
Seminggu sudah Adam tidak bekerja setelah ia resmi di pecat dari tempat kerjanya. Dan sudah dua hari ini ia tinggal sendiri di rumah yang ia tempati bersama Sandra. Beberapa hari yang lalu ia bertengkar dengan Sandra dan membuat wanita itu mengungsi ke rumah orang tuanya dan meninggalkan Adam sendirian di rumah itu.
Ditangannya kini sudah ada surat dari pengadilan agama, panggilan sidang lanjutan untuk kasus perceraiannya dengan Elfira. Hidupnya kini semakin kacau sejak ia di usir dari rumah Elfira.
"Kamu pikir kamu bisa lepas begitu saja dari aku, kamu tunggu saja Elfira. Kali ini aku akan datang ke persidangan dan menggagalkan tuntutan cerai dari kamu. Aku tidak akan pernah melepaskan kamu, selamanya kamu akan tetap jadi istriku dan tak akan ku biarkan lelaki manapun memilikimu, termasuk si Erlangga brengsek itu," monolog Adam dengan penuh kebencian. Lalu Adam menenggak sebotol alkohol yang sejak tadi menemani kesendiriannya.
...****************...
Keesokan harinya Adam sedang bersiap-siap, dia akan menghadiri sidang perceraiannya yang akan di mulai sekitar satu jam lagi. Adam sudah bertekad tidak akan menceraikan Elfira, dia akan mempertahankan istrinya itu bagaimanapun caranya.
Selesai mematut diri di cermin, Adam pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju garasi dimana mobilnya terparkir. Kemudian ia melajukan mobilnya menuju pengadilan agama.
Beberapa menit kemudian, mobil Adam sampai di area gedung pengadilan agama. Ia pun membelokkan mobilnya menuju parkiran. Adam turun dari mobilnya dan berjalan menuju ruang sidang. Ditengah perjalannya menuju ruang sidang, dari arah yang berlawanan tampak Elfira yang juga baru datang bersama pengacaranya.
Adam menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruang sidang lalu tersenyum sinis melihat wanita itu, dalam hatinya ia bersumpah tak akan melepaskan Elfira dan akan membalaskan sakit hatinya pada wanita itu.
Elfira melihat Adam berdiri di depan ruang sidang, sebenarnya ia sangat malas melihat laki-laki yang akan menjadi mantan suaminya itu. Namun, bagaimana pun juga Elfira tetap harus melangkah dan masuk ke dalam ruang sidang tersebut.
"Aku akan pastikan kalau kamu tidak akan memenangkan persidangan ini, Fir. Kamu tidak akan bisa bercerai dariku dan selamanya kamu akan tetap jadi istriku," ucap Adam.
"Jangan mimpi kamu Adam, aku akan pastikan Elfira yang akan memenangkan gugatannya dan aku juga akan segera menjebloskan kamu ke dalam penjara," sahut Bianca dari belakang Elfira.
"Ooh, ternyata kalian sudah bekerjasama ya. Kalian pikir dengan bekerjasama begini akan bisa mengalahkan aku. Cih, jangan harap."
"Kita lihat saja nanti Adam, siapa yang akan jadi pemenangnya," tantang Bianca lalu mengajak Elfira dan pengacaranya untuk segera masuk. Karena persidangan perceraian antara Adam dan Elfira akan segera di mulai.
***
__ADS_1
Sidang perceraian Elfira dan Adam berlangsung dengan sangat sengit. Adam yang terus bertekad tak ingin bercerai dari istrinya, sedangkan Elfira tetap dengan keputusannya yang ingin bercerai.
Adam sampai berpura-pura menangis dan bersandiwara bahwa ia sangat mencintai Elfira. Sebisa mungkin ia berusaha untuk meyakinkan hakim agar dapat menolak gugatan Elfira. Ia sampai membayar pengacara untuk bersekongkol dengannya untuk meyakini hakim.
Elfira sudah sangat muak dengan akting yang ditunjukkan oleh Adam, begitu juga dengan Bianca. Karena tak ada titik tengah antara ke dua nya, akhirnya hakim memutuskan untuk menunda sidang sampai Minggu depan. Namun, Elfira dan pengacaranya tak menyerah begitu saja.
Sebelum sidang tersebut benar-benar berakhir, pengacara yang di sewa Elfira memberikan bukti-bukti perselingkuhan Adam selama 5 tahun pernikahannya dengan Elfira. Bukan hanya itu saja, pengacara tersebut juga mengatakan jika Adam telah melakukan pelecehan pada seorang gadis yang mengakibatkan gadis tersebut koma.
