
Di dalam sebuah kamar berukuran 3x3,5 meter, terdengar suara-suara saling bersahutan yang dapat membangkitkan hasrat siapa saja yang mendengarnya. Deru napas yang berpacu dan berlomba demi mencapai kenikmatan dengan peluh yang bercampur menjadi satu.
Lelaki itu mendominasi permainan, tubuhnya yang berada di atas sang wanita semakin mempercepat gerakan tubuh bagian bawahnya. Membuat sang wanita melenguh merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Keduanya hampir sampai dipuncak kenikmatan itu, gerakan sang lelaki pun semakin dipercepat. Hingga di ujung kenikmatan, keduanya sama-sama mendesah setelah mencapai *******.
"Terimakasih sayang, kamu selalu yang terbaik dan selalu bisa memuaskan aku" ucap sang lelaki sambil merebahkan tubuhnya di samping sang wanita.
Tubuh polos mereka dibiarkan begitu saja, tanpa ada sehelai benang pun yang menutupinya. Sang wanita pun memiringkan tubuhnya ke samping, menghadap sang lelaki.
"Aku selalu tau apa yang kamu inginkan, mas" sahut si wanita, tangan kanannya dia gunakan untuk menyangga kepalanya agar bisa tegak, sedangkan tangan kirinya sejak tadi sudah merayap ke seluruh tubuh sang lelaki membuat hasrat yang tadi sudah terpendam kini menjadi bangkit kembali.
"Kamu memang nakal ya" ucap sang lelaki yang kini sudah mulai terpancing gairah dan siap untuk ronde berikutnya. Tak perlu menunggu lama, kegiatan panas yang tadi mereka lakukan kini terulang kembali.
Entah sudah berapa kali mereka mencapai puncak kenikmatan, namun seolah tak mengenal rasa lelah, mereka melakukannya lagi dan lagi. Seolah tak ada lagi hari esok.
***
"Mas, kamu gak apa-apa hari weekend begini di rumah aku. Emang istri kamu gak curiga nanti", tanya Sandra. Setelah pergulatan panas nan panjang tadi, akhirnya mereka berhenti sejenak untuk makan siang dan mengisi tenaga sebelum mereka kembali melanjutkan adegan yang lebih panas lagi.
Ya, dia adalah Adam. Suami dari Elfira, yang dari rumah berpamitan dengan anak dan istri hendak bertemu klien. Sampai dia mengabaikan anaknya yang merengek minta ditemani jalan-jalan. Namun nyatanya, dia berada di rumah Sandra, istri sirih Adam.
Memang benar Adam sudah menikah lagi tanpa sepengetahuan Elfira, pernikahan itu terjadi juga karena kesalahan Adam yang waktu itu lupa menggunakan pengaman dan melepaskan cairannya di dalam tubuh si wanita. Alhasil, hubungan gelap mereka sampai menghadirkan seorang anak laki-laki yang saat ini berusia 1 tahun.
"Gak apa-apa, aku tinggal bilang kalau hari ini lembur. Elfira pasti percaya sama aku" jawab Adam percaya diri, dia tidak tau bahwa Elfira sudah mulai mencurigai dirinya.
"Kalo gitu, kamu di sini aja sampe malam mas. Mumpung Axel lagi nginep di rumah mama hari ini" Sandra berkata manja dengan mengerlingkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Gampang itu" jawab Adam sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.
"Mas, kita kan udah 2 tahun nikah sirih, terus kamu kapan dong mau nikahin aku secara sah. Mama udah nanyain terus mas"
"Sabar ya sayang, tunggu sampai waktunya tiba. Lagian kita gak bisa menikah kalau tidak mendapat persetujuan dari Elfira sebagai istri pertama ku"
"Ck, kamu selalu aja begitu, kenapa gak mas ceraikan aja sih si Elfira itu, bereskan" ucap Sandra dengan begitu mudahnya.
Brak
Tiba-tiba saja Adam menggebrak meja membuat Sandra terlonjak kaget, ada rasa kesal dan marah yang tiba-tiba hinggap dalam hatinya.
Adam mendekatkan wajahnya ke wajah Sandra lalu tangannya mencengkram wajah wanita itu. "Jangan pernah sekali-kali kamu meminta aku untuk menceraikan Elfira, karena itu tidak akan pernah terjadi, dari pada aku menceraikan istriku, lebih baik aku menyingkirkan kamu dari dunia ini selamanya bersama dengan anak haram mu itu" gertak Adam membuat Sandra ketakutan.
Wajah Adam berubah menjadi sadis saat sedang marah seperti itu.
Adam pun langsung melepaskan cengkeramannya dengan kasar, sehingga wajah Sandra harus terdorong ke samping.
"Dengar ya, wanita m*rahan seperti kamu jangan pernah bermimpi untuk menjadi istri sah ku, selamanya kamu akan selalu menjadi wanita simpananku dan tempat untuk aku melampiaskan nafsu ku di saat istriku sedang tidak bisa melayaniku atau saat aku tidak ingin bermain dengan jal*ng"
Kata-kata kasar yang selalu diucapkan Adam saat marah seperti saat ini membuat Sandra sakit hati sekaligus terhina. Sandra merasa harga dirinya sudah diinjak-injak oleh lelaki ini. Bagaimana tidak, hatinya begitu tulus mencinta lelaki yang sedang duduk disampingnya ini. Namun ternyata, dia hanya di anggap dan di jadikan sebagai alat pemuas nafsunya saja.
