
Ndaru bingung begitu tiba di rumah orangtuanya dalam keadaan sepi. Orangtua Ndaru masih di puskesmas menjaga Pita yang masih tak kunjung sadar. Sementara adik Bungsu Ndaru tengah mengantar pesanan.
Padahal Dokter mengatakan kondisi Pita sudah stabil, mungkin efek lelah dan telah di infus membuat Pita tidur usai pingsannya tadi. Ndaru yang hendak menghubungi Istrinya baru tersadar jika ponselnya dalam keadaan mati kehabisan daya.
"Mas Ndaru baru pulang ya?", tanya Bu RT yang kebetulan lewat depan rumah orangtua Ndaru.
"Iya Bu RT. Ini kok sepi, pada kemana ya kalau Ibu tahu?", tanya Ndaru barangkali tetangganya tahu kemana orang rumah pergi.
"Walah memangnya Mas Ndaru nggak di kabari sama Bu Wati?", tanya Bu RT balik.
"Ponsel Saya ternyata mati kehabisan batre Bu", sahut Ndaru membuat Bu RT paham.
"Mbak Pita katanya pingsan dan jatuh kelantai. Ini di bawa Pak Yo sama Bu Wati ke puskesmas Mas. Susul saja kesana. Tadi di antar pakai mobil anak saya", jelas Bu RT membuat Ndaru cemas.
Setelah berterimakasih pada Bu RT yang telah memberikan informasi padanya, Ndaru bergegas ke pangkalan ojeg di ujung jalan. Ia tak mungkin berkendara dalam keadaan lelah usai perjalanan dari Ibu Kota.
Ndaru tiba di Puskesmas dan segera mencari keberadaan Pita. Ia mencemaskan kondisi Istrinya yang tengah mengandung itu. Mengetahui Istrinya pingsan dan sempat terjatuh kelantai, membuatnya takut kandungan Istrinya kenapa-napa dan membuat Istrinya sedih. Ketakutan terbesarnya adalah melihat Istrinya bersedih, padahal Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri tak akan membuat Istrinya itu bersedih sedikitpun.
Tok....tok...tok...
Ndaru mengetuk pintu ruangan yang disebutkan seorang petugas kesehatan sebagai tempat dimana Pita dirawat.
Setelah ada sahutan dari dalam, Ndaru segera membuka pintu. Nampak olehnya Bapak dan Ibu tengah menemani Pita yang terbaring di ranjang pasien.
__ADS_1
"Assalamu' alaikum",sapa Ndaru sambil masuk ruangan.
"Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh", sahut Bapak dan Ibu Ndaru.
"Bagaimana keadaan Pita dan Kandungannya Pak, Bu. Kata Bu RT Pita pingsan dan jatuh ke lantai?", tanya Ndaru sambil duduk di kursi yang tadinya di duduki Bu Wati.
"Alkhamdulillah... Pita dan kandungannya baik-baik saja. Hanya sekarang di infus karena kehabisan cairan.
Sudah dua hari ini muntah-muntah dan tak mau makan apapun", sahut Bu wati.
"Menurut Dokter, Pita mengalami stres dan bisa jadi karena trauma akan kehamilannya dulu. Terlebih Kamu yang sulit di hubungi Le.
Sepertinya Ia trauma di tinggalkan suaminya seperti dulu lagi. Bahkan Dokter menyarankan agar Pita di periksakan ke psikiater, untuk menyembuhkan rasa traumanya agar tidak berpengaruh pada perkembangan janinnya", sambung Pak Yo.
"Untuk sementara harus rawat inap dan bedrest total hingga bisa makan", lanjut Bu Wati.
"Maafin Mas ya Dekk....", lirih Ndaru.
"Kamu pulang dulu saja Le, istirahat. Biar Ibu yang jaga Pita. Kamu pasti capek baru pulang, nanti kalau sudah bangun Ibu kabari", ucap Bu Wati.
"Nggak Bu. Bapak dan Ibu saja yang pulang. Biar Ndaru yang menjaganya", tolak Ndaru.
"Ya sudah. Kamu temani Ndaru saja Bu disini. Biar Bapak pulang ngurus Ayam Bapak dulu", putus Pak Yo.
__ADS_1
Pak Yo pulang, sementara itu Ndaru memilih mandi.Kebetulan Ia turut membawa ransel pakaiannya ke Puskesmas. Usai mandi, Ibunya pamit membeli makanan. Sementara Itu Ndaru menggenggam erat jemari Pita sambil mengusap lembut perut buncit sang Istri. Hingga tak terasa Ia tertidur dengan posisi duduk di dekat Pita.
Perlahan-lahan mata Pita terbuka, diliriknya tangannya yang terasa kebas, rupanya tengah dipegang oleh kedua tangan Ndaru. Melihat suaminya tertidur dengan posisi duduk membuat Pita trenyuh. Tanpa sadar Ia justru terisak, bukannya makin reda justru makin keras dan berhasil membuat Ndaru terbangun.
Rupanya ketakutan Pita tak beralasan, suaminya ada disisinya saat ini. Tak mungkin Ndaru meninggalkannya disaat hamil. Jika benar pasti lelaki ini tak menemaninya sekarang.
"Dekk...Kamu sudah bangun", ucap Ndaru belum tersadar jika Pita tengah menangis.
"Ya ampun Dekk... Kamu kenapa nangis? Apa ada yang Sakit. Biar Mas panggil Dokter dulu ya", ucap Ndaru panik saat melihat Pita menangis tersedu-sedu.
Baru hendak melangkah, tangannya dipegang Pita.
"Jangan Pergi...",ucap Pita di sela tangisnya sambil berusaha Duduk.
Ndaru pun tak jadi pergi dan membantu Pita untuk duduk. Saat Pita sudah duduk tiba-tiba Ia memeluk Ndaru erat.
"Aku takut Mas....
Aku takut Kamu tinggalin Aku", lirih Pita sambil memeluk Ndaru erat.
"Aku akan selalu ada disisimu. Menemanimu hingg akhir hayat.
Tak mungkin Aku menelantarkanmu disaat Kamu hamil dan membutuhkan perhatianku.
__ADS_1
Percayalah Aku tak sama dengannya, karena Aku Bukan Dia....", sahut Ndaru sambil mengusap lembut punggung Pita.
*****........*****