
Akhirnya Lala sudah benar-benar sembuh dari terkilirnya. Ia sudah bisa kembali menjalankan aktivitas kuliahnya seperti biasa. Hanya saja kesibukannya di pagi hari bertambah.
Ia baru saja selesai memasak, karena tadi malam Awan berkata akan sarapan di rumah dan memintanya memasak. Ia pun mengiyakannya toh tiap hari Dia juga memasak kan, sebelum kakinya terkilir tentunya. Hanya saja Ia merasa aneh, tiba-tiba suaminya mau sarapan dirumah.
Baru selesai memasak, Ia harus buru-buru ke kamar Awan setelah panggilan dengan nada tinggi yang Ia dengar dari mulut suaminya.
"Apa sih teriak-teriak? pangil istri itu yang lembut nggak usah keras-keras juga pasti denger", ucap Lala saat tiba di kamar Awan.
"Kalo nggak teriak mana denger Kamunya", bantah Awan.
"Ini cuma apartemen, bukan Mall. Lagian jarak ruangan satu dan lainnya juga dekat. Manggil biasa aja pasti kedengeran", sanggah Lala.
"Udahlah Aku lagi malas ribut. Sekarang Kamu pilihin baju yang Aku pakai hari ini. Ada acara perkumpulan fotografer", perintah Awan.
"Tumben. Bukannya Aku nggak boleh pegang barang-barang Kamu", jawab Lala masih heran.
"Udah buruan. Aku lagi bingung, makanya minta tolong Kamu. Aku mau mandi, selesai mandi pakaiannya harus sudah ada diatas ranjang", ucap Awan sambil berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Lala pun segera memilihkan baju, daripada mendapat omelan suami galaknya itu.Terserah suka atau tidak dengan pilihannya, kalo nggak suka biar milih sendiri nanti. Yang penting Lala sudah melakukan tugasnya.
Lala pun segera kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap ke kampusnya.
Awan yang selesai mandi pun tersenyum setelah melihat pakaian yang dipilihkan istrinya, lengkap beserta **********. Ia terkekeh pelan membayangkan Lala memegang benda peibadinya itu, akankah Lala membayangkan isinya. Padahal Lala yang mengambil santai saja tanpa berpikir mesum seperti Awan.
Ternyata tak hanya pakaian, sepatu dan kaos kakinya pun telah disiapkan. Sungguh Lala benar-benar Istri idaman bagi Awan.
"Semoga ini awal yang baik untuk hubungan kita La. Aku akan memutuskan Astri toh Aku hanya memenuhi keinginannya agar lebih dikenal jika pacaran denganku. Aku tak memiliki rasa apapun padanya, dan semenjak denganku Dia sudah lebih dikenal. Aku rasa sudah cukup waktu yang kuberikan.
Sekarang Aku akan fokus memperbaiki hubungan kita. Dan berjuang mendapatkan hatimu La.
Ia segera keruang makan setelah bersiap, disana sudah ada si Mbak yang sedang menata makanan. Ia yakin itu masakan Lala. Tanpa menunggu Lala, Ia mengambil makanannya dan mulai menyendokkan ke mulut.
'Hemm.... rasanya sama. Ini benar masakan Lala', batin Awan.
Selama ini Ia selalu menolak makanan yang di masak Lala. Dengan kata-kata pedasnya Ia selalu mencela masakan sang Istri. Padahal diam-diam Ia sering mencicipi masakan Lala tanpa sepengetahuan Istrinya itu, dan sempat ke pergok si Mbak. Untung Ia bisa mengancam memecat si Mbak jika berani mengadu pada Lala. Jadi rahasianya aman.
__ADS_1
Lala tiba di pintu dapur, Ia memilih berhenti disana dan memperhatikan suaminya.
'Ternyata di pakai juga baju pilihanku. Dan sekarang Dia makan dengan begitu lahapnya, apa Dia lupa pernah berkata jika rupa masakanku merusak selera makan. Dasar....lain di mulut lain pula di lidah', batin Lala sambil melanjutkan jalannya.
Lala memilih menunggu Awan menghabiskan makanannya di piring dengan berdiri di depan pintu. Ia tak mau kedatangannya membuat Awan meninggalkan sisa makanannya di piring. Kan sayang mubazir kalau ada sisa. Ia kan sudah susah-susah memasak.
Awan segera beranjak saat Lala tiba di meja makan.
"Lama banget siap-siapnya. Makannya buruan, jangan lelet. Aku antar Kamu ke kampus. Aku ke kamar dulu, saat Aku keluar harus sudah selesai", omel Awan.
"Aku bisa bawa motor sendiri", sahut Lala sambil menuangkan nasi di piring.
"Nggak ada bawa motor lagi. Mau jatuh lagi, mau Aku di marahi Ayah lagi", cecar Awan.
Ia menggunakan Ayahnya sebagai alasan, toh Ayahnya benar-benar marah saat tahu Lala terserempet mobil. Dan menyalahkannya karena tak mengantar jemput Lala kuliah. Sekarang Ia menggunakan alasan itu karena khawatir Lala akan kembali terluka. Sekaligus modus agar bisa berdekatan dengan Lala. Ia akan mengantar jemput istrinya mulai sekarang.
"Iya...iya. Mau di antar", pasrah Lala daripada kena omel lagi bukankah sudah jarang Awan marah-marah.
__ADS_1
Suami Lala kini mulai berubah, mau makan di rumah dan mau Lala pegang barang-barangnya. Dan entah apa yang merasukinya itu, Lala tak mau ambil pusing.
*****.....****