Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 29 Airmata Sandra


__ADS_3

Setelah mengetahui kalau Adam di penjara, Sandra merasa sangat sedih. Sandra tau kalau suaminya itu bukanlah orang yang baik, bahkan dirinya pun sering mendapat perlakuan jahat dari sang suami. Meskipun begitu, tetap saja hatinya seakan tak rela jika suaminya di penjara.


Siang ini rencananya Sandra ingin mengunjungi Adam di penjara, dia sudah mencari tau di lapas mana suaminya di tahan. Sebelum berangkat, Sandra menitipkan Axel kepada Saskia yang kebetulan hari ini dia sedang libur kuliah.


"Mbak titip Axel sama kamu ya Ki, maaf kalo mbak sering ngerepotin kamu" ucap Sandra saat mengantarkan Axel ke rumah Saskia.


"Iya mbak, gak masalah kok. Aman itu," balas Saskia.


"Ya udah kalo gitu mbak pergi dulu ya," pamitnya pada Saskia. Lalu ia berjongkok di depan Axel, "mama pergi sebentar ya sayang, kamu baik-baik di sini sama kak Saskia. Gak boleh ngerepotin kakak ya," ucapnya menasihati Axel.


"Ote mama." Axel mengangkat ke dua ibu jarinya.


Setelah berpamitan, Sandra pun pergi dengan taksi yang sudah di pesan sebelumnya.


***


"Bagaimana kamu tau kalau aku ada di sini?" tanya Adam pada Sandra yang sudah duduk di hadapannya. Seorang petugas lapas mengatakan kalau ia mendapat kunjungan dari keluarganya. Adam pikir kalau Elfira yang datang, ia sudah sempat merasa senang. Namun, saat tau yang datang adalah Sandra, Adam langsung merubah raut wajahnya menjadi kecewa. Dan Sandra menyadari itu.


"Kamu kayaknya gak senang banget aku datang mengunjungimu. Apa kamu berharapnya mantan istri kamu yang datang mas," sindir Sandra membuat Adam mendengus.


"Kalau kedatangan kamu ke sini hanya untuk mengejek, lebih baik kamu pergi dan tak perlu datang lagi," usir Adam.


"Tidak bisakah kamu melihat ketulusanku sedikit saja mas. Apa begitu sulit kamu memberikan hati kamu buat aku, kamu tau kan kalau aku tulus mencintai kamu," lirih Sandra sambil menatap sendu ke arah Adam.


"Tatap mataku mas," pinta Sandra karena sejak tadi Adam mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Mas, lihat aku. Aku ini juga istri kamu. Aku mohon, cintai aku juga seperti kamu mencintai Elfira," ucap Sandra memohon sampai meneteskan airmata.


Sebenarnya Adam tak tega melihat Sandra yang terus-terusan memohon padanya untuk dicintai. Bukannya Adam tak mau, hanya saja hatinya sudah tertutup oleh cintanya terhadap Elfira. Sejak dulu hanya Elfira yang dia cintai dan yang selalu ada di dalam hatinya. Meskipun ia selalu bermain wanita, tapi tetap Elfira yang selalu menjadi primadona nya. Karena Elfira adalah cinta pertama dan terakhirnya.


"Pulanglah San, tidak perlu kamu datang ke sini lagi," ucap Adam tanpa melihat Sandra sedikitpun.


"Kamu usir aku mas?"

__ADS_1


"Sebaiknya kamu jangan pernah lagi datang kesini, fokuslah pada kehamilanmu dan jangan terlalu banyak pikiran. Ingatlah, ada janin yang harus kamu jaga dan aku doa kan semoga persalinan kamu lancar."


"Mas."


"Jangan lupa kabari aku kalau kamu mau lahiran." Adam bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Sandra begitu saja.


"Mas!" panggil Sandra. Namun Adam tetap tak menoleh.


"Mas Adam!" teriaknya lagi, namun lagi-lagi Adam tetap tak menoleh sampai akhirnya ia masuk dan kembali ke dalam sel nya.


Sandra terduduk dan menangis tergugu melihat Adam yang pergi tanpa mau melihatnya. Hatinya sangat sakit, suami yang begitu dicintainya tak pernah mau menganggapnya ada.


