Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
38. Permintaan


__ADS_3

Malam itu Pita terpaksa menginap di rumah Bu Titin, karena Gara akan rewel jika Ia tinggal. Ia pun tidur di ranjang yang sama dengan bayi itu, meski ada box bayi disana. Tapi, Pita lebih nyaman menidurkan Gara di sampingnya. Ada rasa bahagia dan sedih bersamaan saat melihat bayi itu terlelap. Ia bahagia karena benar-benar menikmati perannya sebagai seorang Ibu. Tapi Ia kembali bersedih karena Ia hanya bisa menyusui bayi itu hingga 2 tahun kedepan. Dan setelahnya Ia harus rela berpisah dengan bayi yang Ia susui itu.


Pita sengaja menyusui Gara dengan botol dot agar bayi itu tak ketergantungan meminum Asi dari sumbernya. Ia tak mungkin terus-terusan tinggal di rumah itu. Ia hanya akan datang disaat Asi untuk Gara habis.


"Andai Ibu bisa menjadi Ibu yang sesungguhnya untukmu Nak. Pasti Ibu akan sangat bahagia.


Ibu tak ingin menikah dan hamil lagi, Ibu hanya ingin merawatmu, melihatmu tumbuh dan berkembang. Semoga saat besar nanti Kamu tak melupakan Ibu Nak. Dan Kamu masih mau memanggilku Ibu", ucap Pita sambil mengecup Pipi baby Gara.


"Kasihan Kamu Nak. Bundamu tiada dan Ayahmu malah mengabaikanmu. Kamu tenang saja ya.... Ibu berjanji akan memberikan kasih sayang yang sangattttt... banyak. Agar kelak Kamu merasa disayangi oleh Ibu meski Ibu hanya Ibu susumu", lirih Pita.


*****_______*****


Pagi-pagi sekali Pita pamit pulang ke rumah Lala. Ia berjanji akan kembali sebelum Gara bangun. Dengan di antarkan sopir yang menjemputnya kemarin, Pita sampai di rumah Lala.


Ia segera membersihkan dirinya di kamar begitu Ia tiba. Ia menyiapkan keperluannya beserta baju ganti yang hendak Ia bawa ke rumah Bu Titin.


Tok....tok....


Terdengar pintu kamar Pita di ketuk, Ia pun segera bangun dan berjalan perlahan. Miliknya masih terasa nyeri saat berjalan normal.

__ADS_1


"Eh....Si Mbok. Ada apa ya?", tanya Pita pada ART Lala yang masih setia bekerja disana.


"Itu Mbak Pita, ada tamu yang mau ketemu Mbak Pita katanya", jelas si Mbok.


"Siapa ya Mbok?", tanya Pita bingung.


"Aduh... si Mbok lupa nanya namanya. Tapi perempuan Mbak. Sudah di ruang tamu sekarang", jelas si Mbok.


"Ya udah nanti saya kedepan Mbok. Ehm.... boleh minta di buatin minum Mbok. Saya buat jalan masih susah. Maaf sebelumnya karena saya merepotkan si Mbok", ucap Pita ragu.


"Ya ampun Mbak Pita nggak usah sungkan gitu. Simbok paham rasanya habis melahirkan itu seperti apa?", jawab Simbok.


"Mbak", panggil Pita saat sudah tiba di ruang tamu.


"Ya ampun Pita....", seru wanita itu dan segera bangkit dari duduknya untuk memeluk Pita.


Ia pun melepas pelukannya dan menuntun Pita untuk duduk bersamanya.


"Aku cari-cari Kamu kemarin. Kenapa nggak nunggu Aku anter pulang? Aku cari di rumahmu, ternyata rumah itu di kontrakkan. Aku khawatir Kamu kenapa-napa. Kamu belum pulih", cecar Bela, ya Wanita itu adalah Bela mantan adik Ipar Pita.

__ADS_1


"Aku baik-baik aja Mbak. Aku nggak mau ngerepotin Mbak karena Aku tahu Mbak akan sibuk di jam makan siang. Oh ya Mbak kok tahu Aku tinggal disini?", tanya Pita balik.


"Oh itu...Untung Aku inget Kamu sahabatnya Lala. Ia yang ngasih tahu Aku kalo Kamu disini", jawab Bela.


"Langsung saja ya. Tujuanku kesini untuk ngajak Kamu ketemu Papa. Beliau drop, harus di opname. Tapi nggak mau sebelum ketemu Kamu.


Jadi Aku mohon, tolong temui Papa bujuk Beliau agar mau dibawa ke Rumah Sakit.


Sekali lagi Aku minta maaf, karena perbuatan Kakakku. Tapi tolong Kami, bujuk Papa. Jantung Papa kambuh, dan kalau tidak segera di tangani akan berakibat fatal", pinta Bela pada Pita.


Jujur Pita enggak bertemu dengan keluarga suaminya itu. Meski mereka memperlakukannya dengan baik. Tapi dengan melihat mereka membuatnya teringat dengan mantan suaminya itu. Rasa sakit kembali terasa saat bertemu salah satu dari Mereka. Bayangan dimana Adi mengabaikan saat Ia benar-benar butuh dukungan. Bayangan saat Ia mendengar Adi menolak bayi perempuan karena syarat warisan dari Papanya.


Sakit....


Rasa sakit yang tak tampak itu kembali terasa nyeri.


Ia merasa dilema saat ini, Ia ingin datang demi menyelamatkan mantan Papa mertuanya. Tapi apakah sanggup Ia bertemu dengan orang yang secara tak langsung menyebabkan penderitaan yang harus Ia rasakan.


*****......*****

__ADS_1


__ADS_2