Menikah Dengan Boss Mantan Suami

Menikah Dengan Boss Mantan Suami
Bab 54


__ADS_3

Hidangan yang telah dipersiapkan di atas meja kini sedang di santap oleh Elfira dan yang lainnya. Setelah menentukan tanggal pernikahan yang akan dilaksanakan minggu depan, Elfira mengajak para tamu untuk menyantap makan malam tersebut.


"Mama gak sabar deh lihat kalian cepat-cepat menikah," ucap Wulan di sela-sela acara makan malam mereka.


"Kayaknya mama gak bisa nunggu sampe minggu depan, gimana kalo besok aja kalian menikahnya?" lanjutnya lagi dengan santai.


Semua orang yang mendengar perkataan Wulan pun tercengang bahkan mereka hampir saja tersedak oleh makanan yang sedang mereka kunyah.


"Kamu ini ya Lan, memangnya menikah bisa segampang itu. Semua butuh proses, lagian kenapa jadi kamu yang ngebet begitu. Kalo kamu memang gak sabaran, ya sudah, kamu saja yang menikah besok," tutur Halimah yang langsung mendapat pelototan dari Wulan.


"Heh, enak saja mbak ngomong. Mana mau saya menikah lagi, buat saya cuma almarhum mas Wijaya yang akan menjadi suami saya."


"Cih. Makanya kamu jangan seenaknya menyuruh mereka menikah besok. Memangnya kamu pikir menikah itu sama seperti membeli kacang goreng."


Wulan mendengus mendengar perkataan kakak kandungnya itu, memang benar apa yang di katakan Halimah. Tapi kan Wulan hanya ingin mengungkapkan perasaannya saja yang ingin segera menjadikan Elfira menantunya, memangnya itu salah?


"Sudah dong Ma, Tan. Kok malah jadi ribut sih, gak enak sama Fira. Lagian yang mau menikah kan Erlangga sama Fira, jadi biarkan kami saja yang mengurus semuanya," sahut Erlangga menghentikan pertengkaran kakak beradik itu.


Sementara Elfira hanya tersenyum canggung melihat perdebatan Wulan dan Halimah, begitu juga Anin yang bengong menatap orang dewasa yang ada di sana. Meskipun ia tak mengerti dengan urusan orang dewasa, tapi Anin paham kalau bundanya dan Erlangga akan segera menikah. Yang artinya Erlangga akan menjadi ayah sambungnya. Sebelumnya Elfira sudah menjelaskan tentang hubungannya dengan ayah kandung anak itu. Kenapa mereka harus berpisah dan berakhir dengan Elfira yang akan segera bersanding dengan Erlangga.


Untung saja anaknya itu mau mengerti sehingga semua urusan mereka bisa lancar dan rencana pernikahan mereka pun berjalan tanpa hambatan.


****************


Siang ini Erlangga sedang bersiap-siap untuk menjemput Elfira dan Anin di rumahnya. Rencananya mereka akan pergi ke butik langganan Wulan untuk mencari baju pengantin.


Erlangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang tampak sepi. Mungkin karena hari weekend, jadi orang-orang malas untuk keluar rumah atau mereka sedang berlibur di puncak menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.


Akh, mendengar kata keluarga membuat Erlangga tidak sabar ingin segera menikah dengan Elfira. Sebentar lagi mereka akan resmi menjadi suami istri dan membina rumah tangga menjadi sebuah keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah.

__ADS_1


Tak terasa akhirnya mobil Erlangga sampai di depan rumah calon istrinya. Di sana tampak Elfira sudah menunggu bersama Anin di depan rumah. Erlangga turun dari mobil dan menghampiri dua wanita beda generasi itu.


Ketiganya jalan bersama layaknya keluarga bahagia menuju mobil Erlangga yang terparkir tepat di depan rumah Elfira. Tak lupa Erlangga membukakan pintu belakang untuk Anin lalu pintu samping kemudi untuk Elfira. Setelah memastikan dia wanita kesayangannya masuk ke dalam mobil dengan nyaman, Erlangga memutar mengitari mobil menuju pintu kemudi. Setelah itu mereka pun berangkat menuju butik dengan ditemani ocehan Anin yang selalu membuat mereka tertawa.


****************


Selang waktu 30 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah butik mewah. Butik yang menyediakan berbagai macam jenis pakaian. Mulai dari pakaian pengantin, pesta, bahkan pakaian casual ada di butik itu. Dari pakaian anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan, semuanya tersedia di butik tersebut. Butik yang diberi nama 'Anderson Boutique.'


"Selamat datang di butik Tante, gimana kabar Kamu Erlangga?" Seorang wanita paruh baya yang usianya di perkirakan sekitar 50 tahunan itu menyambut kedatangan Erlangga dan Elfira.


"Baik Tante. Tante sendiri apa kabar?" balas Erlangga.