"Sampai kapan aku terus bertahan dalam bayang-bayang mantan istri kamu mas. Apakah aku memang tak layak untuk kamu cintai, apa kamu tak ada niat sedikitpun untuk membalas cintaku?" gumam Sandra dalam tangisannya.


...****************...


Di sebuah taman, Sandra duduk termenung sambil mengelus perutnya yang membuncit. Dari hamil anak pertama sampai sekarang hamil anak kedua, Sandra tak pernah merasakan yang namanya perhatian dan bermanja-manja dengan suami. Terkadang Sandra suka merasa iri ketika melihat wanita lain yang diperlakukan manis bahkan dimanjakan oleh suaminya. Berbeda dengan Sandra, bahkan sampai dia mengemis pun Adam tak akan pernah mau melakukan itu padanya.


'Haah'


"Apakah aku serendah itu di mata kamu mas?" gumam Sandra sambil menatap langit.


Tetesan-tetesan bening berjatuhan membasahi pipinya, Sandra meluapkan semua kesedihannya melalui airmata. Di tengah kesedihannya, Sandra mendengar ponselnya berdering.


'Saskia'


Nama yang tertera di layar ponselnya, Sandra menghapus airmatanya lalu menarik nafasnya untuk menetralkan suaranya agar tak terdengar jika dia habis menangis.


"Halo Ki," sapa Sandra.


"Halo mbak. Mbak lagi dimana? Masih lama gak pulangnya?" tanya Saskia dengan nada suara yang sedikit panik.


"Ini sudah mau pulang, memangnya kenapa Ki? Kok kamu kayak panik gitu?"

__ADS_1


"Aduh gimana ya mbak, tadi aku dapat telepon dari kampung kalo ibu aku lagi sakit. Jadi aku di minta pulang sekarang mbak, kalo bisa mbak cepetan pulang ya. Ini Axel juga dari tadi nanyain mbak terus."


"Oke. Oke Ki, mbak pulang sekarang." Sandra pun bergegas pulang dan menyetop taksi yang kebetulan sedang melintas di dekat taman tersebut.


...****************...


"Maaf ya mbak, aku gak bisa jaga Axel lama-lama karena harus segera pulang kampung," ujar Saskia.


"Gak apa-apa Ki, harusnya mbak yang minta maaf karena sudah banyak ngerepotin kamu."


"Gak masalah mbak, Axel itu anaknya imut banget makanya aku suka kalo di titipin Axel."


"Sekarang Axel nya mana?" tanya Sandra sambil mengintip dari pintu.


"Ada di dalam lagi tidur, sebentar aku gendong dan bawa dia ke rumah mbak." Saskia berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Eh, gak usah Ki. Biar mbak saja yang gendong dia, kamu kan harus segera ke stasiun," cegah Sandra tak enak hati.


"Masih ada waktu kok mbak, aku malah kasihan sama mbak. Sudah perut besar begitu masa mau gendong Axel lagi."


Akhirnya Sandra pun tak menolak, karena memang sejak perutnya yang semakin besar dia mulai kesulitan untuk menggendong Axel yang tubuhnya mulai berisi.


Saskia pun menggendong Axel sampai ke rumah Sandra, bahkan dia juga membawanya sampai ke kamar Axel dan membaringkannya di tempat tidur.


"Kalo gitu aku pergi dulu ya mbak," ucap Saskia setelah meletakkan Axel di tempat tidur.


"Terimakasih ya Ki, kamu juga hati-hati di jalan ya," balas Sandra.


"Oke mbak." Saskia pun berlalu.


Kini tinggal Sandra dan Axel berdua di dalam kamar itu. Di lingkungan tempat tinggalnya, Sandra tak mempunyai teman selain Saskia. Karena sehari-hari pun Sandra memang jarang bersosialisasi, hanya dengan Saskia saja biasanya dia berinteraksi. Itupun karena gadis itu yang lebih dulu mendekatinya.


"Tau begini lebih baik aku di rumah mama saja," gumam Sandra. Kemudian, ia ikut berbaring di samping Axel.

__ADS_1


...****************...


bersambung.....


__ADS_2