Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
50. Mertua Menginap (2)


__ADS_3

"Makasih ya La. Maaf membuatmu lelah", ucap Awan setelah Ia mencium kening Lala.


"Iya Kak. Udah kewajiban Lala", jawab Lala sambil melipat mukena.


Keduanya baru saja selesai menunaikan sholat maghrib berjama'ah.


"Aku kedapur dulu Kak membantu Mbak masak untuk makan malam", pamit Lala.


"Nggak istirahat aja dulu. Udah ada Mbak ini", jawab Awan kasihan pada Istrinya.


"Nggak enak lah. Ayah sama Bunda kan mau kesini, masak Aku udah istirahat aja. Lagian biar cepet selesainya", ucap Lala yang akhirnya membuat Awan mengiyakan.


Sepeninggal Lala yang pergi ke dapur, Awan tersenyum sendiri mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Ia tak menyangka akan secepat ini menjadikan Lala miliknya. Hanya saja Ia masih harus berjuang mendapatkan hati Lala. Lala melakukannya bukan karena Ia sudah menerimanya, melainkan hanya sebatas melakukan kewajibannya sebagai seorang Istri.


Rasa bahagia menyeruak di hati Awan, Ia hanya berharap benihnya tumbuh dan membuat Lala mulai menerimanya.


*****______*****


Di rumah Aji sedang kedatangan tamu, yakni mantan mertua Aji, Kakek dan Nenek dari pihak Ibu Gara. Bu Titin pun juga datang kesana, bermaksud menginap, Ia sudah sangat rindu dengan cucu kesayangannya itu.


Mereka tengah makan malam bersama, sayangnya sang tuan rumah tengah ke luar kota mengurus pembangunan cabang toko baru.

__ADS_1


Usai makan malam mereka melanjutkan berbincang-bincang di ruang keluarga, kebetulan Gara sudah tidur, sehingga Pita pun bisa ikut berbincang-bincang. Setidaknya Ia saat ini sebagai tuan rumah, tidak sopan jika tak menemani para orangtua berbincang.


"Kami sangat berterimakasih padamu Nak Pita. Kamu sudah mau menyusui dan menyayangi cucu Kami seperti anak Kamu sendiri", ucap Nenek Gara tulus.


Mereka tahu pernikahan Pita dan Aji hanya sebatas untuk memberikan orangtua yang lengkap bagi Gara.


"Bapak dan Ibu tak perlu berterimakasih. Apa yang saya lakukan adalah wajar di lalukan seorang Ibu pada bayi yang membutuhkan Asi serta kasih Sayang.


Jikalau Bundanya Gara di posisi saya, Ia mungkin juga akan melakukan hal yang sama dengan Saya.


Anak saya tiada dan disisi lain ada Gara yang tengah membutuhkan Asi saya. Bukankan sudah kewajiban saya memberikan kehidupan pada bayi malang itu", jelas Pita sambil berkaca-kaca, Ia kembali teringat mendiang bayinya.


"Kami hanya berdo'a kedepannya kalian bisa menjadi orangtua yang selalu membimbing Gara. Kami juga berharap semoga Ayah Gara segera menerimanya.


Kami juga sudah mengikhlaskan kepergian Putri Kami. Saya percayakan Gara padamu Nak Pita. Mudah-mudahan Aji juga segera bisa mengikhlaskan putri Kami", lanjut Kakek Gara.


Pita hanya menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum. Ada rasa sedih mengingat pernikahan mereka hanya sampai Gara selesai menyusu. Setelahnya Ia tak mungkin bisa membimbing Gara lagi. Ia hanya bisa berharap selepas kontrak pernikahan mereka, Aji bisa menerima dan melimpahkan kasih sayangnya pada Gara.


Akhirnya Kakek dan Nenek Gara pulang, kini tinggal Bu Titin bersama Pita.


"Kok baju-baju kamu disini Nak?", tanya Bu Titin saat Ia tidur di kamar Pita.

__ADS_1


"Iya Bu. Agar setelah mandi segera bertemu Gara. Pita nggak bisa terlalu lama berjauhan dengan Gara", ucap Pita beralasan dan semoga mertuanya tak curiga jika Ia pisah ranjang setelah menikah.


*****_____*****


"Bunda pengen malam ini tidur sama Lala. Pengen ngerasain tidur sama anak perempuan", pinta Bunda.


"Bun. Nggak bisa gitu dong. Lala istri Awan, dan Dia hanya boleh tidur sama Aku", tolak Awan.


'Enak saja Bunda mau ambil Lala. Aku kan juga pengen ngerasain tidur meluk anak perawan. Eh.... udah nggak perawan nding. Siapa tahu nanti malam dikasih yang enak-enak lagi', batin Awan.


"Iyain aja nggak papa wan. Sekali-sekali tidur sama Ayahmu yang ganteng ini", ucap Ayah Edi.


Sepasang suami Istri ini sengaja memisahkan Awan dan Lala, mereke melihat cara berjalan Lala yang sedikit berbeda. Mereka tahu itu artinya apa? Putra mereka rupanya baru saja membobol gawang.


Dan enak saja mau ngekepin menantu mereka lagi. Mereka memang ingin segera menimang cucu. Tapi mereka juga tak tega jika Lala di buat kelelahan oleh Putra mereka sendiri.


"Nggak papa Kak Aku tidur sama Bunda. Nggak tiap hari ini. Lagian Aku juga kangen di peluk Mama", ucap Lala sendu.


Alhasil Awan malam ini harus tidur memeluk Ayahnya. Dan entah kapan terakhir Ia di keloni sang Ayah. Ia sudah lupa.


*****......*****

__ADS_1


__ADS_2