Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
46. Menikah Lagi


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di nantikan oleh Bu Titin, Ia ingin segera memberikan Ibu sambung bagi Gara, cucunya. Sayangnya ini bukan hari bahagia untuk pasangan pengantin yang akan menikah. Keduanya menikah dengan sedikit terpaksa karena pilihan sulit yang Bu Titin berikan.


Menikah lagi dalam waktu dekat tak pernah terfikirkan oleh Pita. Belum genap setahun Ia menyandang status janda dan sekarang sudah akan melepas kembali status barunya itu.


Awalnya Bu Titin hendak menyewa seorang MUA untuk hari bahagia Pita. Namun Pita menolaknya, Ia hanya ingin di make up oleh Lala.


"Kenapa nggak pakai MUA sekalian sih Ta? lumayan kan gratis ini", ucap Lala sambil mendandani Sahabatnya itu.


"Aku nggak mau La. Nggak nyaman aja", sahut Pita.


Perasaannya memang tak nyaman sedari kemarin. Makanya Ia malas bertemu dengan orang asing. Ia memilih Lala yang mendandaninya.

__ADS_1


"Untung Kak Awan ngasih izin. Tahu sendiri gara-gara Aku pernah keserempet mobil waktu itu. Tingkahnya sekarang over banget", keluh Lala.


Pita hanya menanggapinya dengan senyum. Ia merasa perubahan sikap suami Lala, karena sang suami mulai mencintai sahabatnya. Hanya saja Lala yang tak peka. Ia hanya bisa berdo'a untuk kebahagiaan sahabatnya itu.


Sementara untuk pernikahannya sendiri Ia tak yakin. Semua orang ingin menikah sekali seumur hidup, hanya saja itu tak berlaku untuknya. Nyatanya Ia akan menikah untuk ke dua kalinya. Harapannya semoga ini yang terakhir, tapi entah mengapa firasatnya tak baik. Semoga hanya perasaannya saja.


******_______******


Aji masih berada di rumahnya, Ia malas untuk bersiap-siap. Ia duduk termenung di ranjangnya sambil memangku foto pernikahannya dengan Almarhumah Istrinya. Tak ada senyum tulus di wajah keduanya, Ia ingat betul mereka menikah karena di jodohkan oleh Ayah mereka dulu.


Hingga malam itu mereka berembuk untuk memperbaiki hubungan pernikahan mereka. Di mulai dengan menjalankan hak dan kewajiban seorang suami istri. Mereka belajar untuk saling mencintai.

__ADS_1


Dan dua bulan kemudian Istrinya dinyatakan hamil. Ada rasa bahagia di hati Aji, Ia akan berusaha mencintai Istrinya sepenuh hati. Bulan terus berganti Ia menjadi suami siaga dalam mendampingi kehamilan istrinya itu. Rasa cinta perlahan tumbuh dengan sendirinya.


Ia begitu sedih saat Ia sudah benar-benar mencintai sang Istri, justru Ia harus merasakan patah hati sedalam-dalamnya. Wanita itu pergi untuk selamanya. Bagi Aji, bayi itu penyebab Cintanya pergi, Ia begitu marah dan membencinya.


'Maafkan Aku Sayang. Aku tak bisa melihatnya apalagi menjaganya. Melihatnya hanya membuatku teringat akan luka saat Kau tinggalkan', lirih Aji.


Beberapa hari yang lalu Ia bermimpi Istrinya datang dan memintanya menjaga si Bayi. Dan memintanya menikahi Ibu Susu bayi itu.


Ia tak menyangka akan menikah kembali setelah statusnya duda karena cerai mati. Jika bukan karena Ibunya hendak mewariskan semua toko pada bayi itu membuatnya tak sudi untuk menikah dengan orang yang asing baginya.


"Enak saja bayi itu akan memiliki semua hasil kerja kerasku selama ini. Dia sudah membuat istriku pergi dan sekarang ingin menguasai semuanya. Tak pernah Aku biarkan", pekik Aji berapi-api.

__ADS_1


Patah hati membuat hatinya buta, Ia bahkan membenci buah hatinya sendiri. Seharusnya sebagai orang tua Ia ada untuk buah hatinya sebagai penguat, namun justru tega menelantarkannya. Sungguh orang akan berubah mati rasa jika sudah membenci.


*****.....*****


__ADS_2