Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
89. Ekstra Part 6 Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Bimbim merengek meminta di antar ke kampung orangtua Ndaru karena besok sudah libur kenaikan kelas. Mereka tak masalah anaknya meminta liburan di kampung, hanya saja si anak tak ingin di temani oleh kedua orangtuanya. Ia bersikeras ingin liburan sendiri disana.


Bimbim akan naik ke TK B, masih terlalu kecil menurut Pita jika di biarkan sendirian tanpa pengawasannya dengan jarak yang jauh dan cukup lama. Meski disana ada kedua mertuanya, tetap saja Pita tak rela berpisah dengan buah hatinya itu.


"Kalo Ibu ngijinin, Gara mau kok nemenin Bimbim di kampung", tawar Gara saat Ia mendengar Adik sesusuannya merengek.


Seolah mendapatkan angin segar, Pita pun merasa lebih tenang.


"Ya sudah Gara minta Izin sama Ayah dan Nenek Gara dulu", ujar Pita yang diangguki Gara.


Ia akan meminta izin pada Neneknya, tapi tidak pada Ayah yang tak pernah menganggapnya itu. Rasa sakit diabaikan sedari bayi membuat Gara tak menganggap keberadaan Ayah kandungnya, baginya orang yang perlu Ia hormati adalah Neneknya. Dan juga Pita serta Ndaru, yang serasa orangtua kandung.


"Bimbim boleh liburan ke rumah Mbah tanpa Bapak dan Ibu jika Kak Gara di ijinin ya. Kalo Kak Gara gak boleh ikut ke kampung, Bimbim pun harus ditemani Ibu", putus Pita tak mau di bantah.


Gara pun akhirnya menghubungi Neneknya untuk meminta izin menemani Bimbim liburan di kampung Ayahnya. Dan dengan di bantu Bimbim untuk merayu sang Nenek, Gara pun akhirnya di perbolehkan ikut ke kampung Mbah Bimbim asal Mbak Siti turut serta.


******___*****


Ndaru memang sudah memiliki mobil sendiri sekarang, namun untuk perjalanan jauh Ia memilih menggunakan jasa supir. Ia merasa nyaman dengan supir daripada mengendarai mobil sendiri. Seperti halnya sekarang, saat Ndaru dan Pita mengantarkan Bimbim, Gara dan Mbak Siti ke kampung orangtua Ndaru.

__ADS_1


Ndaru dan Pita menginap satu hari di rumah mertuanya karena sudah di usir Bimbim. Inginnya menginap 2 atau 3 hari lagi, tapi si kecil Bimbim sudah merengek minta di tinggal. Alhasil dengan terpaksa Mereka menitipkan sang Buah hati pada orangtua Ndaru.


"Pak..Bu... titip anak-anak ya. Tegur kalau Mereka bandel. Dan tolong kabari Kami jika ada apa-apa", pinta Ndaru.


"Pasti Le. Wis Kamu tenang saja, percayakan Mereka pada Ibu dan Bapakmu ini", sahut Pak Iyo.


"Iya Le. Mereka akan Kami awasi dan jaga dengan baik. Lagian ada Mbak Siti juga to disini", ucap Bu Wati meyakinkan.


"Dek Bimbim jangan bandel ya selama tinggal dengan Mbah. Nurut jika dilarang melakukan hal berbahaya.


Jangan rewel dan jangan merepotkan serta jangan minta yang aneh-aneh kasihan Mbah Akung dan Mbah Uti.


Berbagai pesan Pita ucapkan pada Putranya itu, dengan berat hati Ia dan suaminya pun harus kembali ke Kota sesuai permintaan Bimbim.


"Titip Adik Bimbim ya Kak Gara. Sering-sering hubungi Bapak dan Ibu", pinta Pita sambil mengelus puncak kepala Bocah itu.


"Bapak dan Ibu tenang saja Gara akan menjaga Adik dengan baik", sahut Gara mantap.


***

__ADS_1


Di tengah perjalanan Pita mengeluh pusing dan mual. Mereka pun memilih berhenti dulu di POM bensin terdekat. Dengan hati-hati Ndaru memapah Pita menuju toilet, disana Pita mengeluarkan seluruh isi perutnya. Tak biasanya Pita mabuk perjalanan, padahal sebelum berangkat mereka sudah o ?makan terlebih dahulu.


Dengan telaten Ndaru memijit tengkuk Pita yang kini tengah menghirup aroma minyak angin. Karena menopang tubuh Pita yang lemas, Ndaru pun meminta tolong pada sang supir untuk mencarikan teh hangat untuk Pita.


Setelah meminum teh serta memakan sedikit roti, kondisi Pita sudah membaik. Perjalanan pun kembali di lanjutkan.


Namun, lagi-lagi Pita muntah dan lebih sering. Bahkan Ia tak sempat ke toilet dan terpaksa muntah di kantung kresek. Sudah tak ada makanan dan minuman yang Ia konsumsi, namun muntahnya tak kunjung berhenti. Hingga Pita benar-benar lemas dan jatuh pingsan.


"Pak.... tolong carikan rumah sakit terdekat. Istri saya pingsan", ucap Ndaru panik.


"Baik Mas", jawab pak Supir.


"Sayang.... bangun jangan buat Mas khawatir", ucap Ndaru sambil merengkuh tubuh sang Istri.


Begitu tiba di Rumah sakit terdekat Ndaru segera membopong Sang Istri, sementara Sang supir dimintanya melakukan pendaftaran.


Perjalanan pulang kali ini berakhir dengan Pita masuk Rumah Sakit.


*****.......*****

__ADS_1


__ADS_2