
Setelah membaca pesan dari Ndaru, Pita menjadi tak tenang. Ia menjadi takut Ndaru akan meninggalkannya disaat hari pernikahan mereka sudah di depan mata.
Ia yang sudah bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya dari berbagai badai yang menerpa nantinya, kini justru gelisah saat tahu Ndaru ingin melepasnya.
Tanpa pikir panjang, Pita segera melakukan panggilan video pada Ndaru. Dalam waktu singkat panggilan itu pun tersambung, Ndaru segera mengucapkan salam dan di jawab Pita singkat.
"Kenapa Mas ngomong gitu. Hari pernikahan sudah hampir sampai. Aku tak mungkin membatalkannya", ucap Pita cemas.
Sementara Ndaru hanya menampilkan senyumnya, Ia mencoba terlihat baik-baik saja. Padahal Ia sudah merasa dadanya teramat sesak sejak mendengar Ibunya mengatakan bahwa Pita melarangnya mengatakan tentang rencana pernikahannya di hadapan para mantan suami Pita. Ia sudah menerka, Pita akan kembali dengan salah satu dari mereka. Sehingga menyembunyikan rencana pernikahan mereka.
"Mas ngomong dong. Jangan senyum doang. Katanya Mas Cinta sama Aku, makanya hari pernikahannya di percepat.
Tapi kenapa sekarang malah Mas ingin rencana itu batal. Apa Mas selama ini bohong, Mas hanya ingin mempermainkanku. Sengaja meyakinkanku untuk menikah, setelah Aku mau justru ditinggalkan.
Mas nggak benar-benar cinta sama Aku ya, sampai tega-teganya menjatuhkanku disaat Aku sudah merasa di awan.
__ADS_1
Aku juga punya perasan yang sama sama Mas, tapi mengapa Mas malah tega sama Aku. Mas mau melepasku.", cecar Pita yang membuat Ndaru hanya menghela nafas panjang.
Kenapa sekarang justru Ndaru yang di pojokkan, padahal Ia hanya ingin melepas Pita agar wanita itu bahagia nantinya dengan lelaki pilihannya.
"Bukankah Kamu ingin kembali pada mantanmu?", tanya Ndaru yang membuat Pita mengernyit bingung.
"Kenapa Mas bisa berkata begitu?", tanya Pita bingung.
"Karena Kamu melarang Ibu memberitahu Mereka tentang rencana pernikahan kita", jelas Ndaru yang membuat Pita tersenyum.
"Aku memang sengaja merahasiakan rencana pernikahan kita.Tapi bukan karena ingin rujuk dengan salah satu dari mereka, tapi Aku hanya takut mereka menggagalkan rencana kita.
Mereka berduit Mas, punya banyak cara untuk merusuh tanpa perlu turun tangan.
Aku tak ingin pernikahan kita gagal karena perbuatan salah satu dari mereka", jelas Pita menjelaskan.
__ADS_1
Ndaru hanya tersenyum masam, Ia malu karena sudah salah sangka pada wanita itu. Dan akhirnya mereka pun berbincang ngalor ngidul hingga Pita terlelap sambil memegang ponsel. Ndaru tersenyum melihat Wanita yang Ia nanti itu akan menjadi miliknya dalam waktu dekat ini.
*****________*****
Hari yang di nantikan akhirnya tiba, hari dimana akan dilaksanakan ijab qabul. Hari ini Pita akan melepas status jandanya untuk kedua kali. Dan akan kembali menikah untuk yang ketiga kalinya.
Acara berlangsung sederhana di rumah yang Pita sewa. Tak banyak tamu yang hadir, hanya keluarga Ndaru serta beberapa orang terdekat Pita. Ia di dandani sangat cantik dan mengenakan kebaya berwarna putih tulang dan sebuah hijab di kepalanya. Ia ingin hijrah menjadi pribadi baru setelah membina rumah tangga dengan Ndaru.
Acara dimulai dan dengan sekali tarikan nafas Ndaru mengucapkan akad nikah dengan lancar, dan disahuti kata 'Saahhhh' oleh para saksi.
Pita kini telah resmi menjadi Istrinya Ndaru. Senyum tampak menghiasi wajah Ndaru saat melihat Wanita yang menjadi Istrinya berjalan ke arahnya.
Keduanya duduk berdampingan untuk menandatangani buku nikah. Mereka saling memakaikan cincin kawin secara bergantian. Dilanjutkan dengan Pita mencium tangan Ndaru dan Ndaru mencium kening Pita.
Acara sakral yang dinantikan akhirnya terlaksana tanpa halangan dan gangguan apapun. Rasa bahagia melingkupi semua yang hadir disana.
__ADS_1
*****......*****