Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
34. Kost Putri 'EMBUN'


__ADS_3

Pita sudah di perbolehkan pulang, Ia pun sudah mengemas beberapa pakaian yang dibawakan mantan Adik Iparnya kemarin dan juga barang-barang pribadinya seperti ponsel dan dompet di bantu oleh seorang perawat.


Ia lega sudah bisa keluar dari Rumah sakit.


Pita tak perlu menunggu Bela ataupun Citra untuk mengantarkannya ke makam putrinya 'Mikayla'. Karena Sebelum koma Ia sempat berkata pada perawat jika Ia ingin anaknya dimakamkan di dekat makam kedua orangtuany. Dan ternyata sang perawat menyampaikan keinginannya itu pada Adik Iparnya. Sehingga bila Ia ingin menengok putrinya itu bisa sekalian ke makam kedua orangtuanya.


Dan kini Pita sudah tiba di makam, Ia pun sempat menanyakan dimana letak makam putrinya kepada penjaga makam disana. Setelah Ia cari, ternyata letaknya tepat di samping Ibunya.


"Yang tenang Ya Nak. Ibu sudah ikhlaskan Kamu, mungkin itu yang terbaik bagimu daripada hanya menderita bersama Ibu nantinya.


Do'a Ibu selalu untukmu Nak, semoga kelak Kamu bisa menuntun Ibu serta Kakek Nenekmu ke Surga Aamiin....", ucap Pita duduk di hadapan Makam putrinya.


Kini Ia beralih duduk diantara makam orangtuanya.


"Ayah.... Ibu.... Hanya Do'a yang bisa Aku kirimkan untuk kalian sekarang. Ini cucu kalian, namanya Mikayla. Tolong jaga Dia ya Yah....Bu. Allah lebih menyayanginya",


Pita pun mulai memanjatkan Do'a untuk mendiang orangtua serta putri kecilnya itu.


Dan sekarang.....


Bingung....


tengah Pita rasakan, Ia tak tahu lagi hendak kemana.


Mau kerumahnya....


Jelas tak mungkin....


Sang penyewa bahkan sudah mengirimkan uang untuk satu bulan kedepan.

__ADS_1


Mau menyewa rumah....


Uangnya sangat terbatas.....


Sementara untuk bekerja Ia belum bisa. Ia paska melahirkan dan masih butuh pemulihan.


Mau Kost.....


Ia malu dengan statusnya kini....


Ia akan resmi menjadi janda.....


Sedangkan Ia tak suka terlalu banyak bertemu orang jika harus kost.


Hingga Ia teringat satu nama....


Lala.....


Pita mulai menghubungi Lala, dan tak perlu menunggu lama panggilannya tersambung. Tak perlu banyak berbasa basi Ia pun segera mengutarakan keinginannya. Tentu saja respon Lala sama seperti dulu, tanpa banyak bertanya Ia langsung mengiyakan. Lala meminta Pita langsung datang ke rumahnya, Ia akan segera menghubungi Si Mbok dan suaminya jika Pita akan tinggal disana.


Meski jarak makam dengan rumah Lala dekat, tapi Pita tak mungkin kesana dengan berjalan kaki. Ia masih masa pemulihan, jalan lahirnya masih ngilu saat Ia harus berjalan. Ia pun memilih memesan ojol kesana.


Tak butuh waktu lama Pita tiba di rumah Lala. Tapi Ia merasa ada yang aneh, mungkinkah Ia salah rumah. Ia melihat rumah itu kembali, masih sama dengan beberapa bulan yang lalu hanya catnya terlihat baru.


Tapi......


Pita pun memilih memotret yang Ia lihat dan mengirimkannya pada Lala.


Sebuah foto yang Ia kirim telah dilihat oleh Lala. Tak berapa lama kemudian Lala pun mengirimkan sebuat pesan chat di ponsel Pita.

__ADS_1


Maaf Aku lupa bilang, rumahku Aku buat kostan. Tapi tenang masih banyak kamar kosong kok.Kamar kamu di lantai dua pun masih tertata rapi._ Lala.


Hah....kok bisa._Pita.


He....he... lumayan bisa menghasilkan. Daripada kosong dan jadi sarang hantu._Lala.


Oh.... ya Ta. Lebih baik sementara kamu tidur di lantai satu aja. Kamu masih masa pemulihan bahaya kalau naik turun tangga._Lala.


Iya La. Makasih banget ya. Maaf Aku cuma bisa numpang. Besok kalo udah kerja Aku bayar sewanya._Pita.


Hei.... santai dong. Buat kamu mau tinggal selamanya pun gratis. Kita saudara Ta. Cuma kamu yang Aku punya saat ini. Jadi jangan mikir aneh-aneh deh. Dan mulai sekarang jangan sembunyiin masalah kamu sendirian. Ok._Lala.


Maafin kemarin nggak jujur sama Kamu. Andai Aku cerita sedari awal pasti 'Dia' masih ada sekarang._Pita.


Udah jangan sedih. Mungkin itu yang terbaik buat 'Dia' sabar yah._Lala.


Iya Aku juga udah ikhlas kok. Kamu mulai sekarang juga cerita kalau ada masalah ya. Aku cuma punya Kamu yang bisa Aku percaya La._Pita.


Iya Ta. Kita harus saling terbuka dan saling menguatkan sekarang. Nanti pulang kuliah Aku mampir kesana. Bye._Lala.


"Astaga jadi Aku nggak salah rumah. Nggak nyangka rumah semewah ini bisa jadi kost-kostan. Tapi benar kata Lala dari pada menjadi sarang hantu kan lebih baik di sewakan", ucap Pita masih kaget dengan kondisi rumah Lala yang berubah menjadi kostan.


Yang Ia lihat di gerbang dan Ia kirim ke Lala adalah sebuah papan bertuliskan


Kost Putri "EMBUN".


Sungguh luar biasa sahabat Pita itu, rumah mewah, besar dan berlantai dua itu Ia jadikan kostan. Memang ide yang brilian, karena rumah Lala dekat dengan sebuah universitas. Tapi.... berapa ya kira-kira harga sewanya sebulan?.


Entahlah Kenapa juga Pita harus memusingkan sekarang. Yang penting Ia bisa numpang di rumah sahabatnya itu untuk sementara. Jika sudah bisa bekerja Ia pasti akan memberinya sewa meski Lala menolaknya.

__ADS_1


*****......*****


__ADS_2