
Cuppp......
Satu kecupan lembut di daratkan Ndaru di dahi Pita usai mereka melakukan Ibadah suami Istri untuk yang pertama kali. Ada rasa puas di hati Pita, setelah memenuhi kebutuhan ranjang suaminya. Ndaru memperlakukannya dengan lembut, meski sempat kasar di awal.
Ndaru pikir jika melakukan dengan Janda akan loss bebas hambatan, nyatanya masih ada seret-seretnya. Ia yang semangat 45 langsung gaspoll meski harus mengerem mendadak. Jelas saja seret karena Pita tak di pakai selama 2 tahun semenjak kehamilan usia 6 bulannya dulu.
Ndaru harus melihat Istrinya meringis kesakitan, mungkin jika yang Ia nikahi perawan akan ada drama kesakitan di awal juga. Ia menjadi tak tega dan memilih kembali melaju dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, Ia takut karena grusa-grusunya menyakiti Pita.
"Terimakasih ya. Maaf jika membuatmu sakit di awal. Aku pikir bakal bebas hambatan setelah menjanda bakal mudah masuknya.
Eh.... ternyata meski janda sensasinya kayak perawan aja", kekeh Ndaru.
Pita hanya mengangguk sambil memberengut sebal, rasa nyeri di intinya masih terasa karena suaminya itu menerobos paksa tanpa perkenalan dulu.
"Aduh.... jangan manyun dong. Bikin pengen nyium tau nggak.
Yuk lanjut lagi senamnya yuk....", goda Ndaru.
"Nggak denger suara adzan sekeras itu. Waktunya sholat adzan kalo nggak tahu. Nanti malam lagi.
Awas Aku mau mandi dulu", ucap Pita ketus sambil memungut pakaiannya tadi dan memakainya asal.
"Emang nggak pengen Aku gendong ala bridal gitu. Kayak novel-novel yang kamu baca. Abis MP di gendong suaminya ke Kamar mandi", goda Ndaru lagi.
Pita menatap sebal kearah suaminya, Ia merasa Ndaru tengah mengejeknya. Entah mengapa setelah menikah Ndaru menjadi semenyebalkan ini dengan terus-terusan menggodanya, atau ini memang sifat Ndaru sebenarnya.
"Memangnya Aku mantan perawan, Aku mantan janda kalau Mas lupa.
__ADS_1
Nggak perlu drama gendong-gendongan terus dimasukin bath up ala novel.
Disini kamar mandinya cuma pakai bak, mau nyemplungin Aku kesana", jawab Pita sebal sambil segera ke kamar mandi yang berada di luar kamar,di dekat dapur tepatnya.
Ndaru terbahak mendengar jawaban Istrinya itu. Ia pun segera menyusul Pita sambil membawa dua buah handuk. Pita sampai lupa membawa handuk karena sebal dengan ocehan Ndaru.
Tok....tok....tok....
"Ada yang kelupaan nggak Dek....", seru Ndaru dari depan pintu.
"Nggak...", jawab Pita.
"Yakin nih...", goda Ndaru.
Pita yang mulai melepas pakaiannya pun mulai merasa ada yang terlupakan. Pakaian ganti serta handuknya tak ada di gantungan.
"Mas bisa ambilin handuk sama baju ganti nggak", pinta Pita dari balik pintu.
Pita pun segera membuka pintu.
"Bisa ambilin pakaianku dulu nggak", tawar Pita.
"Aku belum terbiasa pegang jeroan", sahut Ndaru.
"Belum terbiasa tapi pegang isinya udah mahir", sungut Pita.
"Itu naluri Dekk.... beda. Yuk mandi bareng aja, kelamaan kalo gantian", ucap Ndaru meringsek ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mas mesuuummmm.... ", seru Pita terkejut.
Pletak....
"Kok di sentil sih Mas", protes Pita.
Ditangkupnya wajah Pita, dikecupnya bekas sentilannya tadi. Dilepaskannya perlahan setelahnya.
"Kamu yang mikirnya mesum. Mas cuma ngajak mandi bareng bukan ngajak mesum.
Di agama kita dianjurkan berhubungan badan di tempat yang bersih. Karena tujuan melakukannya adalah memperoleh keturunan sholeh dan sholehah.
Sedangkan kamar mandi bukan termasuk tempat yang bersih. Disini tempat buang air kecil dan besar. Disini pula kita membersihkan debu dan najis. Otomatis bukan tempat yang layak untuk membuat keturunan.
Udah mandi terus sholat jama'ah lagi", jelas Ndaru.
Mereka mandi benar-benar mandi pada umumnya di lanjutkan dengan sholat bersama.
"Terimakasih Mas sudah mencintaiku. Menerimaku yang penuh kekurangan ini", ucap Pita saat keduanya berbimcang santai di kamar.
"Kita manusia tak ada yang sempurna. Tujuan kita disatukan untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Tak hanya kamu Aku pun mungkin banyak kekurangan.
Jadi nikmatilah perjalanan rumah tangga kita, jika ada di antara kita yang berbuat salah kita harus saling mengingatkan.
Jika ada yang tengah rapuh kita harus saling menguatkan", jawab Ndaru bijak.
__ADS_1
Tak ada yang membuat bahagia selain memiliki pasangan yang sangat bijak dan bisa membimbing kita.
*****......*****