Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 27 Awal Baru


__ADS_3

Pagi ini Elfira sedang di sibukkan dengan pekerjaan barunya, yaitu memasak katering untuk karyawan Erlangga. Kemarin dia sudah menandatangani kerjasama dengan Erlangga. Setiap hari dia akan mengantarkan makan siang sebanyak 50 box, tapi khusus untuk hari ini Erlangga memesan sebanyak 100 box karena sedang ada acara di kantornya. Elfira di bantu oleh beberapa tetangganya yang ia rekrut secara mendadak. Untung saja mereka mau dan tidak keberatan, karena kebetulan mereka juga sedang membutuhkan pekerjaan. Mereka sangat senang dan bersyukur saat Elfira mengajak mereka untuk bekerja dengannya.


"Mbak Siti, tolong cuci kan ayamnya ya," pinta Elfira pada anggotanya yang bernama Siti.


"Siap neng Fira," sahut Siti lalu mengeluarkan ayam dari kantong belanja. Setelah itu ia pun mencucinya hingga bersih.


Elfira memiliki 5 orang anggota, dan semua memiliki tugasnya masing-masing. Ada yang khusus membuat bumbu, ada yang membersihkan ayam, ikan atau daging, dan tugas-tugas yang lainnya. Sedangkan Elfira khusus memasak, untuk saat ini dia masih belum bisa mempercayakannya pada orang lain. Elfira berusaha untuk menjaga cita rasa masakannya sampai nanti di kenal banyak orang.


"Bunda," panggil Anin yang baru saja bangun dari tidurnya dan mendatangi Elfira di dapur.


"Eh, anak bunda sudah bangun." Elfira menghampiri putrinya lalu menggendongnya.


"Mbak-mbak semua, tolong lanjutkan pekerjaannya ya. Saya mau memandikan Anin dulu, nanti kalau sudah selesai biar saya yang masak," ucapnya pada seluruh pekerja.


"Siap neng Fira," jawab mereka kompak.


Elfira pun membawa Anin ke kamar anaknya untuk ia mandi kan dan berganti baju. Selesai memandikan dan memakaikan baju pada sang anak, Elfira pun menyisir rambut Anin lalu mengikatnya.


"Bunda," panggil Anin.


"Ya sayang."


"Anin kangen ayah," ucap Anin membuat Elfira menghentikan kegiatannya yang sedang mengikat rambut Anin. Inilah yang ia takutkan, Anin pasti akan terus bertanya soal ayahnya. Meskipun dia sudah mengatakan kalau ayahnya sedang bekerja di luar negeri, yang namanya anak pasti akan tetap merindukan ayahnya dan menanyakan tentang keberadaan sang ayah.


"Yang sabar ya sayang, Anin doa kan saja semoga ayah cepat pulang dan bisa bermain bersama Anin lagi," jawab Elfira berbohong.


"Anin mau telepon ayah, boleh Bun?" Anin menatap bundanya penuh harap.


Elfira yang tak tega melihat anaknya pun akhirnya menuruti kemauan sang anak. "Sebentar bunda telepon ayah dulu ya," ucap Elfira sembari menjauh dari anaknya. Ia tak mau pembicaraannya di dengar oleh sang anak.


Elfira menghubungi kantor polisi tempat Adam di tahan, ia meminta tolong pada petugas agar memberikan izin pada Adam untuk menerima teleponnya karena anaknya merindukan sang ayah.


Namun, sayangnya polisi tersebut tidak mengijinkan Adam menerima telepon dari siapa pun termasuk keluarganya karena suatu alasan.


Elfira mencoba untuk memohon demi sang anak, akan tetapi polisi tersebut tetap tak mengijinkan. Akhirnya Elfira hanya bisa pasrah, dia akan mencoba untuk memberikan pengertian kepada sang anak.

__ADS_1


"Gimana Bun, gak di angkat ya sama ayah?" tanya Anin saat melihat bundanya kembali.


"Maaf ya sayang, sepertinya ayah sedang sibuk. Lain kali kita coba lagi ya," ucap Elfira mencoba membesarkan hati sang anak.


Meskipun kecewa, tapi Anin tetap mencoba berbesar hati. "Ya udah deh Bun," sahut Anin tak semangat.


"Sekarang kita turun yuk, setelah itu Anin sarapan. Bunda mau masak dulu soalnya hari ini bunda ada banyak pesanan katering," ajak Elfira sambil menuntun anaknya untuk turun.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi menjelang siang. Seluruh pekerjaan Elfira sudah selesai, masakannya juga sudah rampung dan sudah di masukkan ke dalam *lunch box*. Sesuai dengan pesanan, 100 box sudah Elfira siapkan tepat waktu. Kini saatnya ia mengantarkan semua makanan tersebut ke kantornya Erlangga.


Untuk sementara, Elfira sendiri yang akan mengantarkan pesanannya sebelum dia mendapatkan orang yang mau bekerja sebagai delivery man atau orang yang akan mengantarkan pesanannya kepada pelanggan.


