu tidak sebaik yang mbak kira, dan asal mbak tau, mas Adam itu punya kelainan" Sandra sengaja membongkar semuanya termasuk kelainan s*ksual yang di alami Adam. Sandra sudah sangat sakit hati, dia ingin membalas perbuatan Adam dengan menghancurkan pernikahan Adam dengan Elfira.


"Apa maksud kamu, kelainan apa yang di derita mas Adam" tanya Elfira penasaran.


"Mbak beneran gak tau, mas Adam gak pernah cerita sama mbak" pancing Sandra berpura-pura bodoh. Padahal sebenarnya dia tau kalau Adam menutupi kelainannya itu dari Elfira. Elfira hanya bisa menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Sandra.


"Saya sebenarnya tidak ingin membongkar aib mas Adam, tapi saya rasa mbak harus tau karena mbak adalah istri sah nya mas Adam. Dan saya juga gak tega melihat mbak yang terus-terusan di bohongi oleh suami mbak itu"


"Gak usah bertele-tele, katakan saja yang ingin kamu sampaikan" ucap Elfira tegas, dia tau kalau Sandra hanya berpura-pura kasihan padanya.


"Mbak gak sabaran banget sih. Sebenarnya, mas Adam itu punya kelainan s*ksual," Elfira mengangkat sebelah alisnya tak mengerti, karena yang dia tau, tak ada yang aneh dari suaminya.


"Mas Adam itu mempunyai nafsu **** yang tinggi atau yang biasa dikenal hypers*ks" ungkap Sandra membuat Elfira menutup mulutnya dengan tangan. Dia tak percaya jika suaminya seperti itu.


"Gak mungkin" bisik Elfira tak percaya.


"Mbak boleh tanya lang..."


"Tutup mulut kamu Sandra" teriak Adam yang sudah berdiri di depan pintu rumah, membuat Sandra tak jadi melanjutkan ucapannya. Entah darimana Adam tau bahwa Sandra ada di rumahnya.


Dengan nafas yang tersengal dan penuh emosi, Adam berjalan menghampiri Sandra. Dengan kasar Adam menarik Sandra dan hendak menyeretnya keluar. Namun Sandra berhasil menepis tangan Adam dan melepaskannya.


"Apa-apaan sih kamu mas" tanya Sandra tak terima.


"Kamu yang apa-apaan, ngapain kamu datang ke rumah ku dan berbicara yang tidak-tidak dengan istriku"


"Aku gak bicara yang tidak-tidak, aku bicara yang sebenarnya mas"


"Tutup mulut kamu Sandra" bentak Adam, lalu menoleh pada Elfira yang masih duduk terpaku menyaksikan suaminya bertengkar dengan istri sirih nya. "Sayang, kamu jangan percaya sama omongan wanita licik ini, dia ini penipu sayang, dia hanya ingin memfitnah mas" ucap Adam membela diri.


"Aku gak bohong mbak, mbak lihat sendiri kan tadi..."


"Cukup, saya tidak mau mendengar apapun dari kalian. Sebaiknya kalian pergi dari rumah ini dan selesaikan masalah kalian berdua di luar"


"Sayang, kamu jangan..."


"Keluar mas." potong Elfira cepat, "Sebaiknya kamu bawa istri kamu itu keluar dari sini, aku gak mau kalau Anin sampai tau kelakuan buruk ayahnya"


"Sayang..."


"KELUAR MAS" bentak Elfira karena sudah tak bisa lagi menahan emosinya.


Melihat Elfira yang sudah sangat emosi, Adam pun tak punya pilihan lain. Dia langsung menyeret Sandra tanpa memberikan sedikitpun kesempatan Sandra untuk melepaskan diri.


Setelah kepergian Adam dan Sandra, Elfira langsung meluruhkan tubuhnya di sofa. Tak bisa lagi ia menahan air matanya, hatinya sungguh sakit saat mengetahui fakta bahwa suaminya sudah memiliki istri yang lain tanpa sepengetahuan dirinya. Elfira menangis tersedu-sedu memikirkan nasib dirinya dan pernikahannya nanti, terutama nasib anaknya.

__ADS_1


***


bersambung....


__ADS_2