"Tante juga baik," ucap wanita pemilik butik yang memiliki nama Merry Anderson. Setelah memeluk Erlangga dan melakukan cipika cipiki layaknya seorang ibu yang mencium anaknya, Merry beralih menatap Elfira yang sejak tadi berdiri mematung sambil menggandeng tangan Anindya.


"Ini calon istri kamu?" tanya nya sambil terus menatap penampilan Elfira dari atas hingga ke bawah, membuat Elfira risih di tatap seperti itu.


Merry mendengus kesal di tegur seperti itu oleh Erlangga. "Maafkan Tante ya sayang, saya tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman. Saya hanya terpesona dengan kecantikan kamu. Erlangga memang tidak salah memilih calon istri," puji Merry membuat Elfira tersipu.


"Ayo masuk, kalian silahkan pilih-pilih mana pakaian yang cocok untuk pernikahan kalian nanti." Merry pun mengajak Erlangga dan Elfira masuk untuk memilih pakaian yang mereka inginkan.


Di dalam butik, Merry memerintahkan beberapa pegawainya untuk membantu Erlangga, sedangkan dirinya membantu Elfira dan Anin untuk memilihkan pakaian yang cocok untuk mereka.


"Kamu cantik sekali Fir, pantas saja Erlangga sampai tergila-gila padamu," tutur Merry saat ia membantu Elfira mencoba sebuah gaun pengantin.


"Tante bisa aja, saya gak secantik itu kok Tan."


"Beneran loh Fir, Tante tuh sudah lama kenal Erlangga dan keluarganya. Dan seumur hidup Tante selama mengenal Erlangga, baru kamu loh wanita yang diperkenalkannya. Itu pun langsung di ajak menikah."


"Dulu nih ya, Tante pernah mengenalkan Erlangga sama anaknya teman Tante. Eh, malah dia gak mau, bahkan dia berpura-pura menjadi penyuka sesama jenis supaya Tante dan mamanya berhenti menjodohkan dia. Haha. Lucu banget kan dia," lanjut Merry sambil terkekeh membayangkan masa lalu Erlangga.

__ADS_1


Elfira pun ikut tertawa bersama Merry, ia tak menyangka kalau calon suaminya itu pernah sangat anti dengan wanita. Beruntung sekali dirinya yang langsung di cintai oleh Erlangga, padahal saat itu ia masih berstatus sebagai istri orang.


"Oke. Selesai, gimana menurut kamu. Nyaman gak kamu pakai yang ini?" tanya Merry setelah mereka beberapa kali memilih dan mencoba pakaian yang cocok untuk Elfira.


Akhirnya pilihan mereka jatuh pada sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan taburan batu Swarovski yang menambah kesan mewah dari gaun pengantin tersebut.


Elfira tampak sangat cantik mengenakan gaun tersebut, di tambah lagi dengan mahkota yang menghiasi kepalanya yang tertutup hijab. Sungguh seperti seorang putri dari kerajaan.


Merry membawa Elfira keluar dari ruang ganti dan membawanya ke tempat Erlangga dan Anin berada.


"Ekhem." Merry berdehem untuk mengalihkan perhatian Erlangga dan juga Anin agar menatap ke arahnya.


Sesuai dengan dugaan Merry, Erlangga langsung terpesona melihat Elfira yang sudah memakai gaun pengantin tersebut, bahkan matanya tak berkedip sedikit pun.


"Cantik," gumam Erlangga tanpa sadar, dan itu berhasil menimbulkan warna kemerahan pada wajah Elfira.


"Gimana. Cantik kan calon istrinya?" tanya Merry menyadarkan lamunan Erlangga. Lelaki itu sampai tersipu malu karena ketahuan menatap Elfira tanpa berkedip.


"Cantik banget Tante," puji Erlangga dengan penuh kesadaran. "Ayo sayang, kita ke bunda." Erlangga mengajak Anin mendekati Elfira.


"Kalian bertiga berdiri di situ, biar Tante foto."


Merry pun segera mengarahkan kamera ponselnya ke arah Erlangga dan Elfira serta Anin. Mereka bertiga tampak serasi layaknya keluarga bahagia. Ya, memang sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga. Keluarga yang harmonis dan juga bahagia.


Setelah mengambil banyak gambar mereka dengan berbagai gaya, Merry pun mengirimkan beberapa gambar hasil jepretannya kepada sahabatnya Wulan.


Setelah memilih dan mencoba pakaian pengantin yang akan mereka kenakan nanti, akhirnya mereka pun berpamitan kepada Merry. Karena mereka akan lanjut ke tempat Wedding Organizer atau yang sering dikenal orang dengan sebutan WO. Mulai dari gedung, catering, undangan, susunan acara dan yang lainnya mereka serahkan kepada WO tersebut. Mereka hanya akan terima beres saja. Karena Erlangga sudah membayar mahal untuk itu semua, mengingat waktu pernikahan mereka tinggal menunggu satu minggu lagi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2