Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
78. Kehilangan


__ADS_3

Kondisi Papanya Adi semakin memburuk, Bela dan Citra bergantian menjaganya di rumah sakit maupun menemani Mamanya di rumah.


Mata Beliau selalu terpejam dan hanya menggumamkan nama Pita sejak masuk Rumah sakit kemarin. Untungnya Pita tengah berada di Kota, Ia hendak berziarah ke makam orangtuanya dan sang Putri. Sekaligus menemani Ndaru memeriksa usaha penyetannya.


Siang hari Pita baru tiba dan sorenya harus mendapat kabar kondisi mantan mertuanya yang sedang tidak baik-baik saja.


Sementara Adi hingga sekarang sulit dihubungi, saat di datangi kerumahnya pun Dia tak ada, di kantor pun tak ada. Entah dimana Ia sekarang, yang pasti Ia seperti menghindari bertemu keluarganya.


"Mbak Bela....", panggil Pita saat tiba di rumahsakit bersama Ndaru.


"Masuklah. Papa mencarimu", ucapnya mencoba tersenyum meski matanya sembab.


"Temani Istrimu. Dokter mengizinkan Papa di tengok lebih dari satu orang", lanjut Bela saat melihat Ndaru hendak duduk di dekatnya.


Ndaru hanya mengangguk dan bergegas menyusul Istrinya.


Bela mulai terisak saat Pita menghilang di balik pintu ruang rawat. Dokter sudah menyerah, kondisi Papanya tak bisa di tolong lagi. Bahkan Dokter menyarankan untuk mulai membimbing Beliau membaca syahadat.


Pita masuk bersama Ndaru, Papanya Adi masih nampak memejamkan mata sambil menggumamkan namanya pelan. Dokter dan dua perawat tengah berjaga disamping brankar.


Pita mendekat dan mulai menggenggam tangan lelaki yang mulai terlihat beberapa kerutan itu. Setelah kepergian orangtuanya, mereka menyayangi Pita layaknya anak sendiri. Setelah bercerai, Pita ingin menjauh tapi Ia pun tak bisa mengabaikan keluarga yang tulus menyayanginya itu.

__ADS_1


"Pa... ini Pita", ucap Pita mencoba menahan airmata yang sudah ada dipelupuk matanya.


Mendengar suara Pita, perlahan mata Papanya Adi terbuka. Ia pun tersenyum saat melihat Pita bersama Seorang lelaki yang Ia yakini sebagai suami Pita.


"Ka.. ka-mu ba-ha-gi-a", ucap Papanya lirih dan terbata.


"Iya Pa. Pita bahagia, Papa yang kuat biar bisa menggendong cucu kelak", jawab Pita, airmatanya akhirnya jatuh juga.


"Pa.. Pa-pa.....le-ga...me-lihat-mu....su-dah.... ba-ha-gi-a....


Pa....Pa bi....sa per...gi de...ngan te....nang. Dan... tak...ma...lu... ber...temu orang...tua...mu...", ucap Papa Adi terbata, nafasnya mulai tersengal.


Pita berlari keluar memberitahu Bela kondisi Papanya saat ini. Bela yang sedari tadi menangis tak bisa menutupi rasa sedihnya. Ia sudah merasakan firasat buruk mendatanginya. Mereka mendekat kebrankar tempat Papa berada.


Dan........


Papa Adi telah menghembuskan nafas terakhir. Dokter sudah memeriksanya kembali dan menyatakan Beliau telah berpulang kepada sang Pencipta.


Adi tak jua muncul disaat Papanya tiada, Bela yang sudah muak dengan Kakaknya memilih mengirim Karangan bunga berduka cita ke perusahaan Kakaknya. Agar Ia tahu bahwa Papanya telah pergi untuk selama-lamanya.


Jenazah Papa Adi akan di pulangkan ke kediamannya sebelum di semayamkan. Bela yang bertugas mengawalnya di dampingi Pita dan suami. Sementara Citra fokus mengurus Mamanya yang beberapa kali jatuh pingsan setelah mendapat berita suaminya telah tiada.

__ADS_1


Isak tangis mengiringi kepergian Lelaki paruh baya itu, semua merasa kehilangan akan sosok itu.


*****_________*****


"Mau apa Kamu kesini", hardik Lala pada orang yang mendatanginya dirumah mendiang orangtuanya.


Hari ini Lala kembali berkunjung kerumah peninggalan orangtuanya itu, Ia ingin mengungkapkan rasa bahagianya.


Perusahaan telah berhasil Lala rebut kembali meski dalam keadaan hampir bangkrut. Semua tak lepas campur tangan mertuanya. Rupanya sebelum pengacara keluarga berganti menjadi Ayah Edi, semua aset telah di ubah menjadu milik Lala, termasuk rumah yang dihuninya saat ini.


Perusahaan yang diambil dengan paksa hanya berakhir oleh beberapa penghianat dan tikus-tikus perongrong uang perusahaan. Jika pemimpinnya saja tak tahu apa-apa dan mempercayai orang yang salah.


Orang yang datang tadi segera berlutut memohon ampun. Ia memohon belas kasih pada Lala akan keserakahannya.


"Maafkan Aku La. Tolong kasihani Aku, beri Aku pekerjaan untuk untuk ku bertahan hidup", pinta Dewa ( mantan kekasih Lala).


Saat semua miliknya hilang, Dewa kembali memohon belas kasih. Lantas dimana Ia saat Ia dalam posinya saat ini.


Dewa yang selingkuh dengan sepupunya,tak lama kemudian Ia meninggalkan Lita disaat tengah hamil anaknya setelah berhasil menguasai harta keluarganya. Dan setelah kehilangan semuanya, Ia baru muncul meminta maaf. Sayangnya, rasa Iba Lala telah menghilang bersama perasaan yang dilukainta dulu.


*****.....*****

__ADS_1


__ADS_2