
Pagi ini Lala libur kuliah, Ia hanya duduk merenung di taman belakang. Ia tengah pusing memikirkan nasib kedepannya, sepertinya Ia harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya yang tak sedikit.
Di tengah lamunannya, Ia di kagetkan dengan kehadiran Om Edi pengacara keluarganya.
"Apa kedatangan Om mengganggu?", tanya Om Edi.
"Eh.... ehm... enggak kok Om", sahut Lala terbata.
"Apa benar kekasihmu akan menikah dengan anaknya Heri?", tanya Om Edi memastikan berita yang Ia dengar.
Lala hanya mengangguk pasrah, sepertinya Ia memang harus mengikhlaskan rumah peninggalan orangtuanya itu.
Om Edi menghembuskan nafas kasar, Ia merasa gagal menyelamatkan aset keluarga milik kliennya itu. Berat rasanya menyampaikan saran untuk Lala, tapi sepertinya memang tak ada cara lain.
"Om tahu caranya agar Rumah ini segera menjadi hak milik kamu", ucap Om Edi.
Mendengarnya, membuat Lala sedikit bersemangat. Artinya masih ada harapan untuknya memiliki rumah tersebut.
"Caranya?", tanya Lala antusias.
"Tolong Menikahlah dengan Putra bungsu Om", ucap Om Edi.
Jelas Lala terkejut, menikah dengan anak Om Edi yang orangnya pun belum Lala ketahui. Mana mungkin Ia bisa menikah dengan orang yang sama sekali tak Ia kenal.
"Kenapa harus menikah dengan Anak Om?", tanya Lala memastikan alasan Om Edi mengajukan anaknya pada Lala.
"Simbiosis mutualisme", singkat Om Edi yang membuat Lala mengernyit.
"Hubungan yang saling menguntungkan", lanjut Om Edi sambil menghembuskan nafas kasarnya kembali.
Lala memilih menyimak, apa yang hendak Om Edi sampaikan padanya.
__ADS_1
"Kamu butuh hak milik rumah ini. Dan Om butuh orang yang menjauhkan anak Om dari kekasihnya", jelas Om Edi.
Jederrrrrrrr......
'Menjauhkan anak Om dari kekasihnya' kata Om Edi tadi.
Lalu apa bedanya Dia dan adik sepupunya itu.
Akankah Ia harus jadi pelakor....
Oh.... Tidak.....
Lala jelas tak mau jika harus merusak hubungan orang.
"Maaf Om. Saya tak bisa merusak hubungan orang lain", tegas Lala.
"Huft..... Om dan Istri Om ingin Putra Om terlepas dari jeratan ulet Keket itu. Pacarnya itu hanya memanfaatkan Putra Om saja.
Perempuan itu hanya minta duit buat belanja barang-barang tak penting. Kalau sudah menikah wajar, ini masih pacaran udah minta-minta terus.
Om pusing menasehatinya, gara-gara Dia Om dan Tante sering ribut.
Jadi Om mohon tolong bantulah, dan Om akan membantumu agar rumah ini tidak di rampas Heri lagi",jelas Om Edi.
Bimbang.....
Apa yang harus Lala lakukan??.....
Memang benar, ini jalan terakhir untuk bisa mendapatkan hak milik rumah peninggalan orangtuanya itu.
Tapi.....
__ADS_1
Kenapa harus dengan menjadi pelakor dalam hubungan seseorang.
Apakah Ia bisa menjadi orang serendah itu hanya demi ambisinya mendapatkan rumah yang sudah seharusnya menjadi haknya itu?
Sanggupkah Lala jika nantinya akan dibenci oleh anak Om Edi, karena memisahkannya dengan sang kekasih.
Lala masih bergelut dengan pikirannya sendiri.
"Nak, pikirkan baik-baik, ini cara terakhir agar rumah ini segera menjadi milikmu secara sah.
Nanti kamu bisa bercerai dengan anak Om, jika sudah berhasil membuat Ulet Keket itu menjauh. Setidaknya rumah ini bisa kamu miliki", ucap Om Edi yang kembali membuat Lala terkejut.
Bagaimana bisa Om Edi dengan mudahnya menyuruhnya bercerai setelah di minta menikah?
Mudah sekali Om Edi mempermainkan sebuah pernikahan. Dan Lala tak habis pikir, seorang pengacara seperti Om Edi punya pemikiran seperti itu.
"Tapi Lala nggak mau bermain-main dengan pernikahan Om. Itu hal sakral dan tak bisa seenaknya setelah menikah langsung bercerai", protes Lala.
"Tapi Om tahu, pernikahan yang terpaksa akan sulit untuk bisa saling menerima. Om tak ingin membuatmu terjebak dengan Putra Om yang tak mencintaimu.
Setelah rumah ini menjadi milikmu, Kamu bebas menentukan pilihanmu. Termasuk berpisah dengan Putra Om karena tak saling mencintai.
Tolong Nak Lala, setidaknya Om bisa menyelamatkan salah satu harta milikmu dari keserakahan Om Kamu", jelas Om Edi.
"Beri Lala waktu berfikir Om", putus Lala akhirnya.
Jika kalian ada di posisi Lala, langkah apa yang kalian pilih? Mengikhlaskan rumah peninggalan orang tua untuk orang yang serakah atau menjadi pelakor demi mempertahankan rumah itu.
*****........*****
***Mohon maaf jika selalu lambat Up episode.
__ADS_1
Sibuk momong baby usia 7 bulan dan sedang aktif-aktifnya, nggak bisa di sambi.
Terimakasih yang masih mau setia menanti***.