Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 13 Adam sakit


__ADS_3

"Kamu ada masalah sama istri kamu?" tanya Sandra penasaran. Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar. Adam sedang duduk bersandar pada sandaran tempat tidur mereka. Sejak bangun tidur tadi, Adam hanya duduk diam dan tak berbicara sedikitpun. Ekspresinya tampak sedih dan wajahnya terlihat lesu. Sedangkan Sandra duduk di pinggiran kasur sambil memijit kaki Adam yang ada di balik selimut, sehingga dia tidak bisa merasakan bagaimana suhu tubuh Adam saat ini.


"San, tolong buatkan aku air jahe dong. Kayaknya aku gak enak badan nih" ujarnya lesu.


"Kamu sakit mas" ada nada khawatir dari pertanyaan Sandra. Dia pun meletakkan punggung tangannya pada dahi Adam, "badan kamu panas mas, kamu demam. Kita ke dokter aja yuk"


Adam hanya menggeleng, menolak untuk di ajak ke dokter. "Gak usah, aku hanya perlu istirahat aja. Nanti juga sembuh kok, kamu tolong buatkan aku air jahe ya"


Sandra tak bisa memaksa Adam, dia tau jika di paksa maka Adam akan mengamuk, tak perduli meskipun dirinya sedang sakit.


"Ya udah, aku buatkan dulu. Tapi nanti kalo demam mu gak turun juga, kamu harus mau aku bawa ke dokter ya mas"


Adam pun mengangguk, karena tak sanggup lagi untuk berdebat dengan Sandra.


...****************...


"Dimakan dulu mas buburnya, mumpung masih hangat" Sandra meletakkan nampan berisi semangkok bubur, dan segelas air putih serta air jahe yang tadi di minta Adam.


"Aku kan cuma minta dibuatin air jahe doang, kenapa kamu bawa bubur segala" protes Adam yang sepertinya tak suka di bawakan makanan.


"Sebelum minum air jahe, kamu harus makan dulu mas, biar perut kamu ada isinya. Aku yakin banget kalo kamu belum makan dari semalam kan" tebak Sandra tepat sasaran.


Memang sejak semalam Adam belum sempat makan, saat lembur pun dia hanya makan sepotong roti dan secangkir kopi. Bahkan setelah sampai rumahnya pun, Adam tak sempat makan karena sudah terlanjur di usir oleh Elfira.


"Tapi aku gak mau makan, San" rengek Adam yang tetap ngotot tak ingin makan.


"Dikit aja mas, ya. Biar perut kamu gak kosong, aku suapi deh, ya." Sandra sedikit memaksa agar Adam mau makan bubur yang sudah di buatnya tadi saat membuat air jahe.


Karena malas berdebat dan tubuhnya juga sangat lemas, Adam pun terpaksa menuruti ucapan Sandra. Dengan telaten Sandra menyuapi Adam sesuap demi sesuap hingga buburnya habis.


Setelah bubur di mangkok habis, Sandra memberikan air putih untuk Adam.


"Aku bawa mangkok dan gelas kotornya ke dapur dulu ya mas. Itu air jahe nya jangan lupa diminum, selagi masih hangat, nanti kalo udah dingin jadi gak enak rasanya"


"hmm"

__ADS_1


Adam hanya bergumam membalas perkataan Sandra, matanya terpejam dengan kepala yang masih bersandar pada sandaran tempat tidur. Rasanya kepalanya terasa sangat sakit dan tak sanggup membuka matanya.


...****************...


"Ma, mam" celoteh Axel, bayi berusia setahun lebih yang meminta makan pada Sandra.


"Axel mau mam ya, nak. Sebentar ya, mama ambil makanan kamu dulu" Sandra pun pergi ke dapur meninggalkan Axel yang sedang asik bermain di ruang tengah yang sudah di alasi karpet, agar Axel bisa bebas bermain dan melangkah.


Tak berapa lama, Sandra kembali dengan membawa nasi dengan sup ayam beserta minumnya. Dengan telaten Sandra menyuapi anaknya sambil sesekali di ajak bercerita.


Dari arah kamar, Adam keluar dengan wajah sayu nya. Dia berjalan pelan dan duduk di sofa dimana ada Sandra yang sedang menyuapi Axel.


Sandra memperhatikan gerak gerik Adam, mulai dari keluar kamar sampai dia duduk di sofa tersebut.


"Kamu udah enakan mas" tanya Sandra.


"hmm" jawab Adam hanya dengan gumaman saja, matanya masih terpejam dengan kepala yang di sandarkan pada sandaran sofa.


"Kamu mau makan, biar aku ambilkan" tanya Sandra lagi.


Meskipun demamnya sudah turun, namun kepala nya masih terasa pusing.


