
Elfira menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia pergi secepatnya dari sana dan tidak ingin bertemu dengan Erlangga untuk saat ini, hatinya masih terlalu sakit setelah melihat apa yang dilakukan Erlangga bersama Jessica tadi.
"Aku memang bodoh, tidak seharusnya aku mempercayainya. Dia sama aja seperti mas Adam. Kalian berdua sama, aku benci sama kalian," ucap Elfira bermonolog.
Mobil yang dikendarainya sampai di rumah, gegas ia turun dari mobil dan mengunci pintu pagarnya agar Erlangga tidak bisa masuk. Setelah itu ia masuk ke dalam rumah. Hari ini keadaan rumah sedang sepi, Anin sedang pergi ke tokonya Bu Halimah bersama bi Asih. Sedangkan pekerja yang lain sudah pulang. Jadi Elfira bisa mengurungkan dirinya di kamar dan menangis sepuasnya.
Sesampainya di kamar, ponselnya berdering. Nama Erlangga tertera disana. Elfira mengabaikan panggilan itu, ia tak ingin berbicara apapun dengan pria tersebut. Deringan ponselnya berhenti, namun sedetik kemudian ponselnya kembali berdering. Elfira masih terus mengabaikannya. Karena Erlangga terus-terusan menghubunginya, akhirnya Elfira menonaktifkan ponselnya lalu ia pun tidur dalam keadaan menangis.
Sementara itu, Erlangga yang kini sedang uring-uringan di kantornya. Ia mengerang frustasi karena teleponnya tidak di jawab oleh Elfira, bahkan sekarang ponselnya malah tidak aktif.
"Ini semua gara-gara perempuan j*lang itu, dia sudah berani mempermainkan aku. Tunggu pembalasanku Jessica, akan aku buat hidup mu menderita karena sudah berani bermain-main denganku," gumam Erlangga. Tatapannya sangat tajam dan mengerikan hingga siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan.
Erlangga mengangkat gagang intercom dan menghubungi Dewo.
"Ya bos, ada yang bisa dibantu?"
"Ke ruangan saya sekarang!" perintah Erlangga lalu langsung menutup panggilan intercom nya.
Tak lama kemudian, Dewo datang dan langsung membungkuk hormat. "Ada apa bos, sepertinya ada masalah serius?" tanya Dewo ketika melihat wajah bos nya yang tampak tidak bersahabat.
"Kamu selidiki Jessica, cari tahu semua kebusukannya dan beberkan ke seluruh media. Buat dia hancur sehancur hancurnya, Aku ingin dia merasakan penderitaan karena sudah berani mengusik ketenangan ku."
Glek.
Dewo menelan ludahnya kasar, tak pernah ia melihat bos nya semarah ini. Wajahnya terlihat menyeramkan dan sangat menakutkan.
"Baik bos. Akan saya cari tahu dan segera saya laporkan kepada anda," ucap Dewo tanpa banyak membantah seperti biasa.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Erlangga, Dewo pun segera undur diri dan kembali ke ruangan untuk melaksanakan tugas yang diberikan Erlangga. Namun, baru saja Dewo menyentuh handel pintu, Erlangga kembali memanggilnya.
"Tunggu Dewo," panggil Erlangga membuat Dewo mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana.
"Ya bos."
"Bagaimana cara membujuk wanita yang marah karena salah paham?"
Dewo sempat terperangah mendengar pertanyaan Erlangga. Karena selama dia bekerja sebagai asistennya Erlangga, bos nya itu tidak pernah menanyakan pendapatnya tentang masalah wanita. Dewo yakin ini pasti ada hubungannya dengan Elfira dan Jessica.
"Bos coba jelasin saja pelan-pelan. Kalau dia masih marah atau tidak mau bertemu sama bos, lebih baik jangan di ganggu dulu. Berikan waktu untuk nya menenangkan diri sampai rasa marahnya itu hilang. Sebenarnya perempuan itu tidak rumit bos, mereka hanya ingin di mengerti."
Erlangga mendengarkan penjelasan Dewo dengan serius. Benar juga apa yang dikatakan oleh Dewo, saat ini Elfira pasti sedang marah dan emosi. Kalau Erlangga langsung menemuinya dan berusaha menjelaskannya, Elfira pasti tak akan mau mendengarkannya. Lebih baik Erlangga membiarkan Elfira tenang lebih dahulu. Mungkin nanti Erlangga akan mengirimkan pesan pada wanita itu.
