Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
86. Extra Part 3 Melahirkan


__ADS_3

Setelah kondisi Pita lebih baik Ia di perbolehkan dibawa pulang ke rumah untuk melanjutkan bedrest total selama sebulan di rumah. Ndaru dengan setia mendampingi Pita, memperlakukan Pita layaknya Ratu. Pita benar-benar merasa bahagia dengan segala perhatian Ndaru padanya. Sehingga dalam kondisi dua minggu kondisi Pita sudah pulih, bahkan makannya pun sudah lahap dan banyak. Perlakuan Ndaru selama Pita hamil rupanya berhasil membuat Pita tak lagi ketakutan akan di tinggalkan.


Setelah memeriksakan Pita ke Dokter kandungan dan memastikan kondisinya benar-benar baik Ndaru memutuskan membawa Pita ke Kota. Ia ingin menyembuhkan trauma yang Pita alami, Ia tak ingin hal ini mempengaruhi mental Pita yang akan berakibat buruk pada janin yang tengah di kandung. Dan untungnya Pita tak menolak di ajak ke psikater, karena Pita pun tak mau egois. Ia ingin melupakan kenangan buruknya dan ingin buah hatinya sehat selama dalam kandungan hingga lahir kelak tanpa bayang-bayang masa lalu.


"Terimakasih banyak Mas. Kamu selalu mendampingiku dan menerima segala kondisiku", ucap Pita saat traumanya dinyatakan sembuh.


"Bukankah cinta itu tak bersyarat, Aku akan selalu bersamamu dalam kondisi apapun karena Aku mencintaimu.


Mas yang mengucapkan terimakasih karena Kamu sudah menuruti semua kata-kata Mas. Kini traumamu sudah sembuh dan tak akan mengganggu tumbuh kembang buah hati kita kelak.


Mari isi rumah tangga kita dengan hal yang baik-baik dan buat kenangan yang Indah-indah selama kehamilanmu. Agar tak ada lagi kenangan buruk yang menghantuimu", jawab Ndaru sambil mengecup puncak kepala Pita.


Bahagia.....


Bahagia.....


Dan Bahagia....


Hanya ada satu kata yang Pita rasakan selama bersama Ndaru. Rasa trauma akan kenangan buruk disaat hamil, dan ketakutannya akan ditinggalkan hilang dengan sendirinya karena kehadiran Ndaru yang setia bersamanya. Perlakuan lembut dan selalu ada untuknya membuat Pita merasa berharga di mata Pita.

__ADS_1


Yah....semenjak Pita harus bedrest Ndaru menyibukkan diri selalu bersama Pita, Ia menyerahkan semua tanggung jawabnya di warung penyetnya pada sang teman kepercayaan. Sementara usaha catering Pita di urus Ibu dan adik Ndaru. Fokusnya adalah kesembuhan serta perkembangan kehamilan sang Istri.


"Mas.....", ringis Pita saat rasa mulas kembali menyerangnya dan semakin intens.


Pita sudah merasakan sakit sedari semalam, tapi Ia sengaja tak mengatakan pada suaminya agar tak khawatir. Pengalaman hamil membuatnya paham saat waktu melahirkan dan hanya kontraksi palsu. Adanya flek serta mulas yang berturut-turut membuat Pita yakin jika sekarang sudah waktunya sang buah hati akan lahir.


"Kamu Kenapa?",tanya Ndaru panik saat Pita meremas lengannya.


"Aku mau lahiran Mas.... ", lirih Pita.


"Lhoh bukannya masih 3 hari lagi Dek. Ini aja Ibu sama Bapak belum sampai", sahut Ndaru.


"Kan itu cuma perkiraan Mas, bisa maju dan mundur. Sudah jangan ngomong terus, antar ke tempat bersalin, sudah sakit ini", protes Pita.


Ndaru memilih bungkam, Ia yakin Istrinya tengah kesakitan melihat remasan di lengannya makin kuat.


"Mas jangan pake motor Aku takut jatuh...", pinta Pita.


Ndaru hanya mengangguk dan menghela nafas pelan, rupanya trauma sang Istri masih belum sepenuhnya hilang. Untung saja tadi Ia sudah memesan taksi online.

__ADS_1


Usai taksi datang, Pita di bawa ke Rumah bersalin terdekat. Karena Air ketubannya sudah pecah saat di mobil.


"Mas ... temani Pita", ucap Pita disela ringisannya.


Pembukaannya sudah 6 hanya perlu menunggu terbuka sempurna.


"Iya. Mas akan tetap disini disisimu.Jangan takut dan tetap tenang yah. Mas bersamamu", hibur Ndaru.


"Ayo Bu sedikit lagi....", aba sang Bidan saat Pita mengejan.


Dan.....


Oekkkk.....oekkkk....oeeeekkk....


Pekik bayi baru lahir terdengar bersamaan dengan kedatangan orang tua Pita yang langsung menyusul ke Rumah bersalin setelah diberitahu Ndaru.


"Selamat Bapak dan Ibu. Bayinya Laki-laki sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun", ucap sang Bidan saat melakukan IMD bayi baru lahir itu.


Di letakkannya bayi mungil itu diatas tubuh Pita, rasa bahagia menghilangkan rasa sakitnya melahirkan. Tangis bahagia melingkupi Ndaru dan Pita. Akhirnya Bayi yang mereka tunggu telah lahir. Pita melahirkan dengan lancar.

__ADS_1


*****......*****


__ADS_2