
Akhirnya Pita resmi menjadi kekasih Adi, meski awalnya Pita terpaksa mengiyakan Adi menjadi Pacarnya.
Ia merasa tak pantas bersama kaum sultan seperti Bosnya itu. Beberapa kali Ia sempat menolak permintaan Adi yang sama, yaitu memintanya menjadi kekasih.Namun Adi yang tak kenal kata menyerah itu pun berhasil membuat Pita tak berani menolaknya.
Sore itu, Adi berkata tak akan mengganggu Pita lagi setelah beberapa kali di tolak oleh Pita, dengan syarat, asalkan Ia mau di ajak makan di sebuah restoran. Rupanya itu hanya akal-akalan Adi saja. Di restoran itu sebenarnya tengah berkumpul semua anggota keluarganya. Ada Papa dan Mama Adi, Dua adik perempuannya dan kedua adik iparnya serta Dua ponakan cantiknya.
Dan dalam acara itu, Adi memperkenalkan Pita secara langsung pada keluarganya.
Dengan percaya diri Adi menarik jemari Pita dan membawanya ke hadapan orangtuanya.
"Pa, Ma. Perkenalkan ini Pita, wanita yang aku pilih untuk menjadi pendamping hidupku", tegas Adi pada orangtuanya.
Hal itu sukses membuat Pita terkejut, Dia sudah menolak Adi, tapi bisa-bisanya sang Bos langsung mengenalkannya pada keluarga kaya itu. Bukan hanya sebagai pacar melainkan calon pendamping hidup. Dan Pita tak bisa berkomentar apapun lagi, lidahnya sudah kelu.
"Kami merestuinya Nak. Kami percaya pada pilihanmu", jawab Papanya Adi bijak.
Ucapan Papa Adi kembali membuat Pita terkejut, bagaimana bisa Papanya Adi itu langsung memberinya restu. Jelas-jelas mereka belum mengenal Pita dan belum tahu darimana Pita berasal. Apakah nantinya mereka akan menolaknya jika tahu Pita hanya anak orang miskin yang tak sederajad dengan keluarga mereka.
__ADS_1
"Sini Nak. Duduk di samping Mama, ayo kenalan sama adik-adiknya Adi", ucap Mamanya Adi antusias.
Bagaimana tak antusias, akhirnya putra sulungnya itu mau mengenalkan seorang gadis pada mereka. Usia Adi sudah matang dan sudah seharusnya menikah. Sejak lama Mama Adi memintanya untuk segera menikah, namun tak di hiraukan sang putra. Bahkan Ia mencarikan perempuan yang sekiranya cocok, namun selalu Ia tolak.
Ucapan Mama Adi kembali membuat Pita kaget, belum apa-apa sudah mau di kenalkan pada mereka. Dan pada akhirnya Pita pun tak bisa menyanggah ucapan Adi. Mau menolak tapi Ia tak tega membuat Adi malu, Ia pun sudah menyiapkan hati jika saat tahu siapa dirinya dan darimana berasal mereka akan menolaknya masuk dalam keluarga tersebut.
Sebenarnya Pita sudah jatuh hati pada pesona sang Bos, hanya saja Ia cukup sadar diri. Ia berasal dari keluarga sederhana, terlebih Ia terpaut usia cukup jauh. Ia baru akan beusia 19 tahun beberapa bulan lagi, sementara Adi sudah 30 tahun. Ia masih terlalu muda untuk bersanding dengan pria dewasa itu, masih banyak wanita dewasa yang cocok untuknya. Hal itu semakin membuat Pita meragu.
"Kenapa Bapak langsung bilang ke keluarga Bapak jika saya calon pendamping Bapak. Bukankah selama ini saya sudah menolak Bapak", protes Pita saat hendak pulang.
Dan sejak itulah mereka menjadi sepasang kekasih beda kasta. Karyawan rendahan dan Bosnya.
*******----------*******
Di taman kampus tempat Lala biasa menyendiri dan selalu di temani oleh Dewa. Nampak Lala tengah fokus pada laptop di pangkuannya, sementara Dewa setia duduk di sampingnya sambil bermain ponsel.
Hingga Lala selesai dengan laptopnya, barulah Dewa buka suara.
__ADS_1
"La, ada yang mau Aku omongin ke kamu", ucap Dewa memulai perbincangan.
"Hal apa ya Kak?", tanya Lala.
Tak lama kemudian Ia mengambil sebuah buku novel dari dalam tasnya dan sebuah coklat.
"Aku tahu antara dua benda ini kamu lebih suka buku novel ini kan.
Dan Aku ingin Kamu menjadi kekasihku, maka ambillah novel ini jika kamu membalas perasaanku. Dan ambil coklatnya jika kamu menolakku", tanya Dewa langsung.
Lala terdiam sejenak, tak menyangka Dewa akan menyatakan cinta padanya. Lala mengingat awal perkenalan mereka dan bagaimana sabarnya Dewa yang setia mengikutinya meski selalu Lala acuhkan. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan keseriusan Dewa padanya. Terlebih sedari awal Ia telah jatuh cinta pada sosok Dewa.
Dan akhirnya Lala pun mengambil Buku novel dari tangan Dewa. Senyum mengembang di wajah keduanya, kini mereka menjadi sepasang kekasih.
Pita dan Lala kini sama-sama memiliki kekasih.
*******.......******
__ADS_1