Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
20. Membandingkan


__ADS_3

Setelah membicarakan masalahnya pada Pita, Lala pun akhirnya menyetujui saran Om Edi untuk menikah dengan anaknya. Lala terpaksa meminta pendapat Pita, karena hanya Pita satu-satunya orang yang Ia percaya.


Hingga tibalah hari yang di tentukan, Lala akan menikah dengan anak Om Edi yang bernama Dharmawan dan biasa di panggil Awan. Lelaki yang usianya diatas Lala 5 tahun atau tepatnya 24 tahun.


Dalam hitungan detik, akhirnya Lala sah menjadi istri dari Awan. Lala dinikahkan oleh wali hakim karena Om Heri, adik Papanya sudah menyerahkannya pada wali hakim saat Pita di temani Om Edi datang kerumahnya.Meski awalnya enggan, tapi bagaimanapun juga Om Heri adalah wali nikah yang Ia miliki.


Lala di temani oleh Pita selama prosesi akad nikad yang di gelar sederhana. Kebetulan Pita sudah tak mual lagi sehingga Ia bisa menemani sahabatnya melepas masa lajang.


Dengan berat hati Lala pun akhirnya meninggalkan rumah orangtuanya dan ikut ke rumah mertuanya yakni om Edi.


"La, ikut ke ruang kerja Ayah dulu", pinta Om Edi saat tiba di rumah.


"Baik Om", jawab Lala.

__ADS_1


"Kok Om sih. Kamu sudah jadi menantu di keluarga ini, kamu sekarang jadi anak Om. Jadi jangan panggil Om, panggil Ayah", lanjut Om Edi.


Lala hanya bisa mengangguk pasrah bagaimanapun juga Om Edi sudah menjadi orangtuanya sekarang. Terlepas bagaimana hubungan pernikahan ini kedepannya.


Di dalam ruang kerja tersebut Om Edi telah menyiapkan dokumen-dokumen penting tentang kepemilikan rumahnya tersebut. Dan ternyata Lala hanya perlu menandatanganinya, maka rumah orangtuanya sudah menjadi miliknya sepenuhnya. Dan Lala pun memilih menitipkan surat berharganya pada Om Edi, Ia takut kecolongan oleh Om Heri kalau menyimpannya sendiri.


Sesuai saran Pita, Lala harus mengikuti takdirnya itu. Menikah dengan orang yang tak mencintainya, bahkan tak saling mengenal. Entah bisa bertahan ataupun tidak itu rahasia Tuhan. Setidaknya dengan pernikahannya itu rumah orangtuanya masih bisa Ia pertahankan.


Berbeda dengan Pita yang kini tengah dimanja oleh suaminya. Semenjak hamil Ia tak di perbolehkan untuk melakukan pekerjaan apapun. Semua pekerjaannya di rumah diambil alih oleh ART, Ia hanya perlu duduk agar tak capek.


Adi benar-benar menunjukkan rasa cintanya pada Pita, segala keinginan Pita selalu Ia penuhi. Adi tak ingin anak mereka ngeces terus jika keinginan istrinya tak terpenuhi. Ia ingin menjadi suami yang siaga.


"Kamu ingin apa sayang?", tanya Adi pada Pita yang hanya dijawab gelengan.

__ADS_1


"Ayolah jangan di tahan jika ingin sesuatu", pinta Adi lagi.


Pita hanya tersenyum mendengarnya, Ia bahagia di cintai oleh lelaki yang mau menerimanya. Mencintainya sepenuh hati.


"Nanti kalau ingin sesuatu pasti ngomong Mas. Bener deh, sekarang Aku lagi nggak pengen apa-apa?", tolak Pita halus.


Pita beruntung memiliki suami yang begitu menyayanginya, Ia sangat bersyukur dengan hal ini. Menikah dengan lelaki yang mencintainya tanpa paksaan, Ia bahagia dengan pernikahannya itu. Indahnya dicintai oleh pasangan hidupnya.


Lain halnya dengan sahabatnya yang harus menikah dengan orang yang tidak Ia cintai. Lelaki yang Lala cintai justru mengkhianati dengan adik sepupunya sendiri. Dan kini Lala harus menikah dengan orang yang tak Ia kenal demi mempertahankan rumah peninggalan orangtuanya agar tak di ambil alih Omnya sendiri. Orang yang harusnya melindungi Lala, justru mengambil semua aset milik orangtua Lala saat keponakannya masih dalam suasana duka kehilangan orangtuanya.


Sungguh nasib Lala dan Pita begitu timpang. Pita yang berasal dari keluarga miskin justru mendapat lelaki kaya yang begitu mencintainya. Sementara Lala yang berasal dari keluarga kaya harus rela menikah dengan orang asing demi mempertahankan satu-satunya peninggalan orangtuanya setelah harta bendanya di rampas oleh Omnya.


*******........*******

__ADS_1


__ADS_2