"Terimakasih Dewo. Kamu boleh kembali dan jangan lupa dengan perintah saya tadi."
"Baik bos." Dewo menunduk hormat lalu ia benar-benar pergi dari ruangan Erlangga.
...****************...
Sekali lagi Erlangga mencoba untuk menghubungi Elfira, ponselnya masih tidak aktif. "Kamu kemana Fir?" gumam Erlangga frustasi. Erlangga mencoba untuk mengirimkan pesan pada Ayunda, berharap saat wanita itu mengaktifkan ponselnya kembali dan Elfira akan membaca pesan dari nya.
Sementara itu di rumah Elfira, ia baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Entah sudah berapa lama ia tertidur, saat melihat jam di dinding kamarnya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Elfira segera bangkit dan melihat ke luar jendela, benar saja langit sudah gelap.
"Ya ampun, aku ketiduran terlalu lama. Sampai lupa untuk menjemput Anin," gumam Elfira.
Ia pun langsung menuju nakas dimana ponselnya tergeletak disana. Elfira ingin menghubungi Halimah untuk menanyakan keadaan Anin sekaligus ingin meminta maaf.
__ADS_1
Elfira baru ingat kalau seharian ini ia mematikan ponselnya gara-gara menghindari Erlangga. Ia pun segera mengaktifkan kembali ponselnya. Saat ponselnya menyala, banyak notifikasi yang masuk ke ponselnya. 20 panggilan tak terjawab dan 1 pesan dari Erlangga serta 5 panggilan tak terjawab dari Halimah dan 1 pesan suara.
Elfira membuka pesan suara dari Halimah terlebih dahulu. "Bunda, malam ini Anin tidur di rumah nenek Halimah ya. Jadi, bunda tidak perlu jemput Anin. Dah bunda."
Elfira tersenyum mendengar suara anaknya, akhirnya ia bisa bernafas lega. Karena anaknya menginap di rumah Halimah, jadi ia tak perlu terkena amukan dari Anin karena lama menjemputnya. Setelah itu Elfira membuka pesan dari Erlangga.
[Maafkan aku Fir. Aku tahu kamu kecewa padaku karena kejadian tadi. Aku akan memberikan kamu waktu untuk menenangkan diri. Jika kamu sudah merasa lebih tenang, aku akan menjelaskan semuanya padamu.]
Elfira meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, ia lalu beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
...****************...
Seminggu sudah Elfira mengabaikan Erlangga, dan selama seminggu itu ia tak tahu bagaimana kabar lelaki itu. Meskipun ia mengatakan benci pada lelaki itu, namun sudut hatinya merasakan rindu yang luar biasa terhadap Erlangga.
Berulangkali ia mencoba untuk membenci, tapi hatinya justru mengatakan kalau ia mencintai lelaki itu. Namun, rasa kecewa nya yang begitu besar membuat Elfira menjadi menutup diri.
"Apa kabar Kamu Er?" gumam Elfira.
Elfira duduk melamun di teras rumahnya, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Pesan bergambar yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Ia membuka pesan tersebut, hatinya hancur saat melihat foto sebuah undangan pernikahan bertuliskan Erlangga Putra Wijaya dan Jessica Anastasya.
"Jadi mereka akan menikah," gumam Elfira ketika melihat foto undangan tersebut. Tak terasa air matanya mengalir, hatinya terasa perih saat mengetahui pria yang sudah berhasil membuka hatinya akan menikah dengan wanita lain.
"Kamu bohong Er, katanya kamu akan menunggu sampai aku siap. Tapi nyata nya sekarang kamu malah akan menikah." Elfira benar-benar kecewa.
Setelah melihat Erlangga bermesraan dengan Jessica, sekarang dia akan menikahi wanita itu. Sungguh membuat Elfira tidak bisa lagi mempercayai yang namanya lelaki.
"Ternyata semuanya bohong, semua yang kamu katakan hanyalah omong kosong. Mulai sekarang aku tidak mau lagi bertemu denganmu ataupun berurusan denganmu," ucap Elfira dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Ia pun menghapus airmatanya dan masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintunya.
...****************...