
Perlahan Pita mulai membuka Map yang ada di hadapannya. Banyak poin-poin yang tertera di sana. Dan semuanya menguntungkan bagi Pita dan di halaman berikutnya ada sebuah surat perjanjian yang perlu Ia tanda tangani. Di halaman paling akhir adalah harta gono-goni setelah bercerai. Sungguh hal yang tak pernah Pita bayangkan, belum genap sehari pernikahan mereka sudah membahas perceraian.
Ya.... surat perjanjian tadi berisi kontrak pernikahan. Disana tertulis batas pernikahan mereka hanya sampai usia Gara 2 tahun dan mereka akan bercerai. Pita tak ingin berdosa karena mempermainkan pernikahan, tapi Ia pun tak mungkin selamanya bersama orang yang jelas-jelas tak menginginkannya. Dulu saja Ia merasa sedih karena berakhir bercerai dan sekarang justru perceraiannya di rencanakan.
Sungguh takdir macam apa yang menimpanya saat ini.
Malang sekali nasibmu Pita....
Orang tua meninggal setelah menikah....
Hamil besar di telantarkan.....
Melahirkan tanpa pendamping.....
Bayinya meninggal setelah dilahirkan....
Menikah terpaksa dengan orang asing....
__ADS_1
Pernikahannya hanya sebatas kontrak....
Miris....
Dua kali menikah dan akan kembali berakhir dengan kegagalan.
Pita memantapkan hatinya, jika lelaki ini tak menginginkannya, maka Ia pun tak akan menginginkan hidup bersama dengan perasaan. Baginya Ia menikah tanpa hati maka tak akan sekalipyn Ia mencoba bermain hati. Tujuan hidupnya saat ini hanya memberikan Asi dan mengasuh Gara hingga tumbuh kembangnya Ia ketahui. Meski nanti Ia akan berpisah, tak mengapa setidaknya Ia sudah menunaikan kewajibannya sebagai Ibu susu bagi Gara.
Ia akan menerima uang bulanannya sebagai Istri tapi tidak dengan harta gono gini, Ia tak butuh. Nanti Ia akan mencari pekerjaan saat sudah resmi berpisah. Untuk sekarang Ia hanya ingin fokus pada Gara.
"Saya tak akan menuntut harta gono gini. Saya tak butuh apapun, setelah kontrak berakhir, Saya hanya minta tolong perhatikan Gara", ucap Pita sambil memulai menandatangani kontrak pernikahan.
"Ini sudah Saya tandatangani. Jika sudah tak ada hal lain Saya permisi", ucap Pita.
Ia menyodorkan kembali Map yang Ia buka tadi ke arah Aji dan segera bangkit setelah tak ada kata yang keluar dari mulut Aji.
'Aku tak akan berharap apapun padamu. Tujuanku berada disini hanya karena Gara, jika pun Kamu tak menganggap keberadaanku pun tak mengapa. Hati ini kini sudah tertutup rapat', lirih Pita.
__ADS_1
Ia memilih menyibukkan diri mengasuh Gara di temani Babysitter yang bernama Mbak Siti. Mengingat Ia tak akan bisa bersama Gara lebih dari dua tahun. Pita memutuskan membuat Album foto. Kebetulan Ia memiliki beberapa foto Gara tiap bulannya. Meski Ia bukan Ibu kandungnya tapi Ia ingin Gara tetap memanggilnya Ibu suatu saat nanti jika kembali bertemu.
*****______*****
Esok harinya Pita pergi setelah menitipkan Gara pada Mbak Siti. Ia ingin mencetak foto dalam ponselnya.
Setelah surat kontrak Ia tanda tangani, hubungan Pita dan Aji semakin terlihat jelas bahwa mereka bukan suami istri pada umumnya. Mereka hanya dua orang yang tinggal seatap dengan ikatan pernikahan.
Pita memilih tidur di kamar Gara dan tidur di ranjang yang sama, box bayi Gara pun Ia biarkan kosong. Ia tak lagi takut Gara akan tergantung padanya, justru Ia ingin menikmati momen kebersamaan mereka hingga batas kontraknya berakhir.
Di dalam kontrak Pita tak di wajibkan menjalankan tugas dan kewajibannya. Tak perlu meminta izin pada suaminya jika ingin bepergian. Seperti hari ini, Pita pergi membawa Gara di temani Mbak Siti menuju rumah mantan mertua Aji.
Sebelumnya Pita sempat bertemu besan Bu Titin saat mereka mengunjungi Gara di rumah Bu Titin. Dan kini Ia ingin bergantian mengunjungi Bu Marni dan Pak Toha, mantan mertua Aji. Ia akan lebih mengenalkan bayi itu pada Kakung dan Utinya, agar kelak Ia tak merasa asing dengan Kakek nenek dari pihak Ibunya.
Selain berkunjung, Pita pun ingin meminta foto kedua orang tua itu untuk melengkapi album foto keluarga untuk Gara. Pita ingin mengenalkan Gara tentang silsilah keluarganya.
Ia hanya bisa berharap saat waktu kontrak pernikahannya habis Ia benar-benar bisa meninggalkan bayi tampan itu. Meski berat nantinya, Ia harus bisa karena Ia kini terikat hubungan pernikahan kontrak.
__ADS_1
*****......*****