
Tepat satu bulan pernikahan Ndaru dan Pita, harapan Pita ingin punya anak belumlah terkabul. Nyatanya Ia malah mendapatkan tamu bulanannya.
"Mas. Maafin Pita ya", ucap Pita sendu.
"Kenapa minta maaf?", tanya Ndaru bingung.
"Aku datang bulan. Aku belum hamil sekarang", ucap Pita pelan.
Ndaru hanya tersenyum dan membawa Pita dalam dekapannya tak lupa Ia daratkan kecupan di puncak kepala Istrinya.
"Kita itu baru sebulan menikah Yank. Lagian Mas nggak terburu-buru ingin Kamu hamil. Sedikasihnya aja oleh Sang pencipta.
Kamu jangan merasa bersalah, semua sudah digariskan Tuhan. Mau lama maupun cepat dalam mendapatkan keturunan.
Jika belum artinya Tuhan tahu kita belum waktunya mengasuh anak. Mungkin Tuhan ingin kita menikmati waktu berdua terlebih dulu, kata orang pacaran halal namanya.
__ADS_1
Kita puas-puasin menjalani pacaran, baru setelah kita punya anak kita bisa fokus mengasuhnya.
Jangan bersedih ya karena belum hamil.....
Mas orangnya sabar kok, termasuk nunggu kamu jadi janda. Sampai janda dua kali lhohhh....", goda Ndaru yang berhasil membuat Pita tersenyum malu jika mengingat statusnya menjadi janda sampai dua kali.
Ia bisa tenang setelah mendengar penjelasan Ndaru itu. Rasa kecewa pada dirinya berangsur menghilang dengan sendirinya. Ia hanya perlu yakin suaminya orang yang pantas Ia percayai ucapannya.
"Makasih Ya Mas", jawab Pita sambil membalas pelukan sang suami.
Ia sangat bersyukur dipertemukan kembali dengan lelaki sebaik Ndaru. Bukan pria kaya, hanya seorang Pria sederhana namun pekerja keras.
Sudah 6 bulan menikah, tapi tanda-tanda hamil belum Pita rasakan. Ia merasa sedih, tapi Ia tutupi dengan menekuni usaha yang Ia rintis akhir-akhir ini.
Karena Pita meminta tinggal di desa, Ia pun memilih membuka usaha catering setelah mendapat izin dari suaminya.
__ADS_1
Sudah tiga bulan ini Ia membuka catering kecil-kecilan, melayani berbagai macam pesanan kue dan nasi box. Bulan pertama banyak yang menyukai masakan Pita, mulai dari kue maupun jajanan pasar yang rasanya pas di lidah hingga berbagai masakan yang enak. Berawal dari mulut ke mulut, usaha Pita kini memiliki banyak pelanggan.
Pita yang awalnya hanya di bantu mertuanya, kini mulai kerepotan. Dan mulai mengajak kedua adik Iparnya untuk membantu, kebetulan mereka hanya Ibu rumah tangga dan anak mereka sudah sekolah. Jadi tak ada kegiatan apapun di rumah. Mereka pun dengan senang hati membantu, karena jadi ada kegiatan saat anak dan suami mereka tak ada di rumah. Mereka tak meminta upah pada Pita, tapi Pita tetap memberikan uang jerih payah kedua iparnya itu.
Pita bersyukur mertua serta adik Iparnya tak ada yang menyinggung tentang dirinya yang belum hamil hingga setengah tahun ini. Suaminya pun tak pernah mempermasalahkannya, justru Ndaru kini sibuk menjadi kurir pengantar pesanan untuk usaha sang Istri.
Pita dan Ndaru tengah berada di ruang tengah sambil menonton televisi. Pita tampak menenggelamkan wajahnya di dada Ndaru. Dan Ndaru memilih membiarkannya tanpa bertanya. Ia paham Istrinya pasti bersedih saat ini karena tak kunjung hamil. Dan baru saja mendapat kabar jika sahabatnya sudah melahirkan seorang bayi perempuan.
Ndaru paham, wanita yang dicintainya itu juga menginginkan kembali hamil dan mempunyai bayi. Tapi mau bagaimana lagi, jika Tuhan belum berkehendak. Ndaru bahkan sempat memeriksakan kesuburannya di rumahsakit saat di Kota. Ia takut Ia tak bisa membuat Istrinya hamil. Nyatanya Ia dinyatakan sehat, artinya hanya waktu saja yang belum tepat.
"Mas besok kita ke Ibukota ya. Aku ingin melihat bayi Lala. Kebetulan tak ada pesanan untuk besok. Apa Mas bisa antar Aku", pinta Pita setelah mulai tenang.
Pita mungkin bersedih, tapi Ia tak boleh egois dan harus menemui sahabatnya itu untuk mengucapkan selamat secara langsung.
"Iya. Apa sih yang enggak buat Istri Mas tercinta. Besok kita tengok keponakan cantik kita itu", jawab Ndaru sambil tersenyum.
__ADS_1
Ia memang sabar menanti diberi keturunan, tapi melihat Istrinya yang sering bersedih membuatnya tak tega dan lebih sering memanjatkan do'a agar segera mendapatkan momongan.
*****.......*****