
Siang ini Elfira sedang berada di salah satu mall yang tak jauh dari rumahnya. Ia sengaja tak membawa Anindya karena anak itu sedang bersama Adam, ayahnya.
Tadi pagi Adam menghubungi Elfira dan meminta ijin untuk mengajak Anin pergi jalan-jalan, setelah Elfira mengijinkannya, Adam langsung bergegas datang ke rumah Elfira untuk menjemput anaknya itu.
Anin yang sudah lama tak bertemu dengan sang ayah pun merasa sangat senang. Anin juga sangat bersemangat saat Adam mengatakan ingin mengajaknya jalan-jalan.
Elfira masuk ke dalam supermarket yang ada di dalam mall tersebut. Ia ingin berbelanja bahan makanan untuk di rumahnya, karena kebetulan stok nya sudah banyak yang habis.
Elfira sedang memilah sayuran dan buah-buahan, kebetulan rak sayur dan buah itu bersebelahan. Elfira melihat deretan buah apel, ia ingin membelinya untuk Anin. Anaknya itu sangat menyukai buah dan sayur, sama seperti Adam.
Saat tangannya terulur dan ingin mengambil buah tersebut, ada sebuah tangan yang juga ikut terulur, alhasil Elfira malah memegang tangan orang tersebut.
Refleks Elfira langsung menarik tangannya dan meminta maaf.
"Maaf ya, saya gak sengaja" ucap Elfira sambil menundukkan kepalanya.
"Elfira kan" tanya orang itu, Elfira pun langsung mengangkat kepalanya demi melihat orang yang memanggil namanya.
Untuk sesaat Elfira mengerutkan alisnya, ia tak mengenali sosok yang ada di depannya itu, namun Elfira merasa wajahnya juga tak asing baginya.
"Saya Erlangga, kamu masih ingat" seolah mengerti arti tatapan Elfira yang sepertinya tak mengenalinya.
"Aku keponakannya Tante Halimah, waktu itu kita ketemu di toko nya" lanjut Erlangga lagi.
Mendengar nama Halimah, Elfira pun langsung teringat, ya, dia ingat pernah bertemu dengan Erlangga di toko kue milik Halimah. Erlangga, CEO tempat Adam bekerja. Elfira sudah ingat sekarang.
"Ah iya, saya ingat. Maaf ya, saya sempat tidak mengenali kamu tadi. Soalnya saya susah mengenali wajah orang jika hanya bertemu sekali saja." ucap Elfira tak enak hati.
__ADS_1
Erlangga tersenyum menanggapi ucapan Elfira. "Tidak apa-apa, wajarlah. Kan kita baru sekali bertemu." ujar Erlangga memaklumi.
...****************...
"Gimana kabar anak kamu, siapa namanya ...?" tanya Erlangga. Mereka berdua sedang berada di salah satu restoran yang ada di dalam mall yang mereka datangi tadi.
Erlangga mengajak Elfira makan siang sambil mengobrol. Awalnya Elfira menolak, karena merasa canggung sekaligus sungkan. Tapi Erlangga memaksa dan mengatakan ingin mentraktir sekaligus ingin berteman dengan Elfira, dan disinilah mereka berada sekarang.
"Anindya" Jawab Elfira.
"Nah, iya. Anindya, gimana kabarnya"
"Alhamdulillah, dia baik-baik saja" jawab Elfira canggung.
"Oh iya, ngomong-ngomong, kok kamu sendirian saja. Kenapa anak kamu gak ikut"
"Terus, kenapa kamu gak ikut jalan-jalan sama mereka. Malah belanja di mall sendirian."
Sebenarnya Elfira enggan untuk menjawab pertanyaan Erlangga yang satu ini, tidak mungkin juga Elfira menjelaskan tentang hubungannya dengan Adam, kan. Hubungan mereka tidak sedekat itu hingga harus menceritakan hal yang pribadi.
"Kebetulan bahan makanan di rumah stok nya sudah habis, makanya saya belanja hari ini. Oh iya, dengar-dengar di kantor kamu lagi butuh karyawan ya" tanya Elfira mengalihkan pembicaraan.
"Iya, kebetulan posisi sekretaris lagi kosong. Kamu mau coba melamar?"
'Uhuk uhuk'
Elfira sempat tersedak mendengar pertanyaan Erlangga, sejujurnya ia ingin sekali bekerja. Namun, tak di perusahaannya Erlangga juga, kan.
__ADS_1
Bagaimana jika nanti ia bertemu dengan Adam disana, pasti rasanya akan sangat canggung.
"Pelan-pelan minumnya" ucap Erlangga sambil memberikan selembar tisu untuk Elfira.
"Terimakasih" ucapnya pelan, lalu menggunakan tisu tersebut untuk menyeka bibirnya yang basah.
"Hmm, maaf Er. Sepertinya aku harus pulang sekarang, takutnya Anin sudah di rumah dan mencari aku" ucap Elfira beralasan.
Sebenarnya ia tak ingin berlama-lama bersama Erlangga, selain karena takut ada fitnah, Elfira juga menghindari Erlangga bertanya tentang hal yang bersifat pribadi lainnya.
"Aku antar ya"
"Eh, gak usah. Aku bisa pulang sendiri" ucapnya gugup.
"Udah gak apa-apa. Sekalian saja, saya juga ingin bertemu dengan Anin"
"Tapi ..." Elfira tampak ragu untuk mengiyakan tawaran Erlangga.
"Gak perlu takut, saya gak gigit kok" canda Erlangga.
Dengan ragu Elfira pun terpaksa menerima ajakan Erlangga pulang bersama pria itu, meskipun sebenarnya ia merasa tak enak hati. Takut terjadi salah paham jika ada yang melihatnya berduaan dengan lelaki lain.
Tak banyak yang tau tentang masalah rumah tangganya dengan Adam. Hanya Halimah satu-satunya orang yang ia ceritakan tentang masalahnya itu.
...****************...
bersambung.....
__ADS_1