Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 28 Sandra Pulang


__ADS_3

Sudah dua bulan lamanya Sandra berada di rumah orang tuanya, dan selama dua bulan itu dia tidak tau bagaimana kabar suami sirihnya itu. Baik Sandra mau pun Adam tak ada yang saling menghubungi. Bahkan Sandra tidak tau kalau Adam sedang di penjara. Saat ini kandungan Sandra sudah semakin membesar, usia kandungannya sudah memasuki bulan ke lima. Tiba-tiba saja ia sangat merindukan Adam, rencananya siang ini dia akan kembali ke rumahnya dan menemui Adam.


"Rasanya mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papa kamu sayang, kamu juga pasti kangen sama papa ya," ucap Sandra pada bayi dalam kandungannya. Tiba-tiba saja perutnya terasa sakit akibat si jabang bayi menendang perutnya dengan sedikit kencang.


"Mama," panggil Axel yang baru saja bangun dari tidurnya. Anak itu berdiri di depan pintu kamar Sandra sambil mengucek matanya.


"Eh, kakak Axel sudah bangun. Sini sayang sama mama," ucap Sandra sambil menepuk pinggir kasur dan membantu anaknya duduk di sebelahnya. "Kakak Axel mau apa nak?"


"Papa. Mau papa," jawab Axel dengan memandang Sandra penuh harap. Sejak kemarin anak itu mencari papa nya.


"Axel mau ketemu papa?" tanya Sandra dan di angguki oleh Axel, "Axel kangen papa?" tanya Sandra lagi dan Axel kembali mengangguk.


"Ya sudah, sekarang Axel mandi terus sarapan ya. Nanti siang kita pulang ke rumah papa," pinta Sandra dan langsung di turuti oleh Axel. Sandra membantu Axel untuk turun dari tempat tidur, setelah itu Axel berjalan keluar dari kamar Sandra dan menuju kamarnya sendiri. Meskipun usianya baru dua tahun, tapi anak itu sudah bisa mandiri.


"Apa aku telepon mas Adam dulu ya, takutnya dia gak ada di rumah." Sandra pun berjalan mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Setelah mendapatkan ponselnya, Sandra langsung mencari nomor Adam dan menghubunginya. Namun sayang, ponselnya tak aktif. Sekali lagi Sandra men-dial nomor Adam, tetap tak aktif.


Tiba-tiba perasaan Sandra berubah jadi tak enak, takut terjadi sesuatu dengan suaminya itu. "Ponsel mas Adam kok gak aktif ya, apa terjadi sesuatu sama dia," gumam Sandra.


"Aku harus pulang sekarang juga." Sandra berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil kopernya yang ia simpan di dalam sana. Satu persatu pakaiannya ia masukkan ke dalam koper.


...****************...


"Kamu mau kemana San, kok bawa koper segala?" tanya Puspa saat melihat anaknya keluar dari kamar dengan menggeret koper dan menggandeng Axel.


"Aku mau pulang ma, Axel kangen sama mas Adam katanya," jawab Sandra.


"Kenapa gak di telepon aja sih, suruh dia datang kemari. Kamu kan sedang hamil, kasihan kamu kalau kesana kemari dengan perut besar seperti itu," ucap Puspa yang tak tega melihat Sandra.


"Sudah ma, tapi ponsel mas Adam gak aktif. Aku khawatir terjadi sesuatu sama dia."

__ADS_1


"Halah, ngapain kamu khawatirkan dia. Memangnya selama kamu di sini, dia ada datang atau menghubungi kamu walau sekedar tanya kabar gitu. Enggak kan," omel Puspa.


"Tapi ma, Sandra tetap harus pulang ma. Sandra harus memastikan kalau mas Adam baik-baik saja di sana," ucap Sandra yang ngotot ingin pulang.


"Terserah kamu lah." Puspa pun berbalik badan dan berlalu meninggalkan Sandra.


Sandra hanya bisa memandang punggung Puspa yang berlalu dan masuk ke dalam kamarnya. Kemudian dia mengajak Axel untuk segera pergi.


Sandra memesan taksi online untuk bisa sampai ke rumahnya. Satu jam lebih perjalanan dari rumah orang tuanya, akhirnya Sandra tiba di rumahnya sendiri.


Begitu sampai di depan rumahnya, Sandra membuka pagar lalu berjalan masuk. "Kenapa halamannya kotor sekali," gumam Sandra saat melihat sampah daun kering yang berserakan di halaman. Keadaan rumah pun tampak sepi seperti tak berpenghuni.


