Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
54. Menyangkal Rasa di Hati


__ADS_3

"Ma....", seru wanita muda yang tak lain adalah Lita.


Lala dan Tante Rani pun menoleh bersamaan, tak hanya Lita yang datang, di belakangnya ada Awan yang datang untuk menjemput Lala.


"Fajar mana Ma?", tanya Lita panik karena Mamanya tak bersama sang Anak.


Lita bahkan tak menyadari siapa yang sedang bersama Mamanya saat ini.


"Anak kamu lagi tidur Lit. Jangan keras-keras ngomongnya", jawab Lala.


Mendengar ada yang menjawab tapi bukan Mamanya, membuat Lita menoleh dan mengerjapkan mata tak percaya.


"Mbak Lala", ucap Lita pelan.


Rasa serba salah menyeruak di hati Lita. Secara tidak langsung Ia adalah penyebab kandasnya hubungan Lala dan sang kekasih. Namun Ia bersyukur Kakak sepupu yang begitu menyayanginya itu tak sampai menikah dengan lelaki jahat macam Dewa.


Ia kini mengerti, lelaki itu hanya memanfaatkannya demi harta. Mungkin saja Dewa mengetahui Papanya telah mengambil alih harta milik Papa sepupunya itu. Bisa jadi Dewa mendekati Lala karena anak orang kaya.


Lita mematung karena tiba-tiba Lala memeluknya erat.


"Aku kangen Kamu Dek. Kenapa nggak nyoba hubungin atau nyari Mbak. Kamu bisa minta bantuan Mbak", ucap Lala sambil bercucuran air mata.


Awan melihat saja tanpa berkata apapun. Biarlah Lala melepas rindu pada keluarganya itu.


"Kami sudah banyak melukai hati Mbak Lala. Tak mungkin kami mengiba pada Mbak. Aku nggak pantes lagi Mbak kangenin


Papa sangat jahat sama Mbak, mengambil yang menjadi milik Mbak. Setelah semua diambil Dewa, Dia meninggalkan Kami. Dia serakah makanya di serakahi orang balik", ucap Lita menggebu.


"Ssssstttttt..... sudah lupakan semua masa lalu. Fokus dengan kesembuhan anak kamu sekarang", putus Lala sambil melepas pelukannya.


Lala melirik suaminya yang hanya menatap mereka datar. Suaminya tengah mode kulkas yang dingin, bukan mode microwave yang menghangatkan.


"Oh... iya Tan, Lit. Kenalkan ini suamiku Kak Awan", ucap Lala memperkenalkan.

__ADS_1


"Hahhhh.. jadi Mas ini suami Mbak. Tadi Mas ini yang udah ngasih Aku tumpangan", jelas Lita.


Setelah berbincang sebentar, Lala memilih pamit pulang bersama suaminya sekaligus mengantarkan Tantenya pulang ke kontrakan untuk mengambil barang-barang untuk anak dan cucunya.


*****_______*****


Lita menjaga putranya hingga tanpa sengaja tertidur disisi ranjang tempat Fajar berbaring. Hingga suara berisik membuatnya terbangun, bukan hanya dirinya sang anak pun ikut terbangun.


Tak lama kemudian Dokter yang menangani Fajar masuk bersama seorang wanita paruh baya yang tampak berbinar saat melihatnya.


"Ya ampun cantik banget calon mantuku", ucap Si Wanita langsung memeluk Lita.


Lita yang masih berada di antara sadar dan belum dari tidurnya pun hanya bisa diam mematung menerima pelukan itu. Tanpa membalas maupun menolaknya.


"Maaa.....", seru Fajar yang bingung ada orang asing memeluk Mamanya.


"Ya Ampun cucu Oma ganteng banget sih. Maaf ya kebangun gara-gara Oma", ucap Wanita itu sebelum Lita sempat membuka suara.


"Papa... ", panggil Fajar pada Dokter itu.


Lita hanya mematung memahami situasi yang ada. Kenapa Dokter itu membawa wanita paruh baya yang langsung memeluknya, dan menganggap Fajar cucunya. Dan sekarang Anaknya malah memanggil Dokter itu Papa.


