Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
83. Menikah Tanpa Hati


__ADS_3

Senyum bahagia nampak diwajah Pita sambil memandangi hasil USG janinnya. Ia tak menyangka ada buah hati yang tumbuh di rahimnya dan sudah berusia 12 minggu. Calon bayinya benar-benar pintar, tak membuatnya mual dan muntah. Hanya saja nafsu makannya meningkat akhir-akhir ini. Ia sering lapar dan tak mengenal waktu, rupanya karena ada janin yang tengah Ia kandung.


Awalnya Pita dan Ndaru hanya memeriksakan kehamilannya ke Bidan Desa, namun setelah memperkirakan usia kehamilan Pita yang menginjak bulan ke tiga. Sang Bidan menyarankan untuk periksa ke Puskesmas yang berada di dekat kantor kecamatan. Disana sudah ada Dokter Kandungan lengkap dengan alat USG yang belum tersedia di tempat Bidan tersebut.


Dan disinilah Pita dan Ndaru berada, Di Puskesmas lebih tepatnya di ruang tunggu obat. Ia telah melakukan serangkaian pemeriksaan Kehamilan dan telah selesai melaksanakan USG. Ia sudah mendapatkan hasil cetakan fotonya. Tak bosan-bosannya Ia memandang foto USG itu, Ia bahkan tak menyadari suaminya telah ada disampingnya setelah mengambil vitamin untuknya.


"Yank...", panggil Ndaru lembut.


"Eh...Mas...Sudah ya", jawab Pita terkejut.


"Pulang yuk. Kasihan Dedeknya nanti kelelahan, Kamu harus banyak istirahat mulai sekarang. Urusan pesanan biar Mas yang urus", Ucap Ndaru yang dijawab anggukan Pita, tak lupa senyum yang tak luntur nampak dari wajahnya.


*****_______*****


Melihat ketulusan Awan selama ini, bohong jika Lala berkata tak tersentuh. Selama ini Ia sengaja membuat benteng tebal untuk mencegahnya jatuh cinta meski itu pada suaminya sendiri. Bayangan pengkhianatan kekasihnya dulu seolah membuatnya takut jatuh hati kepada seorang Pria.


Dan kini tak ada alasan lagi Ia menutup hati, Ia punya orangtua kembali yang menyayanginya seperti anak sendiri meski Ia hanyalah seorang menantu. Memiliki suami yang tulus serta telah memberinya keturunan yang cantik. Bahkan perusahaan yang direbut oleh Pamannya sudah kembali dalam genggamannya. Perlahan Ia bisa menerima kasihsayang suaminya itu untuk dirinya. Sudah saatnya Ia bahagia dan menikmati kehidupannya, tak usah lagi memikirkan yang telah berlalu dan membuatnya sakit hati.


Awalnya Ia menikah tanpa hati, Ia menikah tanpa melibatkan perasaannya dalam menjalani kehidupan rumah tangganya. Kini Ia ingin membuka hatinya untuk suami tercintanya itu. Apalagi setelah Ia tahu kenyataan jika suaminya itu telah menaruh rasa padanya sedari Ia masih putih Abu-abu padahal Ia sama sekali tak mengenal Awan waktu itu.


"Aku akan mencoba untuk mencintaimu Kak. Maafkan Lala yang membuatmu terlalu lama menunggu hingga bertahun-tahun. Terimakasih karena sudah bersabar selama bersamaku", ucap Lala sambil memeluk suaminya yang tengah sibuk memeriksa hasil fotonya di laptop.


Awan sungguh terkejut dengan perlakuan Lala. Baru kali ini Lala berinisiatif memeluknya terlebih dulu, biasanya hanya membalas pelukannya saat Ia memeluk Lala. Terlebih mendengar ungkapan Lala yang akan mencintainya, sungguh tak terkira rasa bahagia yang Ia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Akan Aku buat Kamu jatuh cinta padaku setiap harinya Sayang. Menunggumu hingga ajalku pun akan Aku lakukan, meski sampai akhir hayatpun Kamu tak bisa mencintaiku tak mengapa bagiku. Aku akan menerimanya asal Kamu tetap disisiku.


Yang paling penting dan sudah membuatku bahagia adalah Kamu mau menjadi Istriku serta telah memberiku keturunan yang cantik", ucap Awan sambil membalas pelukan Lala.


Keduanya tersenyum sembari menatap putri mereka yang tengah terlelap. Buah hati pernikahan mereka.


