
Sore ini rumah Pita mendadak ramai dengan hadirnya Lima mobil mewah, terparkir di halamannya yang kecil. Para tetangga pun berduyun-duyun mendekat untuk mengetahui siapa pemilik mobil mewah yang tiba-tiba datang ke rumah tetangganya itu.
Bagaimana tak membuat tetangga Pita kepo maksimal, pasalnya kawasan rumah Pita hanyalah kampung kecil dengan jalan yang belum di aspal. Rata-rata penghuninya hanya buruh pabrik maupun buruh tani. Yang paling lumayan hanyalah sebagai Guru SD, itu pun hanya beberapa.
Tak hanya tetangga Pita yang penasaran, orang tua Pita pun di buat heran. Mereka hanyalah orang biasa, bagaimana bisa tiba-tiba ada deretan mobil mewah yang terparkir di halaman mereka hingga memakan bahu jalan karena pekarangan rumah tersebut memang sempit.
Pita sendiri belum tahu, siapa gerangan mereka. Benarkah itu tamu mereka atau hanya tamu salah alamat alias nyasar.
Deg......
Rasa gugup tiba-tiba mendera Pita, saat Ia melihat orang pertama yang turun dari mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu masuk rumah.
Adi.... orang yang Pita lihat itu adalah Adi, Bos Pita sekaligus Kekasihnya, yang terhitung belum genap seminggu mereka dikatakan menjadi pasangan kekasih.
Pita masih menduga-duga apa maksud kedatangan Adi kerumahnya membawa rombongan mobil mewah.
Satu-persatu semua penumpang mobil turun. Di mobil pertama ada Adi dan kedua orangtuanya. Mobil kedua adik Adi bernama Bela bersama suami dan putrinya yang berumur 7 tahun. Mobil ketiga ada adik Bela bersama suami serta putrinya yang masih berusia 4 tahun.
Ada apa gerangan ini? Mengapa Adi datang kerumahnya dengan formasi lengkap. Berbagai pertanyaan muncul di kepala Pita. Hingga perhatiannya teralihkan dengan turunnya beberapa orang tak yang tak di kenalnya dari mobil ke empat, dan segera berlalu ke mobil yang paling belakang.
Bingkisan.....
__ADS_1
Itu hal pertama yang Pita lihat, dan Pita pun mulai menduga-duga tentang maksud kedatangan Adi bersama keluarganya.
Jika dugaan Pita benar, melihat banyaknya bingkisan yang dibawa. Pita dapat menyimpulkan , jika kedatangan Adi bertujuan melamarnya.
Sementara orang tua Pita masih menganga, mereka masih belum paham akan situasi ini. Tak ada satupun dari mereka yang dikenali oleh orangtua Pita. Karena Pita memang masih baru menjalin hubungan dengan Adi, dan Ia belum menceritakan perihal Adi kepada orangtuanya.
******
Setelah melewati drama keterkejutan tadi, mereka pun kini sudah berada di ruang tamu Pita yang lesehan. Karena kursi tamu hanya ada di teras rumahnya saja.
Yang ada di ruangan tersebut hanya Keluarga Adi, sementara para pelayan tadi kembali pergi setelah meletakan beberapa bingkisan yang dibawa rombongan Adi, kini bingkisan tersebut memenuhi teras rumah sederhana itu.
"Maksud dan tujuan kami sekeluarga datang kesini selain ingin menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarga Bapak Ibu juga ingin melamar nak Pita untuk Putra sulung kami yang bernama Adi. Dan sebagai wujud keseriusan dari kami, ada sedikit oleh-oleh dari kami untuk Nak Pita dan keluarga.
"Mohon maaf sebelumnya Pak. Kami bingung dengan situasi ini. Kenapa tiba-tiba keluarga Bapak datang ke gubug kami hendak melamar putri kami, sementara kami tidak tahu tentang Nak Adi ini tengah dekat dengan Putri kami.
Jujur kami begitu terkejut dengan hal yang tiba-tiba ini", ucap Ayah Pita.
Adi hendak membuka mulutnya tapi sudah di dahului oleh Papanya.
" Sebenarnya Putra dan Putri kita tengah menjalin hubungan, tapi karena mungkin hubungan mereka yang belum lama, sehingga Nak Pita belum menceritakan pada Bapak dan Ibu.
__ADS_1
Meskipun hubungannya belum lama, tapi Adi sudah yakin ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Putri Bapak dan Ibu", jelas Papa Pak Adi.
Ayah dan Ibu saling pandang, kemudian menatap putrinya itu.
"Apakah benar Pita sekarang tengah menjalin hubungan dengan Nak Adi?", tanya Ayah Pita padanya.
"Iya Ayah", jawab Pita sambil mengangguk.
Mendengar jawaban Putrinya tersebut, orangtua Pita pun bernafas lega. Setidaknya Putrinya itu sudah tahu siapa lelaki yang hendak melamarnya itu. Mereka telah saling mengenal, dan bukan lagi orang asing bagi Pita.
Ayah dan Ibu Pita pun bisa melihat kesungguhan hati pria dewasa itu. Meski sudah yakin dengannya, namun orangtua Pita tak bisa langsung mengiyakannya. Putrinya masih terlalu kecil untuk menikah. Usianya belum genap 19 tahun, dan Ia pun bercita-cita ingin kuliah.
Orangtua mana yang tak menginginkan anaknya memiliki jodoh yang mencintai anaknya terlebih sudah mapan, tapi sebagai orangtua pun tak boleh egois dan harus mengutamakan pendapat anaknya. Karena yang akan menjalaninya bukan mereka, melainkan anak mereka.
"Kami sebagai orangtua tak bisa menolak maupun menerima lamaran dari Nak Adi. Karena semua keputusan ada di tangan putri kami, Pita.
Jadi Nak, jawablah sesuai kata hatimu. Kami sebagai orangtua hanya bisa mendukungmu.
Dan untuk Nak Adi, saya harap apapun jawaban putri saya nantinya, kamu harus menerimanya.
Jadi bagaimana jawaban kamu Pita", tanya Ayah Pita lagi.
__ADS_1
Pita bingung harus menjawab apa? Dan semua pun menunggu dengan harap-harap cemas.
*****.......*****