Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
53. Tekad


__ADS_3

"Cucu Ibu terindikasi typus, kondisinya cukup lelah dan harus rawat inap", ucap Dokter lelaki yang menangani Fajar, cucu Tante Rani.


"Lakukan yang terbaik untuk keponakan saya Dok", jawab Lala karena Tantenya nampak syok.


"La. Tapi biayanya belum ada", lirih Tante Rani.


"Udah jangan Tante pikirkan. Oh ya, Lita udah Tante hubungi?", tanya Lala memastikan.


Tante Rani mengangguk mengiyakan.


"Katanya sudah menuju kesini", jawab Tante Rani.


Lala harus memastikan keponakannya di tangani terlebih dahulu. Ia tak lupa menghubungi suami posesifnya itu. Meski kata orang posesif tanda cinta, nyatanya hati Lala tak bisa tersentuh sampai sekarang. Padahal mereka sudah tidur seranjang dan sering melakukan hubungan intim. Tapi tak membuat Lala membuka hati, baginya itu hanya kewajibannya sebagai seorang Istri terlepas cinta atau tidak.


Fajar sudah di pindahkan ke ruang rawat inap dan administrasi sudah Lala selesaikan. Akibat pengaruh obat, keponakan Lala itu tertidur lelap. Dan Lala pun mengajak Tantenya untuk berbincang di luar agar tak mengganggu tidur Fajar.

__ADS_1


"Tolong cerita sama Lala Tan. Kenapa bisa seperti ini?", tanya Lala.


"Ini seperti karma untuk Kami La. Tante dan Lita sama-sama menjadi Janda sekarang", ucap Tante Rani mulai menitikkan air mata.


Sementara Lala mulutnya menganga tak percaya. Ia bahkan tak bisa berkata lagi.


"Seminggu setelah Orangtuamu meninggal, Dewa menikahi Lita. Lita terpaksa putus sekolah, Ia tak mungkin melanjutkan sekolahnya disaat hamil.


Om Kamu mempercayakan perusahaan pada Dewa, karena mendengar kinerja Dewa bagus di perusahaan sebelumnya.


Kami menyewa sebuah rumah kontrakan kecil. Tante dan Om sering bertengkar, Ia menyalahkan Lita karena mengenal Dewa. Kondisi Lita yang masih labil dan sedang hamil muda membuat mentalnya down dan terpaksa di larikan ke rumah sakit karena terlalu sering mendengar Papanya menyudutkannya.


Om Kamu yang tak suka hidup miskin memilih mencari uang dengan cara pintas. Ia menjadi selingkuhan seorang Istri pejabat. Dan menceraikan Tante, karena wanita itu tak mau berhubungan dengan suami orang.


Sejak itu, Tante kesana kemari mencari pekerjaan untuk menghidupi Tante dan Lita. Tante tak mungkin menyuruhnya bekerja disaat hamil.

__ADS_1


Hari itu tetangga rumah Tante akan arisan dan Tante menyarankan membuat camilan sendiri dan Tante yang membantu membuatkannya. Dan Ia cukup puas dan tanpa ragu meminjamkan uang untuk modal kue kecil-kecilan, Ia kasihan melihat Tante harus menghidupi Lita yang tengah hamil.


Dan sampai saat ini Tante jualan kue keliling, bahkan uang modal bisa Tante kembalikan", ucap Tante Rani menceritakan kisahnya.


Lala mengepalkan telapak tangannya kuat-kuat. Ia begitu kecewa dengan Omnya yang dengan serakah menguasai perusahaan milik orangtuanya. Dan sekarang perusahaan itu menjadi milik orang lain.


Jika dulu Ia mencoba mengikhlaskan perusahaan itu di tangan Omnya sendiri. Tidak dengan sekarang, Ia tak akan membiarkan perusahaan itu menjadi milik lelaki macam Dewa.


Dewa telah mengkhianatinya dengan menghamili Lita adik sepupunya sendiri. Dan dengan teganya menelantarkan Istri serta darah dagingnya, setelah berhasil menguasai harta mertuanya.


Bagaimanapun caranya Ia akan kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milik Lala. Lelaki seperti Dewa tak memiliki hak sedikitpun untuk menguasai apa yang sudah Papanya bangun dari nol itu.


Lala bertekad membuat Dewa merasakan penderitaan seperti yang adik serta keponakannya rasakan.


*****......*****

__ADS_1


__ADS_2