Sang Dokter pun ikut bingung saat dirinya yang masih lajang itu di panggil Papa. Padahal Ia baru bertemu Bocah itu hari ini. Sementara si Ibu tadi justru sumringah saat bocah itu memanggil Putranya 'Papa', artinya mereka sudah sangat dekat.


"Jadi Kapan kalian menikah?", tanya Mama Dokter itu antusias.


"Me...menikah....???", tanya keduanya serempak.


Lita kebingungan pertanyaan dari seorang Ibu yang tak lain Ibu dari seorang Dokter yang menangani Anak Lita.Mereka tak saling mengenal bagaimana akan menikah.


"Tapi Kami tidak.....", ucap Lita terputus oleh Dokter yang sudah membawa Ibunya keluar ruangan.


"saling mengenal...", lanjut Lita pelan saat mereka sudah di luar ruangan.

__ADS_1


"Maa.. Papa tenapa (kenapa) pelgi (pergi)?", tanya Fajar.


"Sayang, Dia bukan Papa Fajar. Dia Dokter yang mengobati Fajar", ucap Lita menjelaskan, agar anaknya tak salah paham.


"Api.... Mama au nitah tan cama Dotel. Ajal au unya Papa Dotel (Tapi.... Mama mau nikah kan sama Dokter. Fajar mau punya Papa Dokter)", ucap Fajar, rupanya Ia menyimak ucapan para orang dewasa tadi.


Lita pun memilih menceritakan hal lain agar Fajar tak membahas Papa lagi. Ia tak tahu jika si Dokter bernama Danu itu sudah mengatakan jika Lita adalah kekasihnya. Ia beralasan Lita seorang janda jadi belum berani mengenalkan pada Mamanya. Ia berharap Mamanya langsung menolaknya untuk menikahi janda itu.


Namun diluar dugaannya, justru Sang Mama malah ngebet memintanya segera menikahi Lita. Sungguh kebohongan yang berbuntut panjang. Padahal Ia asal menunjuk Lita sebagai kekasih pura-pura karena tahu statusnya janda, bahkan tanpa meminta izin pada Lita.


Ia mungkin menyangkal ada rasa dihatinya sejak bertemu Mama muda itu.


*****_______*****


Pita sudah sampai di rumah Aji, Ia merasa lega, semoga Adi tak mengikutinya lagi. Ia tak akan keluar lagi, Ia takut bertemu dengan lelaki itu lagi. Melihatnya membuat lukanya kembali menganga.


Ia memilih menghabiskan waktunya bersama Gara di rumah saja untuk kedepannya.


Hari-hari telah di lalui Pita untuk menikmati masa-masa terakhirnya bersama Gara. Bahkan si Babysitter pun belum mengetahui rencana perpisahannya dengan Ayah Gara.


Sore ini Pita bermain kejar-kejaran di belakang rumah bersama Gara. Ia tertawa lepas saat berhasil menangkap Gara dan menggelitikinya. Bahkan Ia tak menyadari jika dari dalam ada yang diam-diam memperhatikannya.


Sepasang mata yang sering mencuri-curi pandang akhir-akhir ini. Ia memperhatikan keduanya sambil tersenyum dibalik tirai jendela kamarnya. Puas memandang mereka, Ia kembali ke ranjang dan mengambil figura foto pernikahannya dengan mendiang Istrinya.


"Maafkan Aku yang tak setia. Aku sepertinya mulai mencintainya, hanya saja kemarin Aku mencoba menyangkalnya.


Tapi Kamu tenang saja, Kamu masih memiliki tempat tersendiri di hatiku. Setelah ini Aku berjanji akan menyayangi Putra kita", ucap Aji sambil membelai foto tersebut dan menyimpannya kembali di laci.


"Aku akan memulai pernikahan kita dari awal, meski sudah terlambat tapi kuharap Kamu mau memberikanku kesempatan untuk bersamamu dan Gara", ucap Aji sambil menatap foto pernikahannya dengan Pita yang sudah Ia pasang di dinding.


Aji lupa jika Ia sudah pernah mentalak Pita sekaligus memberikannya surat perceraian dan akta cerai mereka akan keluar tepat usia Gara 2 tahun, semua itu sudah di urus oleh pengacara Aji sesuai permintaannya.


*****.......*****

__ADS_1


__ADS_2