
Tiba di Rumah Sakit, tubuh Ibu Pita melemas dan akhirnya jatuh pingsan. Pita pun semakin panik dan berteriak pada perawat untuk membawa Ibunya ke ruang perawatan.
"La, tolong lihat Ayahku dulu ya. Aku mau mengurus Ibu sebentar", pinta Pita pada Lala.
"Iya Kamu tenang aja. Sekarang jaga Ibu kamu dulu hingga sadar ya. Serahkan Ayahmu padaku", ucap Lala.
Mereka pun berpisah, Pita menunggu Ibunya yang masuk ruang pemeriksaan. Sementara Lala menuju Ruang UGD dimana pasien kecelakaan baru saja di tangani.
Di luar ruangan tersebut ada beberapa polisi yang tengah berjaga disana. Lala pun segera mendekatinya untuk menanyakan kondisi kedua orangtuanya beserta Ayah Pita.
"Permisi Pak. Saya mau bertanya bagaimana kondisi pasien kecelakaan mobil yang baru saja di tangani?", tanya Lala tanpa basa-basi.
"Anda?", tanya balik polisi tersebut.
"Saya putri pemilik mobil tersebut", jawab Lala cepat.
"Pasangan suami istri Bapak Pramono dalam kondisi kritis dan tengah dalam penanganan Dokter. Sementara untuk sopirnya....", jawab Polisi tersebut sambil menggelengkan kepala.
Deg.....
Lala mulai bisa menebak arti gelengan kepala Bapak Polisi paruh baya tersebut. Tapi Ia belum bisa percaya, dengan ucapan yang terputus tersebut.
Namun.....
Bagaimana jika yang Ia fikirkan adalah hal yang sebenarnya....
__ADS_1
Bagaimana Ia menyampaikan kabar ini pada Pita sahabatnya. Sementara Ia tahu Pita tengah cemas dengan kondisi Ibunya saat ini.
Antara yakin dan tidak, Lala memilih memastikan langsung pada Polisi tadi. Ia butuh keterangan sejelas-jelasnya.
"Maksud Bapak apa?", tanya Lala matanya mulai memerah.
"Maaf Dik, Bapak Sopirnya tiada di tempat kejadian karena terhimpit kemudi dan badan mobil yang ringsek", ucap Polisi tersebut menjelaskan.
Tubuh Lala langsung limbung, untuk beberapa polisi disamping polisi paruh baya tadi sigap menopang tubuhnya agar tak terjatuh.
"Mbak nggak papa?", tanya salah satu polisi.
Lala yang sudah kehabisan kata-kata pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia pun di bantu untuk berjaga di depan ruang UGD.
Ia benar-benar bingung, bagaimana menjelaskan pada sahabatnya. Akankah Ia sanggup melihat sahabatnya sedih mendengar kabar duka ini.
*******---------*******
Sementara itu Dokter yang memeriksa Ibu Pita keluar dengan wajah suram. Dan Ia meminta Pita untuk ikut ke ruangannya. Ia pun hanya bisa menurut tanpa banyak bertanya. Ia sudah merasa hal buruk terjadi pada Ibunya.
"Silahkan Duduk", pinta Dokter tersebut.
"Iya Dok terimakasih", jawab Pita dan segera duduk saat sudah tiba di ruangan Dokter tersebut.
"Ini mengenai kondisi Ibu Anda", ucap Dokter itu.
__ADS_1
Pita hanya bisa menutup mulutnya tak percaya dengan penuturan Dokter tersebut tentang kondisi Ibunya.
Jantung.....
Itu yang menjadi fokusnya.
Bagaimana bisa Ia tak pernah tahu tentang penyakit Ibunya itu. Bahkan Dokter tersebut berkata Ibunya adalah salah satu pasiennya yang rutin mengunjunginya untuk menjalani pemeriksaan. Beliau selalu di temani suaminya.
Dan artinya kedua orangtuanya memang sengaja menutupi keadaan ini padanya.
Yang Ia herankan bagaimana bisa Ibunya menutupi penyakitnya dengan selalu terlihat sehat olehnya.
Dokter menduga beberapa hari ini Ibunya mungkin lupa meminum obat rutinnya, terlebih mendapat kabar kurang mengenakkan dari Ayah Pita.
Mendengar Dokter menyinggung tentang Ayahnya membuatnya mengingat jika Lala sama sekali belum mengabari tentang kecelakaan tersebut.
Ingin rasanya Ia segera menuju ruang UGD dan melihat sendiri kondisi Ayahnya.
Tapi....
Saat ini juga Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi segera, karena kondisi Ibunya sudah parah.
Bingung....
Itu yang tengah Ia rasakan, harus mrnandatangani persejuan sebagai penanggung jawanya. Tapi Ia pun juga cemas dengan konndisi Ayahnya..
__ADS_1
********.......********