Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
22. Warisan Bersyarat


__ADS_3

Kehamilan Pita kini sudah memasuki usia 9 bulan lebih, Ia hanya perlu menunggu bayinya lahir. Ia yang tak pernah di beri uang belanja oleh suaminya pun tak pernah lagi memeriksakan kandungannya setelah Adi tahu jenis kelamin bayinya adalah perempuan.


Pita pun hanya makan apa saja yang di beli Adi di kulkas. Dan tentunya itu bukan sayur sehat dan buah segar, karena Adi hanya mengisi kulkasnya dengan makanan cepat saji. Bahkan terkadang Pita hanya memakan mie instan untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar. Karena tak makanan lain yang Ia temukan di dapur.


Selama beberapa bulan terakhir ini Pita sudah tak pernah bertemu dengan Lala. Dengan alasan di larang bepergian oleh suaminya agar Lala tak curiga dengan kondisi rumah tangganya yang sudah tak baik-baik saja. Pita sengaja menutupi semuanya agar Lala tak mencemaskannya. Ia tahu nasib pernikahan Lala juga tidaklah baik. Memiliki suami yang masih berhubungan dengan kekasihnya, dan pernikahan hanya sebatas status saja. Apakah mungkin Pita akan tega membagi kesedihannya pada sahabatnya itu.


Kebetulan Adi sedang ada di ruang kerjanya yang tanpa sengaja pintunya tidak tertutup rapat, ruangan itu kedap suara tapi karena pintunya tak rapat membuat Pita mendengar dengan jelas teriakan Adi. Ia pun penasaran dan memilih mendekat perlahan.


"Sial..... Ini nggak adil, harusnya perusahaan ini milikku. Aku yang menjalankannya hingga sebesar ini. Aku nggak mau hasil kerja kerasku di bagi tiga.


Arggggghhhhh......


Harusnya sebagai anak pertama dan lelaki satu-satunya, warisanku 50%. Tapi.... sekarang Aku harus rela hanya mendapat 35%.


Semua ini gara-gara Pita yang hamil bayi perempuan. Andai saja bayi itu laki-laki, sudah pasti Aku bisa dapat 50%.


Huh..... Papa kenapa juga harus pake syarat punya anak laki-laki dulu baru dapat warisan 50%.


Hancur sudah harapanku memiliki perusahaan sepenuhnya.


Arrrrrggggghhhhhh.......", teriak Adi sambil membanting barang-barangnya di ruangan tersebut.


Mendengar ucapan Adi membuat Pita meneteskan airmata, Ia tak menyangka suaminya akan menyalahkan kehamilannya hanya karena warisan.

__ADS_1


"Kamu tega Mas. Kamu bilang Kamu cinta sama Aku, tapi kamu nggak mau menerima bayiku karena Dia perempuan.


Apa salahnya jika Dia perempuan? Hanya karena warisan kamu mengabaikan kami.


Kemana janjimu yang akan menerimaku apa adanya? Nyatanya semua itu hanya sekedar ucapan. Kamu abaikan Aku disaat Aku tengah hamil. Bahkan pernikahan kita masih terhitung bulan.


Ternyata harta telah mengubah cinta yang Kamu agung-agungkan dulu", lirih Pita di sela isak tangisnya.


Kini....


Terjawab sudah alasan mengapa sikap Adi berubah pada Pita. Rupanya karena warisan bersyarat yang Ia dapatkan dari orangtuanya. Harta bisa mengubah rasa cinta, mengubah kelembutan menjadi kejam, mengubah kasih sayang menjadi kebencian.


Adi lebih memilih harta daripada cinta yang Ia miliki untuk Pita. Ia bahkan melupakan janjinya untuk menjaga Pita. Hanya karena gagal mendapatkan separuh harta orangtuanya, Ia menyiksa Pita dan bayinya.


Di apartemen milik Awan, yang lebih tepatnya pemberian orangtuanya karena mau menikah dengan Lala.


Ya.... awalnya Awan mau menikah karena di iming-imingi hak milik atas apartemen yang Ia tinggali selama ini. Orangtuanya hanya memberikan ijin padanya untuk tinggal bukan memilikinya.


Om Edi mengatakan akan memberikan apartemen itu sebagai warisan dengan syarat Awan harus menikah dengan pilihan Orangtuanya itu. Awalnya Ia menolak karena sudah memiliki kekasih, namun Ia terancam meninggalkan apartemen tersebut jika menolak persyaratan ini.


Awan tengah duduk merenung di kamarnya sambil memandangi sebuah foto di dalam figura yang Ia miliki sejak beberapa tahun yang lalu.


Sebuah foto candid gadis yang tengah tersenyum, itu adalah foto yang Ia ambil diam-diam saat tengah berkumpul dengan teman-teman kuliahnya di sebuah kafe. Seorang gadis SMA yang sangat menarik perhatiannya. Ia sangat cantik saat tertawa dengan temannya yang terlihat begitu manis.

__ADS_1


Entah takdir apa yang Tuhan berikan padanya, sehingga setelah itu Ia menjadi sering melihat gadis itu di berbagai tempat. Hingga tanpa Ia sadari, Awan jatuh cinta pada gadis itu dan sering mengikutinya. Ia merasa gadis itu cinta pertamanya.


Tapi, akhirnya Ia harus kecewa saat melihat gadis itu menerima seorang lelaki menjadi kekasihnya. Ia patah hati....


Dan yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata Ia harus menikahi gadis itu agar bisa mempunyai hak milik akan apartemen. Sebenarnya Awan menjalin hubungan dengan Astri hanya sebagai pelampiasan patah hatinya pada Lala, gadis yang membuatnya merasakan jatuh cinta.


Awan sengaja berkata kasar dan suka membentak Lala karena kecewa pada Lala yang menjalin hubungan dengan lelaki lain padahal Ia mencintainya. Sebenarnya bukan salah Lala, toh mereka tak saling mengenal dan Awan tak pernah menyatakan cinta padanya. Lebih tepatnya Awan hanya pengagum rahasia Lala. Bahkan Awan baru tahu namanya Lala setelah mengucapkan ijab qabul.


Ada saja hal yang Awan ributkan untuk menarik perhatian Lala. Seperti halnya hari ini, mereka ribut hanya karena letak remote TV yang berpindah.


"Kamu buang kemana remote TV ku", seru Awan.


"Di deketin sama temennya, biar nggak kesepian", jawab Lala asal.


"Kalo di tanya jawab yang jelas", seru Awan kesal.


"Ya emang kurang jelas apa. Temennya remote kan TV, jadi remotenya di taruh di dekat TV biar nyarinya gampang. Lagian siapa suruh naruhnya di sofa, kalo kedudukan terus rusak siapa yang disalahin? Aku lagi kan, ya udah Aku amanin biar nggak disalahin terus sama kamu karena Aku yang bertugas merapikan ruangan", jelas Lala panjang lebar.


Ada senyum kecil yang tak sempat Lala lihat di wajah Awan. Ini yang Awan sukai dari Lala, kecerewetannya. Dan entah mengapa Lala sekarang menjadi cerewet padahal setahunya gadis itu cenderung introvert dan tak memiliki teman dekat selain gadis manis yang beda SMA dengannya itu.


Awan tak menyangka, warisan apartemen bersyarat yang Orangtuanya berikan mengantarkannya pada cinta pertamanya. Ia sengaja tak memutuskan Astri meski sudah menikah karena ingin membuat Lala cemburu dan Ia ingin membuat Lala jatuh cinta padanya. Hanya saja caranya salah.


******......******

__ADS_1


__ADS_2