Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
61. Langsung Nikah saja


__ADS_3

"Lhoh....lhoh... udah sampai to Le", ucap Bu Wati yang keluar saat hendak membuang sampah.


Ia pun tak tahu jika putranya itu tiba sepagi ini, Ia kira anak bujangnya itu baru akan tiba menjelang siang nanti.


Pita dan Lelaki yang Pita panggil 'Mas Ndaru' pun langsung menoleh ke arah Bu Wati setelah mendengar suara wanita itu. Pita dan lelaki itu sama-sama masih terkejut karena bertemu setelah lama tak bersua.


"Eh.... iya Bu. Assalamu alaikum", ucap bujang Bu Wati.


"Wa alaikum salam. Udah ayo masuk sana, Bapakmu masih di belakang lagi ngasih makan Ayam. Ibu mau buang sampah dulu", ucap Bu Wati sambil melanjutkan langkahnya keluar.


"Oh ya.... Nduk kamu pulangnya nanti saja. Ibu kenalin sama anak Ibu dulu, sarapan sekalian disini", imbuh Bu Wati.


"Nggak usah nolak. Kamu temenin anak Ibu masuk dulu", kata Bu Wati lagi.


Baru Pita hendak menjawab Bu Wati sudah kembali bersuara. Pita pun hanya bisa kembali mengatupkan bibir. Ia pun hanya bisa pasrah, bisa saja Ia menolak tapi mendengar ucapan Bu Wati seolah menjadi perintah baginya. Ia jadi segan untuk membantah.


"Ayo masuk dulu", ajak Ndaru canggung.


"Ehm...i...iya Mas", jawab Pita gugup.


Pita pun memilih masuk lebih dulu dan menuju ke dapur. Sementara Ndaru langsung ke kamarnya untuk meletakkan ranselnya.


"Lhoh nggak jadi pulang to Nduk Pita?", tanya Pak Yo, Suami Bu Wati.


Pita hanya tersenyum kikuk, tadi Ia sudah pamitan pada Pak Yo tapi malah sekarang masih berdiam di dapur.

__ADS_1


"Ehm... itu... Pak. Disuruh sarapan disini sama Ibu", jawab Pita.


"Iya bener Nduk kata Ibu. Biar rame. Kalo perlu tiap hari Kamu makan disini saja. Bapak sama Ibu itu punya anak banyak tapi tiap hari cuma berdua terus, sepi rasanya", keluh Pak Yo.


Pita hanya mengangguk mengiyakan, takut jika menolak akan membuat kecewa.


"Bapak ke kamar dulu ya Nduk", pamit Pak Yo.


"Iya Pak", sahut Pita.


Sementara itu Ndaru tengah menenteng pakaian ganti dan peralatan mandinya melewati dapur, karena kamar mandinya berada di belakang dapur.


Ndaru tak menyapa Pita, Ia hanya menatapnya sambil tersenyum manis. Pita pun membalasnya dengan senyum pula.


"Iya Ta. Gerah banget kelamaan duduk", jawab Ndaru.


Tak lama kemudian Pak Yo dan Bu Wati sudah tiba di dapur, mereka pun menuju meja makan bersamaan. Pita tengah menuang teh untuk semua orang. Ia tak ingin hanya berpangku tangan saat numpang makan di rumah orang.


"Lha Ndaru kemana Nduk?", tanya Bu Wati pada Pita.


Pak Yo yang mendengar sang Istri menanyakan anak bujangnya pada Pita hanya mengernyit bingung.


"Sedang mandi Bu", sahut Pita.


"Emang Ndaru sudah pulang Bu", tanya Pak Yo.

__ADS_1


"Lhoh.... Bapak belum bertemu Ndaru to", tanya Bu Wati balik yang di jawab gelengan Pak Yo.


"Ngomongin Ndaru ya... ", ucap Ndaru yang tiba-tiba muncul dari Kamar mandi dengan wajah yang sudah segar.


"Sudah pulang to Le. Kok nggak nyari Bapak dulu", ucap Pak Yo sambil tersenyum senang.


"Maaf. Bapak kan lagi sibuk sama ayam-ayam Bapak", sahut Ndaru sambil mendekat ke arah Bapak dan Ibunya untuk mencium tangan.


Ndaru mencium punggung tangan Bapak, lalu Ibunya, dengan iseng Ia mengulurkan tangan pada Pita. Pita yang terkejut justru reflek menerima uluran tangan Ndaru.


Melihatnya membuat Ndaru menggoda Pita, justru sekarang kesenangan karena merasa seperti sedang bersama Istri.


Sementara Bu Wati tersenyum senang, Ia semakin yakin menjodohkan mereka berdua.


"Langsung Nikah saja", celetuk Bu Wati membuat ketiga orang itu menoleh ke arahnya.


"Itu pegang-pegang tangan. Bahaya kan belum mahram. Cepet nikah aja biar bisa *****-***** yang lain", ucap Bu Wati sambil menunjuk tangan Pita dan Ndaru yang masih berpegangan usai adegan cium tangan tadi.


Ucapan Bu Wati sontak membuat ketiganya menoleh ke arah yang di tunjuk Bu Wati. Pita dan Ndaru pun gelagapan seolah sedang kepergok, malu rasanya. Suasana seketika menjadi canggung.


"Sudah. Ngobrolnya nanti saja, sekarang kita sarapan dulu", ucap Pak Yo mencairkan suasana.


Mereka pun segera memulai makan dengan khidmat.


*****......*****

__ADS_1


__ADS_2