
Saat weekend merupakan hari yang sangat di tunggu oleh semua orang, termasuk Anin. Siang ini rencananya dia akan pergi ke toko buku. Anin ingin membeli novel terbaru dari penulis favoritnya.
"Bunda, Anin pergi dulu ya," pamitnya pada sang ibu yang sedang membuat kue.
"Kamu mau kemana?" tanya Erlangga yang ikut membantu sang istri di dapur.
"Anin mau ke toko buku Pa."
"Ya sudah, hati-hati ya."
"Oke." Anin membentuk jari telunjuk dengan ibu jarinya membentuk sebuah lingkaran. Setelah itu dia pun pergi dan menunggu taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya.
Di depan rumah, Anin bertemu dengan Kenan yang baru saja pulang entah dari mana. Remaja itu memarkirkan motornya di sembarang tempat membuat Anin lagi-lagi harus mengomel.
"Kamu itu kebiasaan banget sih Ken, bisa gak sih parkir motor itu yang benar. Jangan sembarangan gitu," omelnya pada sang adik.
"Apa sih kak, baru juga pulang udah di omelin aja," protes Kenan.
"Makanya kalo kamu nggak mau di omelin, parkir motor kamu dengan benar. Masukkan ke dalam garasi kalo perlu."
"Kakak mau kemana?" tanya Kenan tanpa memperdulikan omelan dari kakaknya.
"Mau ke toko buku bentar."
"Ken antar ya."
"Nggak perlu, lagian kakak udah pesan taksi online, bentar lagi juga sampe taksinya."
Dan benar saja, tak lama kemudian taksi yang di pesan Anin tiba di depan rumah mereka. Anin pun segera menghampiri taksi tersebut tanpa berpamitan pada Ken.
"Dih, main pergi begitu aja. Gak pamitan lagi," gerutu Kenan yang pastinya tak akan di dengar oleh Anin. Kenan terus memperhatikan kakaknya hingga masuk ke dalam taksi.
Setelah taksi yang membawa Anin tak terlihat lagi, Kenan pun masuk ke dalam rumah sambil bersenandung.
****************
Siang ini Axel mengendarai motornya ke sebuah toko buku yang ada di salah satu mall. Ia ingin mencari buku untuk tugas kuliahnya. Sampai di toko buku, Axel langsung mencari buku manajemen bisnis. Begitu mendapatkan buku yang dia inginkan, Axel langsung membawanya ke meja kasir.
Namun, langkah Axel harus terhenti ketika melihat sosok yang sangat di kenalinya. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah lengkungan. Dengan langkah ringan, Axel pun menuju meja kasir tempat sosok tersebut berada.
"Hai!" sapanya membuat orang itu menoleh dan menatapnya.
"Axel. Kamu di sini juga," jawab Anin tak percaya. Ya, orang itu adalah Anin. "Terimakasih ya mbak," ucapnya setelah membayar bukunya pada petugas kasir.
__ADS_1
"Aku tunggu di situ," bisik Anin pada Axel.
Axel pun mengangguk lalu membayar buku yang di belinya agar bisa segera menghampiri Anin. Setelah Axel selesai membayarnya, ia segera melajukan langkahnya dan mendatangi Anin yang sedang berada di sebuah toko aksesoris, toko tersebut berada tepat di seberang toko buku tadi.
Axel berdiri di belakang Anin tanpa suara, ia memperhatikan wanita itu yang sedang melihat-lihat berbagai macam jepit rambut. Axel melirik pada sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu yang berwarna merah muda, sangat cocok jika di pakai oleh Anin. Secara spontan Axel mengulurkan tangannya dan mengambil jepit rambut tersebut.
""Nih, cocok banget buat lo," ucapnya sambil memberikan jepit rambut itu pada Anin.
"Axel. Sejak kapan kamu ada di sini?"
"Baru aja kok. Sini biar aku pakai kan."
Axel pun berusaha untuk memakaikan jepit rambut tersebut, Anin sempat mengelak tapi Axel dengan cepat menariknya hingga posisi mereka sangat dekat.
"Selesai." Axel memundurkan langkahnya lalu memandangi wajah Anin yang semakin cantik dengan memakai jepit rambut pilihannya.
"Cantik," puji Axel.
"Yuk." Axel menarik tangan Anin dan membawanya ke meja kasir. Ia membayarkan jepit rambut tersebut.
Awalnya Anin menolak untuk di bayarkan, tapi Axel terus memaksanya hingga mau tak mau Anin pun menerimanya.
Setelah membayar, mereka pun keluar dari toko tersebut.
