Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 19


__ADS_3

"Kamu dari mana aja sih mas, kenapa baru pulang jam segini. Kamu gak lihat itu sudah jam berapa sekarang." omel Sandra dari atas tempat tidur.


"Diam kamu, gak perlu kamu campuri urusanku." bentak Adam dengan berjalan sempoyongan.


"Kamu mabuk lagi mas" ucap Sandra sambil menatap Adam yang langsung membaringkan tubuhnya di kasur, di samping Sandra lebih tepatnya. Sandra sendiri merasa sudah sangat lelah menghadapi sikap Adam yang satu ini. Sejak proses perceraiannya dengan Elfira, Adam pasti akan pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk.


Dan sudah pasti, Sandra lah yang harus kerepotan mengurus lelaki itu. Karena Adam pasti akan langsung masuk ke dalam kamar dan tertidur begitu saja tanpa melepas sepatu dan mengganti bajunya.


Tugas Sandra lah yang akan melepas sepatu dan menggantikan baju Adam. Padahal perutnya sudah mulai membuncit dan ia juga kesulitan saat mengurusi Adam yang sedang mabuk.


Sandra duduk di tepi ranjang, menatap Adam yang sedang tertidur pulas. Air mata nya mengalir, teringat akan semua perlakuan kasar Adam selama ini padanya.


"Tidak bisakah kamu melihatku sekali saja mas. Apa aku tak berarti sedikitpun di hidup kamu. Apa hanya Elfira yang ada di matamu, sehingga hanya dia yang bisa kamu lihat." ucap Sandra lirih.

__ADS_1


"Lihat mas, lihat perut aku yang mulai membuncit. Lihat Axel mas, dia juga anak kamu. Tapi tak pernah sekalipun kamu menyayanginya seperti kamu menyayangi anak kamu dengan Elfira." lanjutnya lagi.


Sandra menangis pilu, di elus perut buncitnya. Air matanya tak mau berhenti mengalir. Isak tangisnya pun semakin kencang, tak kuat menahan sesak dan sakit di hatinya.


Sudah berulang kali ia disakiti oleh Adam, namun dia tetap saja bertahan. Berharap suatu saat nanti, Adam akan melihatnya dan menganggapnya ada. Bukan hanya sebagai pemuas nafsu semata, tapi juga sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.


...****************...


Sandra yang sedang berada di dalam kamar Axel pun langsung beranjak dan berjalan cepat ke kamarnya. Sebelum Adam kembali berteriak dan memarahinya.


"Iya mas" sahut Sandra dari ambang pintu.


"Tolong buatkan aku kopi, habis mandi nanti aku mau langsung sarapan" perintah Adam dan langsung berjalan ke kamar mandi dengan terhuyung.

__ADS_1


"Baik mas" ucap Sandra patuh. Setelah itu pun ia bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan kopi dan sarapan yang diminta oleh Adam.


Kepala Adam terasa berdenyut, akibat alkohol yang diminumnya tadi malam. Ia pun memijat kecil kepalanya yang sakit. Adam teringat kejadian saat Elfira di antar pulang oleh Erlangga, hal itu benar-benar membuatnya merasakan cemburu. Adam marah melihat sikap Elfira yang terlalu cepat dekat dengan lelaki lain.


Tadinya ia ingin mengikhlaskan Elfira dan membiarkan wanita itu bahagia dengan pengganti dirinya kelak. Namun kenyataannya sangat berbeda ketika melihat Elfira di antar pulang oleh lelaki lain, padahal mereka belum resmi bercerai.


Kecemburuannya itu membuat ia menjadi pria egois. Dia benci saat Elfira dekat dengan pria lain selagi proses perceraiannya sedang berjalan. Setan dalam dirinya mengatakan harus membuat Elfira menderita terlebih dahulu sebelum akhirnya nanti ia benar-benar akan melepaskan wanita yang sangat dicintainya itu.


Adam tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya dibelakang Elfira selama ini sudah sangat menyakiti hati wanita itu.


...****************...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2