Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
81. Telat Tiga Bulan


__ADS_3

Pita menciumi wajah bayi perempuan anak Lala, Ia kembali teringat bayi mungil yang sempat Ia lahirkan. Bayi cantik yang tak sempat Ia susu itu harus berpulang setelah beberapa saat menghirup udara di dunia.


Rasa rindu pada mendiang Putrinya seakan terobati, dengan menimang bayi cantik itu. Ndaru, Lala maupun Awan hanya bisa membiarkan Pita meluapkan rasa rindunya itu. Mereka tahu apa yang tengah Pita rasakan. Untungnya bayi perempuan yang akan diberi nama Safira itu nampak nyenyak tidurnya, seolah membiarkan sang Tante melakukan apa yang diinginkannya.


Pita hanya bisa menjenguk bayi itu sebentar, Ia pun meminta maaf pada Lala karena tak bisa hadir diacara aqiqahan sang putri. Pesanannya sedang banyak-banyaknya untuk seminggu kedepan, dan rata-rata sudah memberikan DP, membuatnya tak enak hati untuk membatalkan pesanan. Dan Lala memakluminya, usaha Pita baru mulai di rintis dan Ia tak mau membebani sahabat rasa saudaranya itu. Pita jauh-jauh datang pun sudah membuatnya senang.


Sebelum kembali ke Desa Pita dan Ndaru berziarah kemakam orangtua beserta anak Pita, tak lupa Ia mengunjungi makam mantan mertua yang sudah menganggapnya anak sendiri. Tak lupa Ia mengirimkan do'a untuk mereka.


"Kita langsung pulang hari ini atau besok saja?", tanya Ndaru pada Pita.


"Besok saja Mas. Aku lelah ingin menginap di rumahmu dulu", jawab Pita yang merasa tubuhnya letih.


Pita langsung tertidur begitu tiba di rumah sewa milik Ndaru. Entah mengapa Ia sekarang mudah lelah, mungkin karena banyak pesanan sehingga kurang tidur dan istirahat.


Esok harinya mereka akan pulang menggunakan travel, yang menurut mereka lebih nyaman daripada transportasi lain.


*****__________*****


Begitu tiba di rumah, Pita langsung ke kamarnya dan langsung tidur. Dan Ndaru memakluminya, mungkin Istrinya sedang butuh banyak istirahat. Kesibukannya membuat Pita sering begadang.


"Lhoh.... Pita mana Le?", tanya Bu Wati sambil membawa rantang berisi makanan untuk anak dan menantunya.


Bu Wati tahu pasti Mereka lapar setelah perjalanan jauh, sehingga Ia berinisiatif mengantar makanan kerumah menantunya itu. Sayangnya sang menantu tak nampak saat Ia datang.

__ADS_1


"Tidur di kamar Bu. Dari kemarin banyak Istirahat sepertinya kelelahan karena sibuk dengan banyaknya pesanan", sahut Ndaru.


"O....ya sudah Ibu langsung pulang. Jangan lupa dimakan masakan Ibu", pamit Bu Wati.


"Iya Bu. Nanti Ndaru makan kalau Pita sudah bangun saja", sahut Ndaru.


Ndaru yang tak merasa lelah memilih bebersih rumah sembari menanti sang Istri bangun. Ia memilah barang-barang yang sekiranya sudah tak berguna. Saat membersihkan bagian atas lemari ruang tengah Ia menemukan sebuah kantung kresek bertuliskan nama minimarket. Ia yang penasaran pun memilih mengeceknya. Ternyata isinya pembalut yang masih utuh beserta struk pembeliannya.


"Ini sudah 3 bulan yang lalu dan dibeli saat berada di kota", monolog Ndaru.


Tiga bulan yang lalu.....


Deggghhhh.....


Mungkinkah....


Pita hamil????....


Beberapa bulan ini Pita tak mengeluh sakit perut karena haid.


Jika pembalutnya di beli 3 bulan yang lalu dan belum terpakai, artinya Pita sudah telat tiga bulan.


Ndaru hanya bisa berdo'a semoga tebakannya tidak meleset. Seandainya Pita hamil pasti sang Istri akan bahagia.

__ADS_1


Ndaru hanya bisa berkata semoga, semoga dan semoga Pita benar-benar hamil. Ia antara yakin dan tak yakin karena tak ada tanda-tanda hamil yang Pita rasakan


Ia akan menanyakan nanti pada Pita saat telah bangun. Ia tak ingin menduga-duga dan berakhir membuat Pita kembali kecewa. Ia akan bicara pelan-pelan pada Pita dan mencoba memeriksakannya agar tahu pasti.


Sibuk memikirkan telatnya Pita membuat Ndaru tertidur di sofa ruang tengah. Hingga Pita membangunkannya karena sudah sore.


"Mas....Bangun...", ucap Pita sambil mengguncang tubuh Ndaru.


"Ehm.... iya Yank", jawab Ndaru sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.


Rupanya Ndaru tertidur dalam posisi duduk sehingga membuat tubuhnya tak nyaman. Setelah membuka mata, dilihatnya wajah sang Istri yang sudah segar, sepertinya pipi Pita semakin berisi dan Ia baru menyadarinya sekarang.


Usai Ndaru mandi, keduanya menikmati masakan yang Bu Wati kirimkan. Dilanjutkan bersantai diruang tengah.


"Yank kayaknya kamu udah lama nggak datang bulan ya?", tanya Ndaru hati-hati.


Deggggh.....


Pita yang tengah menikmati setoples kripik pisang pun menghentikan kunyahannya. Terlalu sibuk dengan pesanan membuatnya lupa berapa kali tak kedatangan tamu.


"Aku telat tiga bulan Mas", pekik Pita setelah menelan makanan dimulutnya.


*****..........*****

__ADS_1


__ADS_2