Awalnya Adam membantah dan tak terima atas tuduhan yang diberikan padanya. Akan tetapi, semua bukti-bukti sudah jelas menunjukkan bahwa Adam bukanlah suami yang baik.
Untuk itu hakim pun akhirnya mengabulkan gugatan cerai Elfira dan hak asuh anak mereka jatuh pada Elfira mengingat anaknya masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang ibunya. Adam di minta untuk menjatuhkan talaknya saat itu juga pada Elfira. Karena sudah merasa kalah, Adam pun terpaksa harus melakukannya. Meskipun dalam hatinya kini bersarang kebencian untuk wanita yang pernah menjadi istrinya itu. Dan kini akhirnya Adam dan Elfira telah resmi bercerai.
Akhirnya Elfira bisa bernafas lega, ia sudah terbebas dari laki-laki brengsek seperti Adam. Elfira menangis bahagia, Bianca yang saat itu ikut menemani Elfira pun memeluk temannya itu untuk memberikannya kekuatan. Dan melalui pelukannya itu Bianca ingin menyampaikan bahwa Elfira tidak sendirian, ada banyak orang yang menyayanginya dan akan selalu mendukungnya.
Berbeda dengan Elfira yang kini menangis bahagia, Adam justru merasa sangat membenci mantan istrinya itu. "Jangan senang dulu kamu Fira, aku akan rebut hak asuh Anindya agar bisa jatuh ke tanganku," ucap Adam dengan sinis.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan Anindya pada kamu, aku tidak sudi anakku di asuh oleh ayah yang brengsek seperti kamu," balas Elfira sambil menunjuk wajah mantan suaminya itu.
"Kamu gak perlu takut Fir, Adam tidak akan bisa merebut hak asuhnya dari kamu. Karena setelah ini aku akan menuntutnya ke pengadilan atas kasus yang menimpa adikku," ujar Bianca.
"Benar Bu Elfira, mbak Bianca ini sudah meminta saya untuk membantunya menangani kasus adik beliau. Jadi secepatnya tim saya akan segera menanganinya dan sebentar lagi pak Adam akan di panggil ke kepolisian untuk di periksa," sahut pengacara yang menangani sidang perceraian Elfira tadi.
"Syukurlah kalau begitu, saya jadi bisa sedikit tenang," balas Elfira sambil mengelus dadanya.
Kini ke tiga nya pun pergi dari gedung pengadilan agama dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
...****************...
__ADS_1
Adam tiba di rumahnya dengan perasaan marah, ia tak terima dengan kekalahannya. "Kalau aku tidak bisa memiliki Elfira maka siapapun tidak akan bisa memilikinya, terutama si Erlangga brengsek itu. Aku akan memberinya pelajaran karena sudah berani ikut campur urusan pribadiku," monolog Adam sambil menyeringai.
Adam berjalan gontai menuju kamarnya, namun tiba-tiba saja pintu rumahnya ada yang mengetuk. "Akh, brengsek. Siapa sih, ganggu orang mau istirahat saja," gerutu Adam. Dengan perasaan kesal, Adam berjalan menuju pintu untuk melihat siapa orang yang sudah mengganggunya.
"Selamat siang pak," sapa orang yang tadi mengetuk pintu.
Adam memperhatikan orang tersebut dengan seksama, jika di lihat dari penampilannya orang tersebut seperti kurir.
"Ada perlu apa," ucap Adam dengan ketus.
"Maaf pak, apa benar ini rumahnya bapak Adam Said?" tanya kuris tersebut.
"Ya benar," jawab Adam.
"Ini pak, ada surat untuk bapak." Kurir tersebut pun memberikan suratnya pada Adam, "tolong tandatangan di sini pak," ucapnya lagi sambil memberikan buku ekspedisi sebagai tanda serah terima.
"Sudah."
"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi dulu." Kurir itu pun berlalu dari hadapan Adam tanpa menunggu balasan dari Adam.
Setelah kurir itu pergi dan tak terlihat lagi, Adam menutup pintu rumahnya dan berjalan sambil membolak-balikkan amplop coklat besar yang ada di tangannya tersebut.
Karena penasaran, Adam langsung menyobek bagian atas amplop dan mengeluarkan isinya yang ternyata adalah surat panggilan dari kepolisian untuknya.
"Aaarghh! Brengsek! Kalian semua brengsek!"
"Elfira dan Bianca, kalian berdua mau bermain-main denganku rupanya. Kalian belum tau siapa aku, kita lihat saja nanti siapa yang akan memenangkan pertarungan ini." Adam menyeringai sambil meremas surat yang sedang di pegangnya itu.
__ADS_1
...****************...
bersambung.....