*****______*****


Pita duduk di dekat jendela kamarnya sembari menatap foto USG janinnya kembali. Sementara Ndaru membantu Ibu serta adiknya membuat pesanan. Ia kembali teringat pernikahan pertamanya. Ia yang awalnya tak suka pada Adi akhirnya luluh dan menerima Adi saat melamarnya karena melihat keseriusan Adi padanya.Namun Pernikahan itu akhirnya hanya menorehkan luka, disaat Ia sudah membuka hati.


Mengingat pernikahan pertamanya hancur dan melukai hatinya, membuat Pita menikah untuk kedua kalinya tanpa melibatkan hati. Terlebih niatnya menikah hanya untuk memberikan kehidupan untuk Gara. Nyatanya Aji sang suami pun membuat pernikahan kontrak untuknya, sehingga membuat Pita semakin menutup rapat hatinya agar tak kembali terluka. Ia pun menikah tanpa Hati.


Dan setelah berpisah setelah masa kontrak habis, ada seorang lelaki yang pernah Ia kenal di masalalu datang menawarkan pernikahan. Pita ragu untuk menerimanya, bukan hanya karena trauma kegagalan pernikahannya. Tapi Ia juga merasa tak pantas bersanding dengan lelaki single yang namanya ada di hatinya sedari dulu. Ia sudah menjanda 2 kali sementara Ndaru masih lajang. Rasanya masih banyak gadis lajang yang pantas untuknya.


Hingga Ibu Wati, Ibunya Ndaru datang meyakinkannya.


Apa Kamu tahu alasan anak Ibu tak juga menikah meski umurnya sudah kepala tiga?


Alasannya karena patah hati Kamu menikah dengan Bosnya. Ia ingin menyatakan cinta padamu dulu, tapi melihat Bosnya mendekatimu membuatnya merasa kalah sebelum bertanding.


Setelahnya Ia memilih keluar dari tempatnya bekerja agar bisa melupakanmu. Tapi Ia malah berakhir menjadi penjual penyetan. Yang katanya tempat makan pertama kalinya Ia bertemu dengan seorang gadis SMA. Dan Gadis itu adalah Kamu Pita.


Lepaskan kenangan buruk pernikahanmu dulu, anggaplah masalalumu adalah jalan untukmu mendapatkan kebahagiaan. Mungkin ini memang jalan Tuhan mempertemukan kalian kembali. Dan mungkin Anak Ibu adalah jodoh yang Tuhan pilihkan untukmu.

__ADS_1


Ndaru sangat menyayangi keluarganya, Ibu yakin Ia akan menyayangimu sepenuh hati. Karena namamu tetap bertahta di hatinya hingga kini.


Kami pun sudah menyayangimu seperti anak Kami sendiri. Sedari awal Ibu sudah suka padamu dan berniat menjodohkanmu dengan anak Ibu. Rupanya takdir sudah mempertemukan kalian di waktu yang telah lalu. Bukankah ini memang pertanda jika kalian ditakdirkan untuk bersatu.


Jika Ndaru berani membuatmu tergores sedikit saja, maka Ibu dan Bapak yang akan berada di depanmu untuk melindungimu", ucap Bu Wati kala itu.


Ucapan panjang lebar Bu Wati mampu mrmbuat Pita yakin disaat mengambil keputusan. Ia juga manusia biasa yang menginginkan kebahagiaan usai sakit hati yang menderanya. Mendambakan pelangi usai datangnya badai.


Menikah tanpa hati bagi Lala berhasil membuatnya berakhir dengan merasa bahagia memiliki segalanya. Sementara bagi Pita, pernikahan tanpa hatinya dulu berakhir dengan kandasnya pernikahan. Dan Ia tak ingin hal buruk menimpa pernikahannya saat ini.


Kenangan buruk membuat seseorang menutup rapat hatinya. Hatinya tak Ia gunakan seolah perasaannya sudah mati.


Inilah akhir kisah Pita dan Lala, mereka sudah menemukan kebahagiaan masing-masing. Pita yang memilih tinggal serumah dengan mertua usai masa sewa rumahnya habis. Hidup di desa sungguh membuat Pita nyaman.


Sementara Lala pun tinggal bersama dengan mertuanya, Ia merasa bahagia saat mertuanya membantunya mengasuh bayi. Meski tinggal seatap dengan mertua tak selamanya membuat hidup tertekan selama mereka mau hidup berdampingan tanpa ikut campur dalam urusan rumah tangga sang anak dan menantu.


TAMAT....


*****.......*****


**Terimakasih sudah setia mengikuti dan tetap bersabar menantikan kelanjutan kisah yang Saya buat.


Meski sudah tamat tapi masih akan ada bab tambahan kedepannya.

__ADS_1


Semoga masih mau menunggunya, Terimakasih banyak para readers semuanya**.


........


__ADS_2