Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
66. Boleh Kuhapus Lukamu...


__ADS_3

"Maksudnya....", tanya Ndaru bingung.


Pita justru terkekeh melihat ekspresi bingung Ndaru yang membuatnya terlihat lucu dimata Pita. Lelaki itu masih sama setelah beberapa tahun tak bertemu. Rasa nyaman saat di dekatnya masih Pita rasakan hingga saat ini.


"Kok malah tertawa. Aku perjelas ya, Aku nanya kenapa Kamu bisa disini? Terus apa kabar Bos Adi", ucap Ndaru masih penasaran.


Pita terdiam sejenak, mendengar nama itu membuatnya harus teringat luka yang sulit untuk hilang.


"Huuuffffffttttttt.....", Pita mencoba menghembuskan nafas perlahan sebelum mulai menceritakan.


"Pernikahanku dengannya hanya bertahan selama satu tahun. Jika Mas bertanya kenapa bisa? Jawabannya adalah berawal dari warisan bersyarat.


Awalnya pernikahan kami baik-baik saja, Ia memperlakukanku dengan baik. Bahkan saat tahu Aku hamil Ia semakin perhatian padaku.


Namun......


Semua berubah semenjak Ia tahu bayi yang Aku kandung adalah perempuan. Aku yang tak mengerti kenapa sikapnya berubah akhirnya mendengar sendiri alasannya, meski tanpa sengaja mendengar ucapannya.

__ADS_1


Ternyata syarat warisan 50% perusahaan adalah jika memiliki anak laki-laki, dan 50%akan di bagi dua dengan kedua adik perempuannya.


Ia mulai jarang pulang kerumah, ART diberhentikan tiba-tiba, tak lagi ada uang belanja, terkadang Ia menyimpan makanan instan di dalam lemari penyimpanan.


Aku melakukan semua pekerjaan rumah sendirian disaat Aku mulai hamil besar. Makan dengan makanan yang ada. Sebenarnya Aku masih memiliki tabungan dari hasil sewa rumah, tapi Aku simpan untuk biaya lahiran.


Hingga waktu persalinan tiba, Aku meminta satpam mengantarku ke jalan raya untuk mencari taksi. Naas saat Aku hendak turun, sebuah motor menyerempetku dan perutku terbentur saat jatuh.


Untung ada wanita paruh baya yang bersedia mengantarku ke Rumah sakit. Sayangnya, bayiku tak tertolong.


Tapi setidaknya Aku bersyukur bisa lepas dari belenggunya. Mengingatnya hanya kembali mengorek luka dihatiku", ucap Pita yang diiringi isakan kecil.


Ndaru mendengarkan dengan seksama tanpa berniat memotong cerita Pita. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya erat. Ia pikir meninggalkan perusahaan itu adalah pilihan tepat, rupanya karena Ia tak lagi kerja disana Ia telah membiarkan orang yang dicintainya menderita selama ini.


Perlahan Ia usap airmata Pita dengan jemarinya. Rasa sakit Ia rasakan mendengar kisah wanitanya itu. Ia pikir setelah hidup dengan orang kaya, Pita akan bahagia. Nyatanya itu salah besar.


Ia rela mundur sebelum berjuang karena sadar belum bisa memberikan harta untuk Pita. Rupanya harta saja tak membuat wanita itu bahagia pada akhirnya, karena harta pula yang membuat wanita itu terbuang. Ia berjanji akan menyayangi dan memberikan segalanya untuk Pita jika Ia bersedia menikah dengannya.

__ADS_1


Perlahan Cerita hidup Pita mengalir dengan sendirinya. Ia merasa Ndaru adalah tempat yang pantas untuknya bersandar. Ia pun menceritakan tentang Bu Titin hingga Ia berakhir menjadi Istri seorang duda bernama Pramono Aji itu.


Bahkan alasannya hingga memilih tinggal di kampung itu Pita ceritakan. Ada rasa lega saat semua sudah Ia keluarkan, Ndaru benar-benar pendengar yang baik bagi Pita. Hingga tanpa Pita sadari kini Ia berada dalam dekapan Ndaru. Untung tak ada yang memperhatikan mereka.


"Maaf Mas", ucap Pita malu sambil menjauh dari tubuh Ndaru. Sementara Ndaru hanya tersenyum.


"Jadi Kamu single sekarang", ucap Ndaru.


"Janda tepatnya", kekeh Pita mencoba bangkit dari kesedihannya.


"Bolehkah Aku menghapus lukamu itu? Akan ku gantikan lukamu dengan hal-hal yang Indah",


"Biarlah luka ini hilang dengan sendirinya terhapus oleh waktu Mas", tolak Pita, meski hatinya menginginkan lelaki itu bersamanya.


Pita merasa tak pantas bersama lelaki sebaik Ndaru. Lelaki yang diam-diam memiliki tempat di hatinya sejak dulu.


*****........*****

__ADS_1


__ADS_2