Sandra hanya bisa menatap khawatir melihat Adam yang masih terlihat lemas.


...****************...


"Kamu mau kemana mas?" tanya Sandra heran saat melihat Adam keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.


"Aku mau ke rumah Elfira, mau minta dia membatalkan gugatan cerainya" jawab Adam tanpa melihat Sandra, tak di perduli kan nya Sandra yang sejak tadi memperhatikannya.


"Cerai" ulang Sandra. "Jadi istri kamu minta cerai" tak ada jawaban dari Adam, dia terus berjalan sampai ke pintu lalu mengambil sepatunya yang di letakkan di rak sepatu.


"Tapi kamu masih sakit mas, bahkan kamu belum ada makan sesuap nasi pun dari tadi. Setidaknya kamu isi dulu tenaga kamu biar bisa membujuk istri kamu"


"Aku gak apa-apa, kamu gak usah pedulikan aku" ucapnya tak acuh dan tetap berjongkok memakai sepatunya.

__ADS_1


'Haah' Sandra menghela nafas nya untuk meredakan kekesalannya.


"Bisa gak sih, sekali ini aja kamu nurut sama aku. Kamu dengerin kata-kata aku" Sandra sudah lelah karena tak pernah dihiraukan oleh Adam. Padahal semua perlakuan Sandra selalu tulus untuk Adam, tapi Adam tak pernah sekalipun menghargai ketulusannya.


Adam yang tadi sedang berjongkok langsung bangkit dan menatap tajam wajah Sandra. Bagi Sandra sendiri, dia sudah biasa menerima tatapan seperti itu dari Adam. Karena memang sejak awal Adam tak pernah bersikap lembut padanya kecuali ketika Adam sedang meminta hak nya.


"Kamu sudah berani ngatur-ngatur aku"


"Aku gak ngatur kamu mas, aku cuma ngasih sedikit perhatian aku ke kamu. Kamu itu sedang sakit, kalau kamu gak peduli sama aku atau anak kita, setidaknya kamu bisa peduli sama diri kamu sendiri" akhirnya Sandra pun mengeluarkan uneg-uneg yang di pendamnya selama ini. Dia sudah lelah menjadi wanita simpanan yang tak pernah dianggap dan dihargai.


"Sebaiknya kamu simpan perhatian kamu untuk anak kamu dan diri kamu sendiri. Apa perlu aku ingatkan lagi status kamu disini"


"Aku cukup sadar akan status aku mas, tapi kamu, pernah gak sedikit aja di dalam hati kamu menghargai semua perlakuan aku ke kamu. Apa selama ini kamu gak pernah merasakan ketulusan aku sama kamu" Sandra sudah tak tahan lagi, air matanya pun tak bisa ia bendung, dibiarkannya mengalir begitu saja.


"Cukup ya, San. Aku sudah banyak masalah dengan Elfira, jangan lagi kamu tambah masalah aku"


"Kamu yang cukup mas" sela Sandra dan meninggikan suaranya. "Aku capek diginiin terus sama kamu, sedikitpun kamu gak pernah menghargai aku. Bagi kamu, cuma Elfira yang berharga" lanjutnya lagi. Untung saja Axel sudah tertidur setelah makan tadi, kalau tidak, mungkin anak itu akan menangis saat mendengar suara ibunya yang berteriak.


Adam terdiam, membiarkan Sandra meluapkan semua kekesalannya.


"Setiap kamu bertengkar dengan Elfira, aku yang selalu menghibur kamu. Setiap Elfira tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis kamu, aku yang selalu memuaskan kamu mas. Lantas kurang apa lagi aku buat kamu, apa aku tidak cukup baik dibandingkan istri kamu itu. Bahkan saat kamu sakit tadi malam pun, aku yang merawat kamu. Dan sekarang, ini balasan kamu atas semua kebaikan aku"


Luruh lah sudah semua air matanya beserta semua kekesalannya yang ia pendam selama ini. Menjadi istri yang tak dianggap oleh suami sendiri adalah hal yang paling menyakitkan bagi setiap wanita.


Tak perduli apapun yang dikatakan oleh Sandra, Adam hanya berdiam diri tanpa mau membalas ucapannya. Tanpa menunggu Sandra kembali lagi berucap, Adam langsung pergi begitu saja.


Sandra langsung meluruhkan tubuhnya ke lantai dan menangis meraung meluapkan semua rasa sakit dihatinya ketika Adam sudah pergi dan menjauh dari rumahnya.


"Kamu jahat, mas. Kamu jahat. Aku benci sama kamu, aku benciii...." teriak Sandra sambil memukul lantai, tak peduli meskipun tangannya kesakitan.


"Aaaarrrkkh"


...****************...


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2