Sandra merogoh tas nya dan mencari kunci rumah, begitu ia mendapatkannya Sandra langsung memasukkan kunci tersebut ke lubang kunci dan memutarnya.


Cklek.


Kunci terbuka, Sandra memutar handle dan membuka pintu. Begitu pintu terbuka, Sandra refleks menutup hidung karena bau lembap yang begitu menyengat.


Sandra berjalan masuk, namun langkahnya terhenti karena Axel menarik bajunya. Sandra menunduk dan memperhatikan anaknya itu, "kenapa sayang?" tanya Sandra pada Axel.


"Atut," ucapnya. Axel sampai bersembunyi di belakang tubuh Sandra karena takut melihat rumahnya yang gelap. Lampu di ruangan itu mati, Sandra mencoba menekan tombol switch tapi tetap tak menyala. Untung saja hari masih siang, jadi masih ada cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah tersebut.


"Ma," rengek Axel ketakutan.


"Gak apa-apa sayang, ada mama," ucap Sandra menenangkan anaknya. Sandra memperhatikan seluruh ruangan yang berantakan. Botol-botol minuman berserakan, sampah-sampah bekas makanan pun tak di buang. Inilah yang membuat aroma menyengat menusuk hidungnya ketika pintu baru saja di buka tadi.


Sandra menghela nafasnya karena sepertinya dia akan kerja keras membersihkan rumahnya. Namun sebelum itu, Sandra harus mengungsikan Axel terlebih dahulu ke rumah tetangganya.


Sandra berjongkok dengan sudah payah di hadapan Axel, "Axel mama antar ke rumah kakak Saskia dulu ya, mama mau membersihkan rumah. Berantakan banget rumahnya," ucap Sandra pada Axel.

__ADS_1


"Papa mana?" tanya Axel karena tak melihat papa nya.


"Mama gak tau sayang, mungkin papa lagi kerja," jawab Sandra berbohong. "Yuk mama antar." Sandra berdiri dan menggandeng tangan Axel keluar dari rumah.


...****************...


"Loh! Mbak Sandra, katanya pulang ke rumah orang tua mbak. Kapan balik?" tanya Saskia saat Sandra datang ke rumahnya dan mempersilahkan ibu dan anak itu masuk.


Saskia adalah tetangga Sandra, hanya selisih tiga rumah dari rumah Sandra. Bisa di bilang mereka cukup dekat karena Saskia suka bermain dengan Axel. Tak jarang Sandra sering menitipkan Axel kalau Saskia sedang tidak ada jadwal kuliah atau saat dia sudah pulang kuliah. Saskia adalah seorang mahasiswi jurusan akuntansi semester 6.


"Mbak baru saja pulang, Ki. Makanya mbak mau nitip Axel sama kamu, soalnya rumah berantakan banget kayak yang sudah lama gak di tempati. Padahal kan ada mas Adam di rumah," ucap Sandra.


"Loh, memangnya mbak gak tau ya," sahut Saskia heran.


"Tau apa?"


"Mas Adam kan di penjara mbak," jawab Saskia membuat Sandra terkejut.


"APA?" teriak Sandra membuat Axel yang sedang menonton televisi jadi melihat ke arahnya. Namun, sedetik kemudian perhatiannya kembali ke televisi.


"Iya mbak, kalo gak salah sebulan yang lalu ada polisi datang ke rumah mbak dan menangkap mas Adam," ucap Saskia dengan berbisik, takut Axel mendengar percakapan mereka.


"Memangnya mas Adam sudah melakukan apa kok bisa sampai di tangkap polisi segala?" tanya Sandra yang memang tidak tau apa-apa.


"Mbak beneran gak tau?"


Sandra langsung menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Saskia. Memang dia tidak mengetahui apa pun. Karena, selama dua bulan dia pergi tak sekali pun dia berkomunikasi dengan suaminya itu. Itulah sebabnya Sandra begitu terkejut saat mendengar berita yang disampaikan oleh Saskia tadi.


Sepertinya besok Sandra harus menemui Adam di penjara. Dia harus bertanya apa sebab suaminya itu di tahan. Setelah menitipkan Axel pada Saskia, Sandra pun kembali ke rumahnya dan bekerja keras membersihkan rumah yang sangat berantakan itu. Dengan perut yang sudah membesar, sepertinya dia akan sulit menyiapkan pekerjaannya dengan cepat. Namun begitu, Sandra tetap harus melakukannya agar ia dan Axel bisa nyaman tinggal di sana.

__ADS_1


...****************...


bersambung....


__ADS_2