Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
75. Terlambat


__ADS_3

"Saya sudah menikah, jadi saya harap Anda tak lagi datang dengan alasan yang tak jelas.


Saya perempuan bersuami, tak sepantasnya menerima tamu disaat suami tak ada di rumah", tegas Pita pada Adi yang tiba-tiba berkunjung.


"Kamu jangan berbohong Pita. Dua minggu lalu Kamu masih menerimaku berkunjung. Dan sekarang tiba-tiba bilang sudah menikah", bantah Adi yang tak di persilahkan masuk rumah.


"Itu kenyataannya. Jika ingin berkunjung silahkan tunggu di luar sampai suami Saya pulang.


Maaf Saya tutup pintunya", sahut Pita cepat, Ia buru-buru menutup pintu dan menguncinya.


Pita yang tengah berada di rumah sendiri takut jika Adi berbuat buruk padanya. Wanita yang mengenakan setelan piyama panjang dan berjilbab Instan itu hanya bisa berdo'a agar suaminya cepat pulang dari masjid untuk berjama'ah sholat Ashar.


Lima belas menit berlalu Pita mencoba mengintip dari jendela, berharap Adi sudah pergi dari sana. Nyatanya lelaki itu masih anteng duduk di kursi teras rumah Pita sambil memainkan ponsel. Sepertinya Ia belum percaya dengan ucapan Pita. Dan memilih menunggu Pita keluar rumah.


Ia pun memilih pergi ke Kamarnya sambil menunggu Ndaru pulang. Tak lupa mengunci pintu kamarnya juga. Berhadapan dengan orang berduit membuatnya takut. Karena setahunya yang kaya lebih berkuasa.


****______****


"Maaf Mas nya siapa ya?", tanya Ndaru yang mengenakan baju koko serta sarung.


Ndaru bingung ada lelaki duduk di teras rumahnya dengan posisi duduk menghadap tembok. Ia pun terkejut saat orang yang di sapanya menoleh.


'Pak Adi. Kenapa Dia kesini? Apa ingin bertemu Pita lagi', ucap Ndaru dalam hati.


Ndaru memang pernah menjadi karyawan Adi, tapi hanya sebagai OB dan tak pernah berinteraksi dengan Bosnya, tak heran jika Adi tak mengenali Ndaru.


"Saya ingin bertemu penghuni rumah ini", sahut Adi cuek.


"Oh.... Sebentar. Saya Buka pintu dulu", ucap Ndaru sambil merogoh kunci dari saku baju Kokonya.

__ADS_1


Ndaru memang menyuruh Pita mengunci pintu saat dirinya tak berada di rumah. Ia khawatir para mantan Pita akan datang mengusik, dan terbukti Adi datang ke rumah mereka disaat dirinya pergi.


Adi hanya bisa mengernyit bingung, bagaimana bisa lelaki ini memiliki kunci rumah Pita. Siapa Dia? Ia mulai bertanya-tanya dalam hati.


"Silahkan masuk Mas. Duduk di ruang tamu biar nyaman", ajak Ndaru ramah.


Adi hanya mengekor, tanpa berani berkata apapun.


"Silahkan duduk dulu Mas. Saya permisi dulu kedalam", pamit Ndaru dan segera masuk menuju kamar tanpa menunggu jawaban Adi.


Tok.... tok....


"Assalamu alaikum. Ini Mas Dek, buka pintunya dong", pinta Ndaru.


Setelah yakin itu suara suaminya, Pita mulai membuka pintu kamarnya.


"Wa alaikum salam Mas", ucap Pita sambil mencium punggung tangan siaminya.


"Iya. Mas tahu kok", sahut Ndaru tersenyum.


Ia senang Istrinya selalu jujur dalam hal apapun.


"Emang Mas ketemu tadi", tanya Pita penasaran.


"Iya. Itu orangnya Mas suruh duduk di ruang tamu", jawab Ndaru yang berhasil membuat Pita melotot kesal.


"Kok di suruh masuk. Harusnya di usir aja.... Mas lupa Dia itu si-......", ucap Pita memberengut.


"Husssttt.... nggak boleh gitu. Sudah sepantasnya kita menerima tamu.

__ADS_1


Sana buatkan minum, sekalian cemilannya ya. Nggak usah protes, memuliakan tamu itu kewajiban kita, dapat pahala lhoh nantinya", ucap Ndaru memotong ucapan Pita.


"Iya deh. Pita kedapur dulu", pamit Pita.


Sementara Ndaru memilih berganti pakaian santai setelah melepas sarung serta baju kokonya. Ndaru kembali menemui tamunya di ikuti Pita yang membawa nampan berisi 2 cangkir teh serta sepiring pisang rebus.


(Minyak goreng mahal pemirsaaah..... sementara semua di rebus dulu... termasuk pisangnya wkwk....)


"Silahkan diminum dulu tehnya, sambil menikmati pisang rebus. Ini panen sendiri dari kebun", ucap Ndaru ramah.


"Perkenalkan ini Istri saya. Namanya Pita. Kami baru menikah satu minggu masih anget-angetnya", ucap Ndaru sambil merangkul pundak seolah ingin menunjukkan pada Adi bahwa Pita sekarang miliknya.


Perbuatan Ndaru berhasil membuat Adi geram, mantan istrinya benar- benar sudah menikah. Dan hanya selang satu minggu kedatangannya kemarin. Ia baru bisa datang lagi di sela padatnya pekerjaan, niat hati ingin membujuk Pita kembali padanya rupanya terlambat.


"Jadi apa keperluan Mas kemari?", tanya Ndaru sambil menggenggam jemari Pita untuk menguatkan.


"Aku hanya ingin memastikan kondisi Pita?", jawab Adi menahan geram melihat jemari Pita di genggam pria lain yang menjadi suaminya kini.


"Anda sipa? Bukan keluarganya kan. Jadi tak perlu khawatir dengan kondisinya. Dia aman bersamaku", sahut Ndaru pelan namun terdengar tegas.


"Saya mantan suaminya. Jika Pita tak bahagia jangan salahkan saya merebutnya kembali", ucap Adi langsung pergi dari rumah itu, hatinya semakin meradang, Ndaru malah mencium pelipis Pita di hadapannya.


"Dan Saya pastikan Anda tak punya kesempatan untuk merebutnya", seru Ndaru.


Pita meremas kuat jari Ndaru, Ia takut Adi mengusiknya lagi.


"Jangan takut. Ada Aku yang menjagamu. Tak akan ku biarkan Dia mengusikmu sedikitpun", ucap Ndaru menenangkan.


Pita hanya bisa mengangguk, Ia dulu tak mencintai Adi tapi setelah pernikahan perlahan rasa cinta itu muncul namun dipatahkan dengan ditelantarkannya di saat hamil. Itu sungguh membuatnya terluka hingga sekarang.

__ADS_1


Pita takut pernikahan yang baru seumur jagung ini akan kembali kandas oleh ke egoisan seorang Adi Pratama.


*****.......*****


__ADS_2