Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
43. Pilihan Sulit


__ADS_3

Tak terasa sudah 6 bulan Pita menjadi Ibu susu bagi Baby Gara. Kini bayi tampan itu sudah mulai memakan makanan pendamping Asi. Ia banyak belajar dari Babysitter Gara tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh di konsumsi Gara.


Baby Gara semakin sering rewel jika Pita pulang. Bahkan jika malam Gara tak mau lagi menyusu dengan dot, dan akan berakhir sakit. Mau tak mau Pita lebih sering menginap di rumah Bu Titin.


Ikatan batin bayi itu semakin kuat pada Pita, meski bukan Ibu kandung dan hanyalah Ibu susu bagi Gara. Tiap berjauhan dengan Pita Ia akan rewel, dan hanya akan diam jika menyusu langsung pada Pita.


Niat sedari awal ingin menjaga jarak dengan Gara dengan tak menyusuinya secara langsung. Tapi mau bagaimana lagi, jika dipaksakan minum memakai dot Gara akan kembali jatuh sakit. Ada rasa bangga bisa menyusui bayi secara langsung, tapi Pita akan kembali bersedih jika mengingat waktunya bersama Gara semakin berkurang.


*****______*****


Semenjak Lala kakinya pernah terkilir, hidupnya berubah. Awan selalu memintanya di buatkan sarapan, disiapkan pakaiannya. Bahkan Ia pulang sebelum magrib, dan selalu mengajaknya sholat berjama'ah di saat Ia berada di apartemen.


Si Mbak hanya bertugas bebersih apartemen dan mencuci pakaian. Urusan memasak Ia serahkan pada Lala. Bahkan Awan meminta di buatkan bekal untuk makan siang. Ia tak malu membawa kotak makan Lala yang bermotif kitty dan berwarna pink, karena Ia memang tak punya kotak makan sendiri.


Awan pun selalu menyempatkan diri mengantar dan menjemput Lala kuliah di tengah kesibukannya. Lala pun heran sendiri dengan perubahan suaminya. Hingga suatu hari Ia bertanya.


"Kenapa Kakak berubah?", tanya Lala.

__ADS_1


"Maksud Kamu?", tanya Awan balik.


"Sekarang selalu minta dimasakkan, padahal dulu lihat masakanku aja bilang tak nafsu. Baju minta disiapin, padahal dulu mewanti-wanti Aku nggak boleh masuk kamar", ucap Lala.


Awan menggenggam kedua tangan Lala lembut, saking terkejutnya Lala bahkan tak sempat menghindar dari genggaman Awan.


"Bisakah kita mulai hubungan kita dari awal. Kita lupakan yang sudah-sudah", pinta Awan lembut.


Lala yang mendengarnya mengernyit bingung. Drama apa yang suaminya ini tengah dilakonkan, tiba-tiba berkata seperti ini. Bukan tak sadar dengan segala perubahan sikap dan sifat Awan padanya. Hanya saja Ia masih tak bisa percaya dengan laki-laki termasuk suaminya sendiri. Bagaimana Ia tak curiga dan berburuk sangka jika Ia tahu, suaminya itu sudah menikah dengannya tapi masih menjalin kekasih dengan wanita lain.


Melihat kernyitan di dahi Lala, membuat Awan paham jika Istrinya tak akan mudah percaya dengan ucapannya itu. Sikap dan sifatnya duli mungkin membuat Lala curiga dengan ucspannya tadi.


Ia tak tahu saja jika istrinya itu tak menggunakan hati dalam pernikahan ini. Hati Lala terlanjur mati saat kepercayaannya dikhianati bahkan dengan orang yang masih memiliki ikatan darah dengannya.


Ia dulu sengaja menolak masakan istrinya karena gengsi. Ia melarang Lala masuk ke kamarnya karena takut ketahuan memiliki banyak foto Lala sedari SMA yang sengaja Ia pajang dalam sebuah bingkai. Foto candit Lala yang dulu Ia ambil secara diam-diam.


*****_____*****

__ADS_1


"Menikah.....", ucap Lala terkejut.


Ya....kali ini Pita tengah berada di sebuah cafe dan mengajak Lala bertemu disana. Jika hanya curhat lewat ponsel Ia merasa kurang yakin. Hendak mengunjungi apartemen sahabatnya Ia merasa sungkan. Alhasil bertemu di luar adalah solusinya.


"Kamu jadian sama Bapaknya Gara?", tanya Lala di jawab gelengan Pita.


"Lalu bagaimana tiba-tiba Kamu diminta menikah sama Bapaknya Gara?", tanya Lala penasaran.


"Aku diminta memilih La. Dan Aku bingung harus memilih yang mana. Aku diminta menikah agar Gara merasa memiliki orangtua yang utuh, sementara Aku tahu sendiri Ayah Gara tak menginginkannya karena menganggap bayi tampan itu penyebab istrinya meninggal.


Tapi jika Aku menolaknya, Bu Titin meminta Aku berhenti menjadi Ibu susu Gara. Padahal Gara sekarang mulai tergantung padanya. Jika tak menyusu padanya akan jatuh sakit.


Aku benar-benar bingung, tak mungkin Aku meninggalkan Gara. Tapi Aku juga tak mau menikah dengan lelaki yang bahkan tak ku kenal, bahkan bertemu pun belum pernah. Trauma pernikahan yang kemarin saja belum sembuh, bagaimana bisa Ia akan kembali menikah.


Bantu Aku menentukan pilihan La. Hanya Kamu harapanku", curhat Pita.


"Sungguh Pilihan yang sulit", jawab Lala ikut pusing memikirkan pilihan itu.

__ADS_1


*****......*****


__ADS_2