
Bu Wati sangat antusias setelah mendapatkan kabar anak bujang yang lama tak pulang itu mengatakan akan mudik. Bahkan Ia mengatakan sudah menyerah dengan gadis Incarannya, Ia pun bersedia jika harus dicarikan jodoh oleh Sang Ibu. Mengingat usianya yang sudah tiga puluh tahun, Ia tak mau terus-teruan di todong pertanyaan yang sama oleh orangtuanya itu. Kapan bawa pulang menantu untuk Ibu?
Bu Wati bahkan meminta Pita membantunya memasak makanan kesukaan anaknya yang semuanya bercita rasa pedas. Sekarang anaknya itu memiliki usaha ayam penyet, karena Ibunya pikir saking cintanya sang anak dengan rasa pedas. Sang Ibu tak tahu saja jika ayam penyet adalah awal mulanya Ia jatuh cinta pada gadis yang sulit membuatnya move on.
Dan cintanya harus kandas sebelum berjuang, Bos tempatnya bekerja telah meminang gadis itu sebelum sempat Ia menyatakan cinta. Ia yang saat itu hanya OB pun jelas kalah jauh. Setelah gadis incaran menikah Ia pun memilih berhenti dari perusahaan itu dan berakhir berjualan penyetan.
"Pokoknya nanti setelah anak Ibu pulang bakal langsung Ibu kenalin sama Kamu. Anak Ibu nggak jelek-jelek amat kok, ya walau kulitnya gelap tapi masih lumayan lah buat di ajak kondangan.
Dan yang terpenting anak Ibu itu pekerja keras dan rajin menabung. Rumah ini pun Dia yang selalu ngirimin uang buat benerinnya.Rumah Ibu dulu kecil nggak sebesar sekarang.
Bahkan sampai sekarang Dia nggak punya pacar saking fokusnya bekerja buat nabung. Malahan Dia langsung mau pas akan Ibu jodohin. Katanya pernah patah hati dan takut pacaran", ucap Bu Wati seolah menpromosikan anaknya.
__ADS_1
Pita memilih diam dan hanya menjawab ucapan tetangganya itu dengan senyum sambil tangannya masih sibuk mengaduk masakan. Ia enggan menjawab ucapan Bu Wati yang nanti akan terus berlanjut jika Ia menjawabnya.
Pagi itu semua masakan telah siap, Pita sudah disana sedari habis sholat subuh. Bu Wati langsung menariknya kesana bahkan sebelum Pita sempat mandi. Ibu Wati memiliki 3 orang anak, anak pertamanya laki-laki dan sampai sekarang belum menikah. Sementara dua adiknya adalah perempuan dan sudah memiliki keluarga semua.
Dua orang anak perempuan Bu Wati sudah ikut suami masing-masing. Harapan Bu Wati hanya pada anak bujangnya itu agar kelak jika menikah, istrinya mau tinggal disana bersamanya.
Pita pun berpamitan pada Bu Wati untuk pulang dulu, Ia sudah merasa gerah karena belum mandi. Tak lupa Bu Wati memberinya serantang makanan karena Pita tak mau sarapan disana.
Ia takut jika Ia terus-terusan menerima pemberian terangganya itu, membuat Bu Wati salah paham dan semakin berharap padanya. Ia takut membuat kecewa, tetangganya itu terlihat sangat berharap agar Ia menjadi menantunya. Ia yang dua kali gagal menikah merasa tak pantas bersanding dengan seorang bujang. Dan Ia pun tak ingin kembali menikah, trauma akan berakhir dengan kegagalan kembali.
"Pamali nolak rejeki lho.Nanti jodohnya jauh, gak papa nding kalo jodohnya jauh. Biar nanti Ibu deketin sama anak Ibu", ucap Bu Wati terkikik sendiri.
__ADS_1
Bu Wati belum tahu status Pita saat ini, apakah Ia akan menerimanya saat tahu Pita adalah janda dua kali. Selama ini hanya Bu Lurah yang tahu status Pita karena Beliau membantunya mengurus kepindahannya di kampung itu.
Dengan terpaka Pita menerimanya, sambil terus tersenyum. Ia pun tak bisa menolaknya lagi.
Baru Pita membuka pintu rumah Bu Wati, nampak seorang lelaki membawa ransel dihadapannya.
"Mas Ndaru....", ucap Pita.
Sementara lelaki itu hanya diam mematung menatap Pita.
*****......*****
__ADS_1