
"Maafin Tante dan Lita ya Sayang. Kami baru bisa hadir sekarang. Kamu yang sabar ya. Tante yakin orangtua kamu akan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya", ucap Tante Rani istri Om Heri.
Memang sedari dulu Lala tak begitu dekat dengan Omnya sendiri. Ia justru lebih dekat dengan tante Rani dan Lita, sepupunya.
"Iya Kak. Maafin Kami ya. Kakak pasti kuat hadapi cobaan ini. Kemarin Aku sakit dan harus opname seminggu di Rumah sakit", jelas Lita, sepupu Lala yang masih kelas 2 SMA.
Mendengar kata Opname, dan selama seminggu membuat Lala cukup terkejut.
"Sakit? opname seminggu? Kamu sakit apa?", tanya Lala cemas pada Adiknya itu.
Isak tangis tiba-tiba terdengar dari mulut Lita. Dan itu membuat Lala bingung, Ia segera merengkuh tubuh Adiknya sambil menatap sang Tante meminta jawaban.
Terdengar Tantenya menghembuskan nafas kasar, Ia bingung harus bercerita darimana pada keponakannya itu. Ia takut kejujurannya membuat Sang keponakan terluka. Tapi anak gadisnya pun sedang tak baik-baik saja.
Lala sangat dekat dengan Tantenya itu, bahkan tak satu rahasiapun yang tak Tantenya ketahui. Termasuk siapa kekasih Lala pun Ia ketahui. Hanya saja Tante Rani belum bertemu secara langsung dengan Dewa.
"La, Lita sedang hamil. Kemarin sempat di rawat karena kondisinya lemah dan harus bedrest. Seharusnya Ia masih istirahat, tapi memaksa ikut kesini.
Sebelumnya Tante minta maaf, karena di saat kamu berduka Om kamu justru mengambil harta orang tuamu. Dan Tante dengar kamu hendak menikah dengan kekasihmu", ucap Tante Rani terjeda dengan hembusan nafas kasar.
"Bisakah kamu membatalkan rencana pernikahanmu, demi Lita. Dewa harus bertanggung jawab pada Lita, La", lanjut Tante Rani.
Lala hanya mengernyit bingung, Dewa harus tanggung jawab pada Lita. Apa maksud dari ucapan Tantenya tersebut.
Tunggu dulu.....
Bukankah Lita tengah hamil....
Jangan-jangan....
__ADS_1
Mungkinkah Dewa yang menghamilinya......
Tapi.....
Bagaimana bisa....???
Begitulah yang Lala pikirkan, Ia sudah mulai menebak-nebak dari maksud ucapan Tantenya yang ambigu. Sementara Lita terus saja terisak di pelukan Lala.
"Maksud Tante apa?", tanya Lala memastikan dugaannya.
"Lita tengah mengandung anak Dewa", ucap Tante Rani sambil menitikkan airmata.
Sungguh Ia tak tega menyakiti hati keponakannya, tapi Putrinya butuh pertanggungjawaban lelaki kurang ajar itu. Putri kecilnya baru kelas 2 SMA dan harus berhenti sekolah karena hamil.
Jedeeeerrrrrrr......
Kak Dewa....
Bagaimana bisa menghamili adik sepupunya yang masih SMA?
Bisa-bisanya lelaki yang Ia percayai itu mengkhianatinya. Sejauh mana dan seberapa lama hubungan kekasih dan adiknya itu terjalin. Ia saja selama ini hanya sekedar berpegangan tangan, tapi saat bersama adiknya mereka sudah tidur bersama hingga membuahkan hasil.
Sekarang siapa yang patut di salahkan? Dewa kekasihnya yang tega-teganya berselingkuh, bahkan dengan adik sepupunya. Ataukah Lita, adiknya yang polos dan tak pernah pacaran itu tiba-tiba hamil anak dewa.
"Jangan salahkan Lita, La. Ini bukan salah Dia, Ia tak tahu Dewa kekasihmu. Yang salah Tante, karena tak mengetahui hubungan Lita dengan Dewa.
Jika saja Lita tak sakit, Tante pun tak tahu jika Lita di hamili Dewa. Tante baru tahu Dewa pacar Lita adalah Dewa yang sama dengan kekasihmu.
Ehm.... La. Apakah kamu dan Dewa sudah.... itu?", tanya Tante Rani khawatir.
__ADS_1
Lala pun segera paham akan pertanyaan Tantenya itu. Ia pun hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Syukurlah La. Kamu belum tersentuh oleh lelaki itu. Cukup Lita saja yang berhasil jadi korbannya, setidaknya kamu masih aman.
Kamu tahu kan, kehamilan Lita nantinya akan segera terlihat. Jadi bisakah kamu merelakan Dewa untuk menikahi Lita. Bayi dalam kandungannya butuh Ayah.
Maafkan Tante La, mungkin Tante egois padamu. Tapi, jika Dewa tak bersama Lita, bagaimana masa depan Lita. Ia harus hamil di usia dini dan terpaksa putus sekolah, siapa yang mau dengan gadis yang telah di rusak orang.
Sedangkan Kamu masih suci La, kamu bisa mengejar impianmu. Kamu masih punya masa depan meski tak bersama Dewa.
Tante bersyukur hanya Lita yang Dewa nodai, Tante nggak bisa bayangin jika kedua kesayangan Tante di kotori oleh lelaki yang sama.
Mungkin ini balasan akan keserakahan Om Kamu, dan Sayangnya Lita yang harus menanggungnya.
Setidaknya kamu tahu keburukan Dewa sekarang bukan saat kamu sudah menikah dengannya.
Kedepannya lebih berhati-hatilah dalam berdekatan dengan Lelaki. Dewa yang terlihat anak baik-baik saja bisa menghamili gadis SMA", Tante Rani tersedu-sedu dan Lita tak berani berucap hanya tangisannya yang terdengar.
Sungguh berat cobaan Lala, Orangtuanya meninggal dan hartanya di ambil Omnya dan sekarang kekasihnya di ambil anak Omnya. Sungguh keluarga percuri ulung. Airmata Lala terlanjur habis akan rasa kecewa pada keluarga Omnya tersebut.
"Maafin Lita Kak. Aku nggak tahu Mas Dewa pacar Kakak, Aku baru tahu dari Mama saat Aku terlanjur hamil", ucap Lita lirih.
Nasi telah menjadi bubur dan tak akan bisa kembali menjadi nasi. Lita hanya bisa menyesal karena menikung Kakak sepupunya. Ia sendiri bingung, kenapa bisa kebablasan, yang Ia rasakan saat bersama Dewa Ia berhasrat tinggi.
Akhirnya Lala paham, alasan Dewa tiba-tiba memutuskannya secara sepihak setelah Lala meminta Dewa menikahinya. Rupanya Dewa terlanjur membuat adik sepupunya hamil.
Tuhan.....
Takdir seperti apa yang nantinya harus Lala jalani.
__ADS_1
*****........*****