Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
30. Surat Cerai


__ADS_3

Citra masih menemani Pita hari ini, besok gantian Bela yang menemaninya sekaligus akan mengurus administrasinya karena Pita sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah benar-benar stabil. Sementara Mama mertua Pita sedang mengurus Papa mertua Pita yang sakit, Beliau memiliki riwayat jantung sehingga fisiknya lemah.


Tok....tok....


Terdengar pintu ruangan Pita di ketuk, setelah di persilahkan masuk orang tersebut segera masuk ke ruangan itu. Rupanya itu sekertaris Adi, Ia datang dengan membawa sebuah Map.


"Permisi Bu Pita, Bu Citra", sapa sang sekertaris.


"Iya Pak. Ada apa ya?", tanya Pita, pasti ada hal penting karena tiba-tiba sekertaris suaminya itu datang.


"Saya di minta Pak Adi untuk memberikan ini kepada Ibu Pita untuk di tandatangani", ucap Sang Sekertaris sambil menyodorkan Map yang Ia bawa beserta sebuah bolpoin.


Pita segera menerimanya, saat Ia membuka kap surat yang ada di dalam map itu. Ia sudah menduga apa isinya. Cepat atau lambat surat seperti itu akan Ia dapatkan, mengingat hubungan mereka tak bisa di katakan baik-baik saja. Mungkin ini jalanNya, Ia tak mungkin memaksakan hubungan tetap berlanjut jika salah satu dari keduanya sudah tak menginginkannya.


Tanpa berpikir ulang Pita segera menandatangani surat yang telah ditandatangani oleh suaminya. Ah..... mungkin sebentar lagi menjadi mantan suaminya. Ya.... surat itu adalah surat gugatan cerai. Pita nemilih menandatanganinya agar urusan itu segera selesai. Sudah tak ada yang bisa Ia harapkan dari suaminya. Dan tak ada lagi buah hati sebagai pdngikat hubungan mereka.

__ADS_1


"Ibu bisa mencoret poin-poin di halaman terlampir yang tidak sesuai. Dan menambahkan keinginan Ibu disana. Nanti akan segera diutus oleh Pengacara Pak Adi", lanjut sekertaris Adi yang di angguki Pita.


Citra yang belum tahu apa yang sedang ditandatangani Pita hanya bisa diam. Ia sibuk mencerna surat apa itu sampai melibatkan pengacara.


Setelah mencoret yang menurut Pita tak perlu serta menambahkan yang Ia inginkan, Ia pun mengembalikan map berisi surat itu kepada sekertaris Adi.


Sang sekertaris menerimanya dan memeriksa ulang isinya. Ia pun mengernyitkan dahi saat membaca yang berada di lampiran.


"Ibu Pita yakin menolak semua pemberian Pak Adi sebagai harta gono-gini", ucap Sekertaris Adi yang membuat Citra terkejut.


"Jangan bilang itu surat cerai dari Kak Adi", tebak Citra yang di angguki Si sekertaris Adi yang bernama Teguh itu.


"Dan Kamu sudah menandatanginya Kak. Sepertinya dugaan kami selama ini benar. Kak Adi menyembunyikan sesuatu dari kami. Tak mungkin Ia tiba-tiba menceraikan Kak Pita kan.


Astaga.... dan terbuat dari apa Kak Adi itu. Kakak baru saja melahirkan, rasa sakitnya saja bahkan belum hilang. Dan Dia bisa-bisa menceraikan Kakak. Sungguh keterlaluan Dia", pekik Citra emosi.

__ADS_1


"Kak Aku pergi dulu sebentar yah. Aku sudah meminta seorang perawat menemani Kakak", pamit Citra dan segera berlalu tanpa menunggu jawaban Pita.


"Jadi bagaimana Bu?", tanya Pak Teguh setelah Citra pergi.


"Seperti yang bisa Bapak lihat. Saya sudah mencoret yang tidak saya inginkan. Saya hanya meminta Atasan Bapak untuk mengganti seluruh biaya perawatan saya di sini dan memberikannya pada Mbak Bela dan Mbak Citra", tegas Pita.


"Baik Bu. Saya permisi", Pak Teguh akhirnya pamit pergi.


Pita pun hanya sendirian sekarang, Ia sudah memikirkan matang-matang tentang keputusannya tadi. Adi memberikan rumah yang mereka tinggali selama ini, jelas Pita langsung menolaknya. Buat apa memiliki Rumah yang hanya mengingatkannya tentang luka. Ia ingin melupakannya.


Memberikannya tunjangan hidup selama satu tahun. Jelas Pita menolaknya. Ia tak ingin lagi ada dalam bayang-bayang Adi. Masih mendapatkan uang darinya hanya mengingatkannya akan luka saat Ia menderita dikala hamil besar. Kenaps sekarang Ia memberi tunjangan bukan saat Ia dulu tengah hamil dan butuh biaya.


Ia hanya meminta Adi mengganti uang yang Bela dan Citra keluarkan untuknya. Setidaknya Ia masih memiliki uang tabungan dari rumah yang Ia kontrakkan


*****......*****

__ADS_1


__ADS_2