Karena merasa kesal dengan ucapan Sandra tadi, Adam pun tidak jadi melanjutkan makannya, selera makannya tiba-tiba lenyap begitu saja. Tanpa berkata apapun lagi, Adam langsung pergi begitu saja meninggalkan Sandra seorang diri dengan segala kesakitannya. Selepas kepergian Adam, akhirnya luruh lah air mata yang sejak tadi berusaha ia tahan.
"Kamu jahat mas, padahal aku begitu tulus mencintaimu. Tapi kamu hanya menganggap ku sebagai penghangat ranjangmu saja" gumam Sandra melampiaskan rasa sakit hatinya.
"Aku akan balas semua perbuatan kamu mas, akan aku hancurkan pernikahan kamu. Dan akan aku pastikan bahwa hanya aku lah satu-satunya wanita yang akan menjadi istri kamu, dan anakku akan menjadi satu-satunya anakmu. Tak ada lagi wanita lain ataupun anak yang lain, hanya kami berdua yang akan ada dalam hidupmu" Sandra pun menghapus airmatanya dengan kasar, Sandra mencoba untuk bangkit dengan menguatkan dirinya sendiri.
__ADS_1
***
POV Adam
"Akh, brengsek." Aku sampai memukul setir mobil karena saking kesalnya. Sandra benar-benar sudah merusak mood ku. Setelah mendengar ucapan Sandra yang meminta aku menceraikan Elfira, tiba-tiba aku jadi sangat marah. "Bisa-bisanya wanita itu berkata seperti itu, hanya karena dia memiliki anak dariku, jadi dia pikir aku akan menganggapnya spesial" geram ku mengingat kejadian tadi.
Bagiku, Sandra adalah tempat untuk melepaskan hasrat ku yang sangat besar. Ya, aku adalah penggila **** atau yang biasa dikenal hypers*ks. Meskipun aku sudah menikah, tapi aku tidak bisa melampiaskannya pada istriku. Aku sangat mencintai Elfira, maka dari itu aku tak ingin dia mengetahui kelainanku ini. Aku tak ingin Elfira merasa jijik denganku.
Aku tidak puas hanya dengan satu wanita saja, itu sebabnya aku selalu mencari wanita j*l*ng yang siap membuka lebar paha nya untukku. Namun berbeda dengan Sandra, dia adalah gadis yang masih sangat muda dan lugu saat pertama kali aku bertemu dengannya. Penampilannya yang sederhana membuat aku tertarik padanya, secara perlahan aku mendekatinya dan mencoba membuatnya jatuh cinta padaku.
Setelah beberapa bulan kami saling mengenal, aku membawanya ke sebuah kamar hotel yang sebelumnya sudah aku pesan. Awalnya dia menolak, karena dia belum pernah melakukan itu dengan lelaki manapun. Namun, karena aku sudah sangat bergairah dan tak bisa lagi menahan hasrat yang sudah sangat menggelora, aku pun sedikit memaksanya dan berjanji akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada dirinya.
Sandra tampak berpikir saat itu, namun dengan segala rayuan dan janji manis yang kuberikan, serta dengan sedikit sentuhan yang bisa membuatnya melayang, akhirnya dia luluh juga. Akhirnya pada saat itu, aku berhasil menembus selaput tipis yang ada pada dirinya. Aku lah lelaki pertama yang mengambil kesuciannya.
Aku pun terhanyut oleh nikmatnya pertempuran kami saat itu, hingga tanpa sadar aku mengeluarkan cairan ku di dalam rahimnya. Bukan hanya sekali aku melakukannya, tapi berkali-kali. Bahkan aku selalu mendatanginya setiap kali hasrat ku ingin di lepaskan.
Dan inilah hasilnya sekarang, kami memiliki seorang putra bernama Axel Putra Adam. Sandra dinyatakan hamil setelah tiga bulan kami menjalin hubungan terlarang itu. Sandra mengatakan padaku bahwa dirinya hamil dan meminta aku bertanggung jawab padanya. Tadinya aku menolak, karena bagiku dia hanya wanita pemuas nafsu ku saja. Tapi dia mengancam ku dengan mengatakan akan membongkar perbuatanku dan juga tentang kelainan ku pada Elfira. Tentu saja aku tak mau Elfira mengetahuinya, akhirnya aku pun terpaksa bertanggung jawab padanya dan janin yang ada dalam kandungannya dengan menikah siri.
Namun sepertinya, Sandra sudah mulai besar kepala. Semakin hari dia semakin menuntut untuk segera ku nikahi secara sah, bahkan dia sampai meminta aku untuk menceraikan istriku itu.
Aku tak bisa diam saja, sepertinya aku harus melakukan sesuatu agar Sandra tak bisa macam-macam denganku.
POV end
***
bersambung....
__ADS_1