"Semua sudah di masukkan ke dalam mobil kan?" tanya Elfira kepada Marni, salah satu anggotanya.


"Sudah neng, sudah beres semua," jawab Marni.


"Ya sudah, kalau begitu mbak-mbak semua tolong bereskan dapur ya. Biar saya antar pesanannya dulu, nanti kalau dapurnya sudah beres semua, mbak-mbak boleh pulang dan beristirahat. Besok kita mulai bekerja lagi," ucap Elfira kepada seluruh anggotanya.


"Maaf neng Fira, mbak mau nanya," ucap Karti ragu-ragu.


"Itu, anu, hmm. Gimana dengan upah kami hari ini, kata neng Fira kan kita di upah harian."


Elfira tersenyum menanggapinya, "kalau itu sih gampang mbak. Nanti akan saya transfer ke rekening kalian masing-masing setelah semua pesanan ini di bayar. Jadi mbak tenang saja ya, tidak usah takut. Saya tidak ingkar janji kok," ucap Elfira membuat ke lima orang itu tersenyum lega.


Waktu terus berjalan, Elfira pun segera mengendarai mobilnya dan mengantarkan pesanannya ke kantor Erlangga. Tepat pukul 11.45 Elfira tiba di kantor Erlangga. Dia lantas menghubungi Erlangga dan mengatakan kalau ia sudah sampai di kantornya dan meminta bantuan untuk mengangkat semua kotak-kotak tersebut ke atas gedung.


Dengan sigap Erlangga memerintahkan seluruh OB untuk turun dan membantu Elfira. Setelah semua kotak-kotak tersebut di bawa ke atas, Elfira pun masuk ke dalam gedung untuk menemui Erlangga. Ruangannya berada di lantai 10, jadi Elfira harus menaiki lift untuk menuju ke sana.


Sampai di lantai 10, Elfira mendatangi meja sekretaris untuk menanyakan keberadaan Erlangga. Di tangannya ada sebuah lunch box yang akan ia berikan khusus untuk pria itu sebagai ucapan terimakasih karena sudah memberikannya pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.


Sekretaris Erlangga yang bernama Sinta itu sudah mengenali Elfira, dan Erlangga juga sudah memberinya pesan untuk membiarkan Elfira masuk jika wanita itu mendatangi ruangannya. Sinta pun mempersilahkan Elfira untuk langsung masuk ke dalam ruangan Erlangga dan mengatakan jika bos nya itu sudah menunggu kedatangannya sejak tadi.


Sebelum masuk Elfira mengetuk pintu dahulu, begitu di persilahkan untuk masuk barulah Elfira berani membuka pintunya.

__ADS_1


"Assalamualaikum," sapa Elfira begitu dia membuka pintu.


"Waalaikumsalam, masuk sini Fir." Erlangga bangkit dari duduknya dan mendatangi Elfira. " Duduk dulu yuk," ajak Erlangga mempersilahkan wanita itu duduk di sofa yang ada dalam ruangannya.


"Ini untuk kamu." Elfira memberikan lunch box yang di bawanya kepada Erlangga.


"Apa ini?" tanya Erlangga setelah menerima lunch box tersebut.


"Itu aku siapkan khusus buat kamu sebagai ucapan terimakasih aku ke kamu."


"Oalah, kok pake repot-repot segala sih. Tapi terimakasih loh ya, pasti akan aku habiskan." Erlangga membuka kotak makan siang itu dan begitu takjub saat melihat isinya.


"Kelihatannya enak banget ini, tapi porsinya terlalu banyak. Gimana kalo kita makan bersama?" ajak Erlangga membuat Elfira merasa sungkan.


"Eh, kok?"


"Sudah gak apa-apa, ayo."


Akhirnya mau tak mau Elfira pun ikut makan bersama Erlangga. Mereka makan berdua sambil mengobrol.


"Oh iya, bayarannya sudah aku transfer ya," ucap Erlangga setelah mereka menyelesaikan makan siangnya.


"Terimakasih ya Lang, kamu sudah banyak membantu aku. Dengan kerjasama ini aku bisa membiayai hidupku dan anakku dan aku tidak akan pernah melupakan bantuan kamu ini," ucap Elfira tulus dari dalam hatinya.


"Sama-sama Fir. Aku harap dengan kerjasama ini bisa menjadi awal baru dalam hidup kamu. Dan kamu bisa membuktikan kepada dunia kalau kamu bisa menjadi wanita dan ibu yang sukses meskipun tanpa suami," balas Erlangga.


"Kalau gitu aku pamit pulang ya, takut Anin nyariin kalau aku terlalu lama di luar." Elfira pun pamit sembari beranjak dari duduknya.


"Mau aku antar?"


"Gak usah, aku bawa mobil sendiri kok. Aku pulang ya, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab Erlangga sambil menatap kepergian Elfira.


"Andai kamu tau perasaanku Fir," gumam Erlangga yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


...****************...


bersambung.......


__ADS_2