****************
Setelah dari toko buku dan toko aksesoris, Axel mengajak Anin untuk makan siang di salah satu restoran yang ada di dalam mall tersebut. Mereka makan di restoran yang menyediakan berbagai macam menu dari berbagai negara. Ada makanan western dan ada juga makanan Nusantara.
"Aku mau nasi ayam geprek aja deh sama es teh manis," ucap Anin lalu menyerahkan buku menu pada pramusaji yang akan mencatat pesanan mereka.
"Kalau mas nya pesan apa?" tanya pramusaji tersebut pada Axel.
Axel tampak bingung ingin memesan apa, setelah membaca semua menu yang ada di buku, akhirnya Axel memilih menu makanan yang sama dengan Anin.
"Samain aja deh mas," ucap Axel pada akhirnya.
Pramusaji itu pun mencatat pesanan mereka lalu membaca ulang agar tak terjadi kesalahan.
"Baik, saya bacakan sekali lagi ya mas, mbak. Nasi ayam geprek nya dua sama es teh manisnya juga dua ya," ujar pramusaji itu. "Silahkan di tunggu ya, dalam lima belas menit pesanan mas sama mbak nya akan segera di antarkan," lanjutnya. Setelah itu pramusaji tersebut pun meninggalkan meja mereka dan melanjutkan pekerjaannya.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Axel dan Anin pun saling mengobrol tentang banyak hal. Tak jarang mereka tertawa bersama karena Axel yang selalu melontarkan leluconnya hingga tanpa sengaja mata Axel menangkap sosok yang sangat ia kenali sedang duduk dan bermesraan dengan seseorang yang tak dikenalnya.
Secara tiba-tiba wajah Axel berubah membuat Anin menatapnya heran.
__ADS_1
"Kenapa Xel?"
"Lo tunggu di sini bentar ya," ujar Axel tanpa menjawab pertanyaan Anin.
Axel bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri orang itu.
"Kamu mau kemana?" tanya Anin yang lagi-lagi tak di jawab oleh Axel.
Pemuda itu menghiraukan pertanyaan Anin, dia terus berjalan hingga sampailah ia di depan orang yang sangat di kenalnya itu.
"Mama!" panggil Axel membuat wanita yang tak lain adalah Sandra menolehkan kepalanya.
Sandra terkejut mendapati Axel sedang berdiri di hadapannya.
"Axel! Kamu ngapain di sini?" tanya Sandra terkejut.
"Justru Axel yang harusnya tanya sama mama, ngapain mama di sini sama laki-laki itu. Pake mesra-mesraan segala lagi."
"Ka-kamu jangan salah paham nak, mama bisa jelaskan," ucap Sandra terbata.
Saat ini Sandra sedang makan siang bersama seorang pengusaha property. Diam-diam dia menjalin hubungan dengan pria beristri tersebut. Sejak Adam menjatah uang bulanannya, Sandra tak bisa lagi shopping atau pun pergi ke luar negeri bersama teman-temannya. Untuk itu dia rela menjalin hubungan dengan pengusaha itu hanya untuk mendapatkan uangnya.
"Jelaskan apa Ma? Mama mau menjelaskan kalo mama udah selingkuh sama pria buncit dan jelek ini," sindir Axel sambil menunjuk pria selingkuhan Sandra.
"Hei, anak muda. Jaga bicara kamu," ujar Damar.
"Ck. Jangan ikut campur, ini urusan gue sama nyokap gue." Axel berucap sambil menatap tajam pada Damar.
Damar ingin membalas, tapi langsung di cegah oleh Sandra hingga Damar pun akhirnya mengurungkan niatnya.
"Maafkan mama sayang, mama punya alasan kenapa melakukan hal ini."
"Apapun alasan mama, tidak seharusnya mama berselingkuh di belakang papa," geram Axel lalu pergi meninggalkan Sandra.
Sandra yang takut kalau Axel akan mengadu pada suaminya pun langsung mengejar anaknya itu, tak peduli jika mereka harus menjadi pusat perhatian.
"Axel! Tunggu nak, dengarkan mama dulu. Mama bisa jelaskan."
Sandra mencekal lengan Axel dan langsung di tepis olehnya.
"Dengarkan mama dulu," mohon Sandra tapi tak dihiraukan oleh Axel.
"Axel nggak mau dengar apa-apa lagi. Axel kecewa sama mama," ucapnya lalu pergi.
__ADS_1
Sandra tak bisa lagi mencegah Axel, dia tahu anaknya sudah kecewa padanya. Tapi Sandra juga tidak menyesali perbuatannya. Bagi Sandra, satu-satunya cara agar dia bisa kembali berfoya-foya adalah dengan mencari pria kaya yang siap memberikan apa yang dia mau, meskipun harus mengkhianati suaminya dan menjadi wanita simpanan.
...****************...