
Malam ini Pita menolak untuk menginap kembali di rumah Bu Titin. Ingin rasanya Ia terus disana disamping Baby Gara, namun itu tak mungkin. Pita sadar akan posisinya, Ia hanyalah Ibu susu, bukan babysitter ataupun Ibu kandung Gara. Ia tak mungkin tinggal disana terus-terusan. Setelah memastikan stok Asi Gara mencukupi hingga pagi. Ia segera pamit pulang pada Bu Titin.
Sebelum pulang, Pita menyempatkan diri untuk menengok Baby Gara di kamarnya.
Ada rasa tak tega jika Ia harus pulang dan menyerahkan tugas mengurus bayi itu pada babysitter. Namun, Ia pun tak boleh terlalu dekat dengan Gara. Ia tak ingin bayi itu ketergantungan padanya. Jika itu terjadi membuatnya sulit berpisah dengan Gara saat masa menyusui usai. Ia hanya memiliki waktu 2 tahun bersama Gara. Dan setelah masa menyusui usai Ia tak tahu masih bisa bertemu ataupun tidak dengan bayi itu.
"Andai saja Kamu bisa menjadi anakku sungguhan, pasti Aku akan sangat bahagia Gara. Sayangnya Aku hanya bisa menjadi Ibumu selama dua tahun.
Tapi... tenang saja, meski hanya dua tahun, Ibu akan memberikan kasih sayang Ibu ke Kamu sepenuhnya", ucap Pita yang tanpa Ia sadari di dengar seseorang di balik pintu kamar.
******______******
Bukan tak sadar jika Awan mulai berubah sedikit demi sedikit, mulai berkurang galaknya, cara berbicara pada Lala pun mulai melembut, Ia lebih menunjukkan perhatiannya pada Lala. Namun Lala tak ingin terbawa perasaan dan berakhir jatuh cinta karena perlakuanya itu. Ia masih ingat jika lelaki yang berstatus suaminya itu masih memiliki kekasih
__ADS_1
Lala pasrah jika selamanya harus terjebak dalam ikatan pernikahan ini. Karena Ia tak ingin lagi menjalin hubungan dengan lelaki manapun lagi. Ia tak percaya ada pria yang bisa dipercaya. Pengkhianatan yang Ia alami benar-benar membuatnya trauma.
Ia pun akan melakukan tugas dan kewajibannya sebagai Istri, sayangnya Awan tak menginginkannya. Jadi bukan salahnya kan jika sudah menikah berbulan-bulan tapi Lala belum pernah melayaninya, baik urusan perut maupun dibawah perut.
Karena rasa bersalah, yang tak sengaja membuat Lala jatuh. Awan sama sekali tak mengijinkannya turun dari ranjang. Semua keperluannya disiapkan Awan, ke kamar mandi pun Ia di gendong. Dan Awan sengaja tidur di sofa kecil yang ada di dalam kamar itu untuk memastikan Lala tak menginjakkan Kakinya dilantai.
Lala yang bosan pun memilih bertukar pesan lewat WA dengan Pita. Ia menceritakan tentang rasa bosannya yang di kurung di atas ranjang tanpa boleh kemanapun. Ia lebih memilih berdebat dengan suaminya itu daripada disuruh berdiam diri.
"Lebih baik Aku meminta saran Lala saja, untuk meyakinkan keputusanku. Aku sudah mendapatkan saran dari Bu Titin, sekarang bagaimana saran Lala", ucap Pita bermonolog.
'Menurutku keputusanmu menolak sudah benar Ta. Kamu bukan lagi menantunya, rasanya kurang etis kalau kamu masih tinggal disana sementara hubunganmu dengan anaknya akan berakhir.
Apakah dengan tinggal disana tak membuatmu kembali teringat akan luka yang di torehkan putra mereka. Jika ingin sembuh dari luka, sebaiknya untuk sementara Kamu menjauh dari keluarga itu hingga luka hatimu benar-benar kering', isi pesan Lala.
__ADS_1
'Tapi Papa mertuaku sampai masuk rumah sakit La. Aku takut penolakanku ini berdampak buruk', balas Pita.
'Tak ada keputusan yang tak beresiko. Tak sepenuhnya salahmu kan jika menolak, toh hubungan kalian memburuk juga akibat salah mantan suamimu kan.
Aku tahu Kamu orangnya tak tegaan, tapi ayolah kali ini mencoba tega jika tak ingin Kamu yang tertekan dengan keadaan ini. Fokuslah pada bayi yang Kamu susui itu untuk melupakan sejenak tentang mertuamu.
Dia masih punya anak yang memperhatikanmu disaat sakit, sedangkan jika Kamu sakit hati apa mereka bisa mengobatinya. Tidak kan', pesan Lala.
'Terimakasih sarannya La. Dan Kamu harusnya bersyukur dengan perhatian suamimu itu. Mungkin Ia mulai mencintaimu', balas Pita.
'Entahlah. Aku tak mau tertipu dengan perhatiannya itu', pesan Lala.
Malam mulai larut, Pita memilih mengakhiri berbalas pesannya dengan Lala. Bu Titin juga tak mengabarinya, berarti Gara tidak rewel malam ini. Ia pun bisa tidur dengan tenang.
__ADS_1
*****.....*****