
Semenjak Lala pulang kuliah dengan kaki terkilir, Awan mulai menggunakan jasa ART untuk mengurus segala keperluan apartemennya. Mulai bebersih ruangan, memasak dan mencuci baju. Awan tak mengijinkan Lala melakukan aktivitas apapun. Bahkan Awan sering mengecek keadaan Lala di kamarnya. Ingin rasanya Awan menunjukkan perhatiannya pada Lala, namun Ia gengsi. Ia memilih pura-pura cuek meski sebenarnya Ia mengkhawatirkan istrinya itu.
Sudah 3 hari Lala tidak di ijinkan kuliah, dengan alasan agar segera sembuh. Awan tak ingin di repotkan dengan keadaan Lala yang tengah terkilir itu. Padahal itu hanya akal-akalan Awan agar Lala menurut padanya. Ia sungguh tak tega melihat Lala kesulitan berjalan, dan dengan kondisi ini ada alasan untuk berada di dekat Lala.
Seperti hari-hari biasanya, Awan membawakan sarapan ke kamar Lala. Ia ingin memastikan Istri yang di cintainya itu segera sembuh kakinya.
"Ini Aku bawain sarapan. Cepetan di makan terus obatnya diminum. Biar cepet sembuh", ucap Awan ketus.
"Iya....iya.... bawel bener. Tiap hari ngomongnya itu terus. Nggak ada yang lain apa", jawab Lala sambil segera memakan sarapannya.
"Inget yah.... Aku bukan perhatian sama Kamu. Tapi Aku nggak mau orangtuaku marah jika tahu kamu sakit dan nggak Aku urusin. Jadi jangan Ge-eR ya.", ucap Awan mengingatkan.
__ADS_1
"Iya....iya. Tenang aja daya ingetku tinggi. Nggak mungkin Aku lupa. Dan perlu kamu inget Aku nggak akan pernah Ge-eR karena kamu urusin", sahut Lala jengah.
Lala mulai bosan dengan wejangan Awan yang itu-itu saja. Ia sebenarnya masih bisa melakukan aktivitas sendiri, mengambil sarapan ke dapur pun masih sanggup. Tapi Awan melarangnya turun dari ranjang, ke kamar mandi pun Ia harus diantar si Mbak. Sampai Mbak Tutik, si ART memuji habis-habisan tentang perhatian Awan padanya. Ia pikir Awan tipe suami yang sayang Istri, padahal Awan melakukannya setengah hati, terbukti dari banyak geeutuannya yang terucap.
"Dan ingat satu lagi. Jangan suka apalagi jatuh cinta sama Aku Kamu tahu kan Aku sudah ada Astri pacarku", ucap Awan mengingatkan, padahal di dalam hati Ia berharap dengan perhatiannya beberapa hari ini, Lala akan jatuh cinta padanya.
Memangnya Awan pikir Ia akan jatuh cinta padanya. Ciiiiih..... Bermimpi pun tidak, karena bagi Lala Awan bukanlah sosok lelaki baik. Mana ada lelaki baik yang masih menjalin hubungan dengan kekasihnya saat sudah menikah dengan orang lain, meski hanya di jodohkan.
"Aku tak akan jatuh cinta kepada siapapun termasuk padamu. Karena apa? Karena mencintai seseorang hanya akan berakhir dengan luka yang menganga. Jadi jangan takut Aku akan jatuh cinta padamu. Itu hal yang mustahil.
Kamu dan mantanku sama saja, lelaki yang tak menghargai sebuah komitmen berhubungan. Dia berselingkuh saat berpacaran sedangkan kamu masih punya pacar meski sudah menikah.
__ADS_1
Jadi...... apa yang bisa Aku harapkan dari lelaki macam kalian", jawab Lala ketus.
Deggggg......
Hancur sudah harapan Awan yang menginginkan Lala bisa jatuh cinta padanya.
Awan baru tahu, luka yang di tinggalkan mantan kekasih Lala cukup membekas. Bahkan membuat Lala trauma dan enggan kembali jatuh cinta. Ia pikir setelah beberapa bulan menikah dengannya, Lala sudah melupakan perbuatan mantannya itu.
Sepertinya Ia pun sudah menyakiti Lala tanpa Ia sadari, meski mereka menikah karena di jodohkan tidak seharusnya Ia masih menjalin hubungan dengan Astri. Sama saja Ia telah berselingkuh, meski tujuannya hanya ingin membuat Lala cemburu padanya.
Cara yang Ia lakukan salah, bukan membuat Lala cemburu tapi justru membuat Lala menilainya buruk. Sepertinya ucapan 'jangan Ge-eR' lebih pantas untuknya. Karena Ia sudah percaya diri Lala akan mencintainya. Tapi itu tak mungkin, menikah dengan Lala bukan membuatnya lebih dekat justru membuatnya semakin sulit menggapai Lala yang sudah di dekatnya.
__ADS_1
******......******