Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
92. Hobi si Adek


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian......


Waktu berputar begitu cepat, rasanya baru kemarin Pita melahirkan anak keduanya. Dan kini bayi mungilnya itu telah tumbuh menjadi bocah perempuan yang lucu dan tingkah yang menggemaskan serta selalu membuat darah Pita kerap naik. Ia selalu di pusingkan dengan hobi si Putri kecilnya yang unik.


Pita nampak tengah duduk di teras rumah sambil memijit kepalanya, Ia baru pulang arisan di Rumah Bu RT. Melihatnya membuat Ndaru segera memilih menghampiri sang Istri.


Sore itu Ndaru ingin bersantai sambil membawa secangkir teh manis dan setoples biskuit menuju tempat Pita duduk. Setelah seharian kesana kemari memantau kondisi beberapa cabang penyetan miliknya, rasanya meminum secangkir teh di temani biskuit adalah pilihan tepat. Tapi melihat Istrinya memijit kepala, niatnya pun urung. Dan memilih menyodorkan teh tersebut kepada Pita.


"Lhoh kenapa Bu? Pusing ya, minum teh Bapak ini", tawar Ndaru.


"Nggak usah Pak, buat Bapak aja. Sudah banyak minum teh Aku tadi di tempat arisan", tolak Pita pelan.


"Aku itu pusing mikirin kelakuan anak perempuanmu itu lho. Tadi diajak pulang bareng nggak mau, sibuk ikut ngerumpi sama Ibu-ibu komplek", lanjut sang Istri menjelaskan.


Ndaru hanya tersenyum menanggapi ucapan Pita, Ia teringat akan apa yang Ia alami saat Pita hamil anak kedua mereka itu. Kesukaannya berkumpul dengan para emak berdaster dulu, rupanya menurun pada anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan. Gadis kecilnya itu cerewet dan hobi bergosip, untung saja perempuan yang lahir. Ndaru tak bisa membayangkan jika anak keduanya Laki-laki dan memiliki kesukaan dengan bergosip.


"Ealah... si Bapak malah senyam-senyum to", kesal Pita.


"Nggak Bu. Cuma keinget dulu pas kamu hamil, Aku jadi suka ngumpul sama emak-emak ternyata karena anak kita perempuan", sahut Ndaru.


"Yo ndak mesti karena anak perempuan. Itu semua karena Bapak yang hobinya bergosip sama emak-emak. Lihat sekarang anakmu yang masih Bocil pun suka gosip", keluh Pita.

__ADS_1


Ndaru sudah enggan berkomentar lagi, Ia memilih diam dari pada mendapat omelan sang Istri. Dengan santainya Ia menyeruput teh hangat sambil menyuapkan satu biskuit kemulutnya.


Ia juga tak ingin Putrinya itu memiliki hobi bergosip di usia Dini. Hanya saja memang begitulah kenyataannya. Ia sendiri juga tak tahu kenapa dulu bisa suka ikut bergosip dengan para Ibu-ibu. Hal yang tak pernah terbayangkan olehnya.


"Ya udah Pak. Jemput anakmu sana, keburu magrib. Ibu mau masak dulu buat makan malam", ucap Pita seraya masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya.


"Iya Bu", sahut Ndaru pasrah.


Ndaru hanya bisa menghela nafas berat, membayangkan drama apa yang Ia hadapi nantinya. Bukan hal yang mudah baginya untuk meminta anaknya pulang. Ia pasti merajuk dan berbagai drama akan tercipta jika Ia mengganggu acara sang Putri dalam bergosip. Terlebih disaat sedang seru-serunya dan diminta harus segera pulang.


Ndaru pun memilih menikmati santai sorenya sejenak sebelum berjuang menghadapi tingkah ajaib sang Putri kesayangan.


****.......____......****


"Waduh.....", pekik sang pemilik nama.


Ia pun segera mematikan layar Televisi, padahal siaran infotainmentnya sedang seru-serunya. Tapi Ia harus meninggalkannya sebelum mendapat omelan sang Ibu. Disaat nama lengkapnya disebut, maka artinya sang Ibu siap-siap meletupkan lava panas.


"Iya Bu. Sebentar", serunya sambil berlari ke kamar mengambil tas sekolahnya.


Tujuan masuk kembali kedalam rumah adalah mengambil tas yang tak sengaja Ia lupakan. Tapi gara-gara melihat televisi yang masih menyala membuatnya berubah haluan dan fokus menikmati siaran pagi itu. Alhasil teriakan sang Ibu berhasil membuatnya ingat akan tujuan mengambil tas.

__ADS_1


Saat di luar rumah gadis cilik yang sering dipanggil Lili itu hanya bisa nyengir kuda melihat tatapan Ibunya yang membuatnya merasa bersalah.


"Maaf Bu. Lili Khilaf...", ucap Lili.


"Apa???? mesti nonton gosip lagi", ketus Pita.


"He...he..",


"Ya ampun Nduk... Kamu itu masih TK kecil lhoh, baca aja belum lancar kok nontonnya gosip.


Belum pantes Nduk Lintang Ayu....


Temen-temen Kamu nontonnya si Kembar Botak. Lha kok Kamu nontonnya berita Dedi Koboy", keluh Pita.


"Bukan Koboy Buk. Tapi Cobusel", protes Lili yang belum fasih mengucap huruf 'R'.


"Halah.... Embuh... Ayo berangkat", ajak Pita setelah mengunci pintu rumah.


Pita sudah lelah marah-marah pada Putrinya itu, Ia mencoba menerima dan memaklumi hobi si Adek yang luar biasa unik itu. Ia tak ingin menderita darah tinggi karena sering emosi mengingatkan usia anaknya yang terlalu dini melihat berita seputar selebriti yang penuh sensasi agar tenar itu.


Pita hanya bisa berharap semoga hobi Putrinya ini tak bertahan sampai Bocah itu besar nanti.

__ADS_1


*****.........******


__ADS_2