Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
10. Menikah


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba, dengan di temani Lala, Pita nampak bersiap di kamarnya. Seorang penata rias sengaja di datangkan oleh Adi untuk mempercantiknya di hari bahagia ini. Riasan dibuat seapik mungkin, menyesuaikan dengan kebaya cantik yang melekat di tubuh Pita dengan pas.


Hari ini Pita akan melepas masa lajangnya di usia yang sangat muda. Dan Ia ingin memulai hidup barunya ini dengan suasana baru. Ia berniat untuk memakai hijab. Dimulai saat hendak ijab qabul dilaksanakan. Ia sudah memakai jilbab senada dengan warna kebayanya, dan Ia bertekad untuk tak melepasnya hingga nanti.


"Akhirnya sold out juga sahabatku ini", ucap Lala pada sahabatnya itu.


"Ihhh.... apaan sih. Emang Aku barang. Masa ya Sold out", cebik Pita.


"Lhah iya kan. Kalo udah laku berarti udah sold out kan. Selamat ya Ta. Nggak nyangka sebentar lagi udah jadi nyonya", ucap Lala.


"Aku sendiri juga nggak nyangka La. Rencananya kan mau kerja terus kuliah, malah nikah secepat ini La.


Mungkin takdirnya harus begini, mau nggak mau Aku pun harus mengikuti alurnya kan", jawab Pita.


"Iya Ta. Lagian, meskipun menikah muda Kamu nanti tetap dibolehin lanjut kuliah kan. Jadi nikmati aja momen bahagiamu ini.

__ADS_1


Aku hanya bisa berdo'a semoga kamu bahagia kedepannya dengan pernikahan ini. Sekali lagi selamat ya", ucap Lala tulus.


Lala hanya ingin kebahagiaan untuk sahabatnya itu. Melihat calon suami Pita begitu mencintainya dan keluarga suaminya menyambut Pita dengan baik, membuat Lala yakin Pita akan bahagia kedepannya.


"Makasih ya La. Kamu selalu jadi sahabat terbaik buat Aku. Semoga kedepannya persahabatan kita tetap terjalin hingga tua.


Aku juga do'ain kamu segera menyusul, Aku lihat pacar kamu sayang banget sama kamu", balas Pita.


"Eh.... kok nyusul sih. Aku baru mulai semester dua tahu. Cukup Kamu aja yang nikah muda, aku jangan", jawab Lala.


Keduanya pun tertawa bersama menikmati momen kebersamaan sebelum Pita berganti status menjadi istri orang.


Masjid di Kampung Pita telah dipenuhi beberapa tetangganya yang ingin menyaksikan acara akad Pita. Keluarga Adi pun sudah berkumpul semua, pak Penghulu pun telah tiba. Adi di buat cemas, karena Pita yang rumahnya tak begitu jauh dari masjid tapi tak kunjung tiba.


Pikiran buruk tengah Adi rasakan, Ia takut Pita berubah pikiran dan membiarkannya menunggu akad sementara Pita kabur.

__ADS_1


Hingga.....


Deggggg.......


Sosok yang Adi nantikan akhirnya tiba, Gadis mungil yang sedikit berisi itu semakin membuatnya terpesona. Pita tampak cantik dengan tampilan barunya. Ia semakin manis dengan hijabnya itu.


Adi terlalu terfokus pada Pita hingga Ia tak mendengar panggilan penghulu. Jelas saja kejadian itu membuat semuanya tertawa dan mengejek Adi yang tak sabaran menikahi Pita, hingga pandangannya tak bisa berpaling.


Penghulu pun mulai membaca Do'a dan memulai acara sakral itu. Adi pun dengan lancar mengucapkan janji sucinya di hadapan penghulu dan orangtua keduanya.


"Sahhhhh.....", begitulah ucapan para saksi.


Pita dan Adi telah resmi menjadi pasangan suami istri. Acara pernikahan pun berjalan khidmat, dengan di saksikan seluruh keluarga inti kedua mempelai.


Wajah bahagia tak hanya nampak pada kedua pengantin. Orangtua Pita pun sama bahagianya, mereka lega bisa menikahkan putri semata wayangnya itu. Sementara orang tua Adi bersyukur, karena putranya akhirnya menikah setelah dua kali di langkahi kedua adik perempuannya itu.

__ADS_1


Menikah bukanlah akhir dalam sebuah hubungan, tetapi awal dari perjalanan hubungan asmara. Bagaimana akhirnya tergantung kedua orang yang menjalaninya tersebut


*****......*****


__ADS_2